SYMBIOSIS 6: unexpected

Adil terdiam menatap layar monitor.

DAMN!! Sumpah adil menggelegar

Dia mengotak ngatik kombinasi huruf dan angka dilayar.kemudian menoleh kearah Ray

“ada apa?” Tanya ray penasaran

“Aku sudah berhasil masuk ke sistem pengamanan terakhir..tapi….”

“tapi apa?” hamson yang masih kesal kepada edo ikut dalam pembicaraan

“kita butuh satu kata kunci lagi” ujar adil sambil melamparkan pandanganya pada semua yang hadir disana

“KATA KUNCI LAGI ?? TIDAK BISAKAH KAU MASUK KE SISTEMNYA TANPA KATA KUNCI, MENURUT SEPENGETAHUANKU BUKANKAH ITU KERJANYA PARA HACKER,AKU SUDAH CAPE DENGAN PETAK UMPET INI?” emosi hamson menaik, ia melempar rokoknya dan menginjaknya kejam. Ia menatap tajam kepada adil

Adil menarik nafas panjang, melepaskannya.kemudian mambalas tatapan hamson

“hampir benar son, tapi kasus kali ini tidak sesederhana itu, walaupun kau tau kata kuncinya, kau masih butuh AKU untuk masuk ke sistem dimana kau memasukkan kata kunci tersebut, dan setelah kata kunci dibuka, kau masih butuh AKU, ya, hacker katamu tadi, untuk menyelesaikan permainan ini,” balas adil sedikit meninggi, kemudian melanjutkan “ dan ,kita sama sekali ga bisa memecahkan kata kuncinya, aku tidak habis pikir kenapa sistem keamanan kampus dijaga seketat ini, pasti ada alas an yg kuat, DAMN..hal ini semakin menarik “ dia seperti bicara pada dirinya sendiri

Hamson diam, kemudian melanjutkan dengan nada yang sedikit melunak

“Ok..jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya ?”

Ray yg dari tadi diam, tiba-tiba bersuara

“tunggu……” ia berpikir sebentar, kemudian melanjutkan” berarti ada 3 kata kunci”

“ya, berarti kita harus memaksa dia untuk memberitakukan yang satunya lagi “ sambung hamson tak sabaran

“Memaksa siapa, huh ?” Terdengar suara dari arah tangga putar the roof

“HAMDI??” edo dan ray serempak kaget melihat kadatangan sang presiden mahasiswa ini

“dari mana kau bisa tau kalau kami disini?” sambung ray

Hamdi tersenyum, kemudian menjawab “tentara roma Cuma butuh Judas untuk menemukan Isa”

Semuanya saling pandang , Namun edo segera berbicara memecah keheningan

“maaf kawan-kawan, beasiswa ke sekolah sepakbola internasional itu sangat menggiurkan” edo tertunduk “itu mimpiku dari dulu, dan hamdi sangat tau akan hal itu “ dan edo pun menceritakan pertemuannya dengan hamdi waktu main futsal kemarin dulu.disanalah hamdi memngajukan penawaran yang akhirnya disambut baik edo, namun edo sama sekali tidak tau kalo hamdi akan bertindak ‘sevulgar’ ini.

“sesuai janjiku do, kau akan mendapatkannya” ujar hamdi sambil tersenyum penuh kemenangan

Hamson segera maju menyerang edo, namun tanganya di pegang momo, kemudian momo menggeleng

“pengkhianat!” hamson meludah

Kemudian duduk kembali sambil mengusap mukanya,

Momo Cuma menatap panjang edo, edo tak bergeming, ray yang terlihat paling tenang

“Baiklah, sudah saatnya kegiatan ini berakhir, dan saya sebagai presiden mahasiswa disini akan langsung melaporkan kegiatan ini pada yang bersangkutan” tambah hamdi sambil mengeluarkan handphonenya

“tunggu…..tunggu ham, mari bicarakan ini baik-baik” ketenangan ray sedikit berkurang

Hamson bermaksud maju ke arah hamdi

Namun segera di hentikan oleh ray

“tenang madson, tenang, aku mau kita bermain aman” bisik ray, yg akhirnya bisa membuat hamson berhenti

“aku harap kau bisa menemukan jalan keluarnya enstein” balas hamson pendek

Adil melepas topinya dan membantingnya ke lantai, kemudian mengacak2 rambut keritingnya, kalut.

Hamdi mencoba menghubungi sebuah nomor, kemudian berjalan agak menjauh, dia terlihat tertawa, kemudian dia memberikan handpone kepada ray

“silahkan melakukan pembelaan, beliau mau bicara”

Ray pun mengambil handpone dari tangan hamdi, hamdi tersenyum, kemudian ray berjalan agak menjauh dari teman-temannya

“kau akan merasakan pembalasanku banci!” ujar hamson sambil menunjuk hamdi

“kau juga penghianat, kau tidak akan tenang”

Adil Cuma memandang edo tanpa berkata apa-apa, momo pun begitu

“maaf kan aku teman-teman, aku tidak menyangka akan seperti ini”edo Cuma menunduk.ia terlihat sangat menyesali pilihannya” , maaf”

“tenang do, kau bersamaku, aku akan membelamu, tenang saja”

Ray kemudian kembali ke tempat teman-temannya

“ada yang ingin bicara denganmu ham” balas ray dingin, diiringi tatapn khawatir teman-temannya

“oo..sudah pasti ray” ujar hamdi mengambil handpone dari tangan ray, kemudian menjaduh dari kumpulan tersebut

“bagaimana bos, tadi siapa ?” momo yang membuka percakapan

Ray memasukkan tanganya kedalam saku jaketnya, kemudian memandang temannya satu persatu

“ pak handis tidak mempunyai kata kunci ke tiga,seseorang yang lebih besar memegangnya,” ray berhenti disini, melihat reaksi temannya, kemudian ia melanjutkan “tapi kita tidak butuh menanyainya, karena kalau tebakanku benar, maka kita sudah tau kata kunci ke tiga”

Selanjutnya kemudian bertanya pada adil”dil, coba kau ingat lagi, kata kunci yg kau masukkan pertama kali saat aku membawamu kesini,”

Adil berpikir sejenak, kemudain ray melempar kertas berisi sandi kedua kepada adil

“bagaimana ?” Tanya ray penasaran melihat reaksi adil

“how come?bagaimana aku tidak menyadarinya ?” adil terlihat sumringah

“ya, ternyata tebakanku benar, kita sudah tau kata kunci ke tiga” ray membalas dengan mantap

Adil langsung memasang topi dan berputar ke laptop

Namun ray menghentikannya

“percuma dil, karena kita harus melakukannya di istana sang raja……….. dan ….karena itu kita butuh dia “

Ujar ray menunjuk ke arah hamdi yang keliatan gemetar setelah menerima telpon

“bagaimana ham, apa yang diperuntahkan pak handis kepadamu?” ujar ray sambil tersenyum

“bagaimana bisa? Dasar kampus korup, semuanya korup, kalian pasti suidah membayar pak handis untuk melindungi

kalian, saat penyeleidikan ku selesai semua kasus korupsi dikampus ini akan terkuak, lihat saja!” hamdi mengamuk

“jadi bagaimana saudara presiden?” ulang ray

Hamdi Cuma diam.

“ok, kalau begitu, sudah saatnya kita bubar, besok aku akan menghubungi kalian untuk serangan terakhir kita,”

“bagaimana dengan dia?” hamson menunjuk edo

“dia ikut!” ray menjawab pendek

“tapi dia sudah mengkhianati kita!” hamdi mencoba mengingatkan

“apa kau mau melepaskannya, dan kemudian membiarkannya berkeliaran dengan rahasia ini?”

Ray menatap edo yang masih tertunduk

*******

Momo masuk ke sebuah ruangan di rumah sakit, dimana terbaring seorang gadis kecil,usia sd,

Momo duduk disamping tempat tidurnya

“kakak udah tebus obat kamu, yuk diminum.

Gadis kecil kurus itupun mencoba bangkit dari tempat tidurnya, dan meminum obatnya,

Momo tersenyum, kemudian meletakkan gelas itu di meja

**

Hamdi mengambil air dimeja kemudian meminumnya,

Dihadapannya menyala computer berisi angka-angka dan nama pejabat serta birokrasi kampusnya,

Dia berhenti sejenak, pikirannya tak bisa berkonsentrasi sejak masalah kemaren malam, dia pun mematikan layar komputernya kemudian menghampaskan tubuhnya di kasur

****

Agghh,,,

Dikasurnya adil mengacak-ngacak rambutnya, memikirkan, kenapa dia tidak terpikirkan kalau ketiga kata kunci berhubungan, dan kenapa sampai keamanan kampusnya didesain sedemikian rupa,

Tiba-tiba dia tersenyum

Yah, baginya hal ini semakin menarik..

Dia pun bangkit dari tidurnya,memasang jacketnya dan membawa laptopnya kjeluar, dia pun menutup pintu kamar

****

Hamson membuka pintu didepannya,

“kemana saja bos?” ujar seseorang yang sedang asik main kartu bersama 3 orang lainnya

“sibuk” jawab hamson pendek sambil menjatuhkan dirinya disebuiah sofa using

“maklum, bos kita kan anak kuliahan, ga kayak lu peng.” Balas temennya

“hahaa, kaya lu kuliah aja “

“eh, bos , tadi ada yang nyari ?” ingat gepeng

“siapa, cewe?”

“iya bos, cantik, bohai banget,konsumen ya bos?”

“momo?” hamson mulai penasaran

“bukan bos, momo mah lewat..”

Hamson berhenti sejenak, memikirkan, ce mana yang mencarinya sampai ke ‘sarang’ tempat persembunyiannya ini..

Tiba-tiba ada rasa khawatir di otaknya, jangan-jangan dia dari ANI,

Hamson pun segera lari ke sebuah ruangan semacam gudang , didalamnya, balok kayu2 bertumpuk disana-sini menutupi lantai2 rusak dibawahnya. Dia pun mengangkat balok2 kayu tersebut dan menyandarkannya di dinding.kemudian dia meraba balok-balok kayu tersebut,dan memukulnya dngan keras.selanjutnyam dia pun merogoh kedalam balok kayu tersebut dan mengeluarkan plastic-plastik kecil berisi serbuk putih.

Dia meletakkan tasnya di lantai, memindahkan beda tadi kedalam tas, kemudian menutup tasnya

**********

Edo membuka tasnya, kemudian mengeluarkan sepatu futsalnya,

Lapangan kampusnya sudah kosong, tapi dia pun mengambil bola dan melakukan shooting sendrian.kali ini Cuma hal ini yang membuatnya melupakan ke galauannya

Handponenya berdering….tertulis nama momo di layarna

***********

Ray mengangkat hapenya, kemudian berbicara sebentar

“Halo….halo”

Ray pun mematikannya

“Siapa?” Tanya cewe didepannnya

“ga tau” nomor private

“jangan-jangan mereka?”

“jangan paranoid lah Athena, kalau mereka mau, mereka bisa lebih canggih dari ini”

Ray kemudian mengalihkan topic pembicaraan

“jadi bagaimana dengan edo ? ada perkembangan?

Cewe yang ditanya Cuma tersenyum

“mari kita lihat setelah kau berhasil”

“kau tau, aku sangat beruntung saat tau,cewe yang ditaksir edo itu kamu, jadi aku ga perlu ngeluarin jurus-jurus mautku”

“btw,, kau yakin, besok bisa berhasil?”

“kita lihat saja..” jawab ray pendek sambil menghabiskan espresso di depannya

LAST CHAPTER : BIG FISH

Advertisements

SYMBIOSIS chapter 5 :PLAY

CHAPTER 5 : play

Seorang cewek cantik berambut sebahu muncul dari arah tangga dan berjalan mendekati mereka.kemeja hitam ketat yang menonjolkan lekuk tubuhnya dan rok span pendek berwarna senada membuatnya terlihat semakin luar biasa. semuanya terlihat kaget kecuali ray yang Cuma tersenyum simpul melihat kedatangan si cewek.

“apa saya telat bos?” ujarnya diikuti sebuah senyuman kepada ray.

“bos? tantang hamson tanpa melepaskan tatapannya kepada si cewek.

“dan kau.., kau sama sekali tidak memberi tahu ku apa-apa tentang ini?” hamson memegang kepalanya dan berpaling kearah lain ”akal-akalan apalagi ini ray ? semuanya makin aneh! “

Ray diam dan membiarkan hamdi melanjutkan penasarannya

“sekarang kau lebih baik pulang. Ini urusan lelaki” hamson diam sebentar., Kemudian bergerak kearah si cewek

“aku antar kau pulang” ujarnya pendek

Tapi gerakannnya dihalangi oleh adil.

“tunggu, ada baiknya kita tunggu penjelasan dari ray “ tahan adil sambil menoleh kepada ray

Ray pun mengeluarkan tangannya dari kantong celana dan mulai berbicara

“makasih atas kesempatannya, baiklah…oke, gentleman, perkenalkan, ini tari…ya, kita sudah pernah bertemu sebelumnya di parkiran.ehm….lets say, dia adalah proffesional dalam hal rayu merayu dan jadi…hm… setelah adil menceritakan kepada ku tentang pemegang kunci tersebut , aku langsung mencoba mengontak tari, dan menawarkan dirinya untuk ikut andil dalam misi mulia ini.dan sukurlah dia menyanggupinya “ ujar ray menerangkan

“angka-angkanya cukup menakjubkan, aku tidak mungkin menolak” tambah tari sambil tetap tersenyum

“ kau tau semua informasi tentang dia dari mana?” Tanya adil kepada ray, penasaran

“ anggap saja aku punya sumber yang sangat bisa dipercaya” jawab ray singkat

“cukup! aku tidak akan membiarkan kau dinikmati lelaki tua itu, karena kau Cuma milikku,sekarang kita pulang !” hamson pun memegang tangan tari, namun dilepaskan oleh tari dengan kasar.

“cukup, aku tak mau diatur lagi olehmu, cukup..aku sudah bilang, aku tidak bisa mengikuti kemauanmu, aku ..aku akan tetap seperti ini..karena aku butuh..dan aku muak dengan cara kasarmu .BINATANG!!

Kata-kata terakhir dari mulut kecil tari membuat udara diruangan tersebut tiba-mendadak dingin , semuanya terdiam, namun tidak semuanya, karena tiba-tiba tangan hamson melayang kerah tarim namun reflek sebuah pukulan lebih dulu bersarang kemuka hamson yang menyebabkan hamson terhuyung ke lantai . tari mundur mendekati dinding, terdiam, dia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. sementara si pemilik tangan pun terlihat terkejut dan langsung mendatangi hamson..

“sorry, “dia mengusap mukanya dan melanjutkan “ aku lepas kontrol”, edo segera membantu hamson untuk berdiri.

“ ok,…..” hamson pun memalingkan mukanya ke bagian lain,mengusap mulutnya, menarik nafas panjang, kemudian berbalik ,dan berkata pelan namun cukup berhasil didengar oleh seluruh tim

”sorry, aku ..aku sudah tidak sanggup lagi melihat, mendengar, tau mengetahui wanita yang kucintai harus disentuh oleh orang lain, sorry ray, aku pikir kita masih punya cara lain…”

Tari tetap berdiri tanpa komentar, dia Cuma menatap dalam kepada hamson.edo menatap tari , semantara adil sibuk memutar cube 7x7x7 nya,sambil sesekali membetulkan letak kacamatnya.ray pun memutuskan menormalkan suasana.

“Tenang son, kau terlalu terburu-buru, ini tidak seperti yang kau pikirkan,aku sudah mengatur semuanya,aku mengumpulkan kalian semua untuk mendiskusikan ini, seandainya kalian tidak setuju, kita bisa pikirkan cara lain, tapi seandainya kalian setuju, besok kita langsung bermain, dan percayalah tidak akan ada yag dirugikan dalam permainan ini, termasuk tari, karena aku semata-mata memilihnya karena aku tau dia bisa dipercaya dalam misi ini.aku tak mau ambil resiko, itu saja “

Ray pun memandang berkeliling sampai terhenti di arah hamson

“Bagaimana son, kau siap mendengarkan?”

“silahkan lanjutkan captain” ujar Hamson sedang mengusap mulutnya yang berdarah.

**

Adil berhasil menselaraskan warna lantai terakhir di cube untuk ke sekian kalinya saat pak handis beranjak keluar dari kelas.adil pun mengejar beliau dan menyamakan langkahnya.

“pak, bisa bicara sebentar?”

“ok, ada yang bisa saya bantu dil ?”

“ begini pak, saya butuh bantuan bapak untuk persiapan turnamen MIRC ( mathematics in real crime – sebuah penerapan matematik dalam pemecahan kasus-kasus kriminal) bulan depan” ujar adil sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas dari dalam tasnya dan menyerahkannya kepada pak handis

“ok, kita bicarakan di ruangan saya saja “
***

Satu jam sudah berlalu semenjak adil memasuki ruangan pak handis.sekarang adil dan pak handis sudah berhadapan disebuah meja di ruangan pak handis.diatas maja sudah berserakan kertas yang dipenuhi coretan dari adil juga pak handis.
Adil melihat jam tangannya yang ternyata disadari oleh pak handis

“bagaimana dil.sudah cukup?’

“hmm..sepertinya buat hari ini cukup pak, mungkin besok saya bakal kembali menemui bapak ” adil menjawab sopan

“hahaha ,saya mengerti, kamu ada kencan ya, kamu sudah melihat jam tanganmu beberapa kali dari tadi”

“Ga pak, saya mau langsung pulang, ada keperluan lain”

“ langsung pulang ? baiklah. kamu masih di kandang singa kan? kamu bisa ikut mobil saya ”

“hm..kalo ga ngerepotin,boleh deh pak.” Jawab adil sambil memasang topi merahnya dan membetulkan letak kacamata yang sudah melorot dari tadi. Dia pun mengeluarkan hapenya dan mengirim pesan ke sebuah nomor.

***
Keduanya sedang menuruni tangga mennuju parkiran fakultas MIPA yang sudah sangat sepi, ketika tiba-tiba terdengar jeritan seorang perempuan.

“TOLOOONG..TOLOONG”

Ternyata tak jauh di depan adil dan pak handis, tari yang sore itu berpakaian kemeja putih transparan serta jeans skinny hitam yang mencetak lekukan pinggul dan pantat sempurnanya tengah disulitkan oleh 2 orang bertopeng kamen rider yang dilubangi didaerah mulut .adil dan pak handis segera bersembunyi di balik sebuah sedan hitam yang berada di dekat mereka .

“TOLONG…LEPASKAN !!! ”

“jangan banyak bicara..nona, cukup ikuti kemauan kami kalau kamu mau selamat ” ancam salah satu perampok sambil membungkam mulut tari.

“wah, gawat pak, kita musti tolong dia” ujar adil sambil berbisik

“iya dil, Cuma jam segini jarang ada orang di parkiran, gawat ..palingan Cuma kita…dan ..oya, kemana si satpam geblek itu ? pak handis mengedarkan pandangan matanya

“gini aja pak, saya akan coba mengalihkan perhatian mereka, bapak cari bantuan ke pak satpam” usul adil tiba-tiba yang tak lama diikutyi anggukan laan bicaranya.

“hati-hati dil, kelihatannya mereka sangat berbahaya “

Adil mengangguk dan keluar dari persembunyiannya

“WOI … lepasin TU CEWEK !!! ”

Dua penjahat bertopeng itu pun segera menoleh ke adil , sementara pak handis menyelinap kearah pos satpam yang berada dekat parkiran.

***

Bapak handis berlari dan menemui satpam yang ternyata sedang asyik bermain catur dengan seorang mahasiswa berambut gondrong.kepala si satpam terlihat mengangguk-angguk mengkuti lagu keong racun yang diputar di mp3 si mahasiswa yg sekarang berada di telinga si satpam

“ PAK MISRAN, GAWAT..ADA RAMPOK DI PARKIRAN”

Namun si satpam sibuk menatap papan catur, memikirkan kemana menyelamatkan rajanya yang sudah di check mate dari tadi oleh si mahasiswa .

“Rampok?” Si mahasiswa yang ternyata adalah ray segera membuka headset di kuping bapak satpam

“ pak, gawat .. ada rampok di parkiran”

“Apa? “ Misran si satpam pun memandang pak handis yang dibalas anggukan oleh pak handis.detik berikutnya mereka bertiga berlari kembali ke parkiran

***
Di parkiran ketiganya menemukan adil yang sedang berusaha menenangkan tari.

“mana rampoknya “ tanya pak misran

“ mereka barusan lari kearah belakang pak, tas cewe ini diambil, dan ……tadi,, mereka juga berniat ..berniat…mmm…me..memperkosa cewek ini pak” ujar adil pelan sambil memandang si cewe yang sudah bersandar didinding menutup 2 kancing kemejanya yang sudah terbuka.” saya ga bisa bantuin pak, mereka punya pistol,tapi sukurlah, mungkin karena mereka tau ada yang datang, mereka segera lari pak ” ujar adil terlihat menyesal, sementara tari masih terisak di tempatnya

“pak, ada baiknya kita kejar mereka, siapa tau mereka masih disini” ujar ray kepada pak misran

“tapi cewek itu…” ujar pak satpam menatap si mahasiswi yang terlihat membetulkan kemejanya yang kusut sambil tetap terisak.

“sudahlah, disini ada bapak dosen kan, ntar rampoknya keburu kabur pak”

“baiklah ..pak, saya titip cewek itu ama bapak ” putus pak misran tiba-tiba

Dan belum sempat si bapak menjawab keduanya berlari ke belakang.

Adil berjalan mendekati pak handis yang kelihatan bingung, terlihat dia tidak siap dengan serangan mendadak seperti ini.

“pak, saran saya sebaiknya bapak antarkan dulu dia ke rumahnya.. dia kelihatan shock” ujar adil sambil mengarahkan pandangannya pada tari yang masih terdiam dan bersandar di dinding, tatapan matanya kosong

“tapi dil..” pak handis terlihat bingung

“apa bapak tega membiarkannya disini sendirian dengan apa yang baru dialaminya ?” berondong adil kepada pak handis

“saya ga punya kendaraan pak, seandainya punya pasti saya yang bakal nganter dia” sambung nya

“hm….hmm” Bapak handis masih terlihat bingung

“sudahlah pak, bapak antar dia, kemudian langsung pulang, masalah selesai , dan bapak ga perlu dihantui…. perasaan bersalah” tambah adil sambil mengamati perubahan air muka pak handis

Si bapak kembali memperhatikan si mahasiswi yang masih belum berbicara sepatah kata pun

“ baiklah , tapi..kamu ikut saya kan dil ?”

“saya mau aja sih pak, tapi masalahnya saya harus pergi sekarang pak, saya udah telat banget pak , bapak ga mungkin ngantar saya dulu kalau keadaannya kayak gini kan pak?”

“Jadi?” Tanya pak handis

“saya pake angkot aja pak, gampang kok,yang penting bapak antar dia pulang dulu”

“okelah, tapi kamu yang ngomong ke dia kan dil? Saya ambil mobil dulu, kalian tunggu disini ” akhirnya si bapak menyerah

“ok pak,akan saya coba “

dan pak andis pun segera meninggalkan adil dan tari menuju mobilnya yang diparkir tak jauh dari sana .Pak handis segera memasuki kijang commando hijaunya , setelah duduk sebentar dan mengambil nafas beberapa kali, beliau measukkan kunci dan menyalakan mobil, “bismillah”, desisnya pelan. dari kaca depan terlihat adil berbicara kepada si mahasiswi dan sepertinya berhasil, karena si mahasiswi sekarang terlihat berdiri dibantu oleh adil.si bapak pun menyetir kearah mereka sambil menggeleng-gelengkan kepala.
Adil membukakan pintu depan untuk tari saat mobil pak andis sampai di depan mereka.

“Jalan abu bakar 221 b pak”

Si bapak mengacungkan ibu jarinya.adil pun menutup pintu depan

“makasih” ujar tari pelan. Lirih,

“ok, jangan sungkan “balas adil sambil mengacungkan ibu jarinya.

Sibapak pun membunyikan klakson dan beranjak dari sana.

Setelah si bapak menghilang, Adil segera mengeluarkan hapenya dan menghubungi sebuah nomor.

****
Di perjalanan pun tari lebih banyak diam,satu-satunya kata yang muncul dari bibir sexy yang dilapisi lipgloss pink nya itu Cuma “kedokteran”, jawaban saat pak handi mencoba memecah kesunyian sekaligus menyelamatkan diri saat matanya tertangkap setelah beberapa kali curi-curi pandang kearah tubuh tari.
Sekitar 45 menit perjalanan, mereka pun sampai di depan rumah yang agak terpisah dari rumah lainnya.rumah dengan arsitektur kuno ini terlihat terlalu megah untuk ukuran rumah kontrakan seorang mahasiswi. Tapi si bapak tak ambil pusing dengan itu,dia ingin sesegera mungkin mengantar mahasiswi ini dan segera pulang untuk menemui istrinya di rumah .karena kalau ini berlangsung lebih lama. Akan sangat berbahaya, karena memang, mahasiwi disampingnya ini punya kecendrungan kuat untuk mengguncang adrenalin kaum adam

“ini kontrakan kamu?” bapak sambil mengamati rumah tersebut dari bangku mobilnya

Tari Cuma mengangguk,

“mm.., kamu udah ga apa-apa kan saya tinggal sendirian ?”

“mm..makasih pak.”

“iya, sama-sama”

“..tapi bapak bisa masuk sebentar kan? ..” ujar tari tiba-tiba sambil memegang tangan pak handis.

“hmm”..bapak pun mengusap2 hidungnya , keringat dingin membasahi tubuhnya, beliau kemudian memperhatikan jam tangannya
“udah malam, ga enak ama tetangga” tolaknya sopan

“mm..bentar aja pak, sampai kakak saya pulang, saya masih ….takut”

“kamu tinggal ama kakak kamu?”

“ iya pak, bentar lagi juga pulang, bisa kan pak..plizzzz?” ujar tari sambil menangkupkan kedua tangannya, memohon
bapak melihat lagi jam tangannya, “baiklah…tapi mungkin saya Cuma punya waktu 10 menit, soalnya kalau ga ..istri saya bisa marah besar” ujar bapak sambil tersenyum, dia sengaja memberikan tekanan pada kata istri.entah apa maksudnya.

“ga apa pak,kakak saya bentar lagi juga pulang” jawab tari sambil menatap jam rantai cantik di tangannya ,diikuti senyuman yang sangat mampu menggoda iman para pria.
***

pak handis cukup terkesan dengan rumah tersebut, interior ruang tamunya terlihat sangat antik, seperti kembali ke inggris abad pertengahan. Lampu antic ditengah ruangan dengan cahaya yang redup member kesan romantis .ditambah dengan sebuah perapian di sudut ruangan. Sempurna

Si bapak masih mengagumi lukisan-lukisan di dinding saat tari kembali dengan 2 gelas minuman di tangan dan meletakkannya di atas meja.

“silahkan duduk pak” tawar tari yang kali ini sudah berganti dengan pakaian rumah yang tak kalah sexy dibanding yang di kenakannya tadi.

“Eh..iya..iya” dan si bapak pun duduk, diikuti tari yang duduk di sampingnya

“maaf ya pak udah ngerepotin, dan makasih banget..saya ga tau bakal gimana kalo bapak ga ada”

“ah, setiap orang pasti berbuat sama kok” ujar bapak yang sedikit gemetar karena posisi tari sangat dekat dengannya

“eh, silahkan diminum pak”

“Iya..makasih ” mungkin Karena haus atau karena gugup si bapak segera meminum minuman di gelas tersebut, meletakkannya sebentar kemudian meminumnya lagi..

Tari tersenyum melihat tingkah dosen yang baru dikenalnya tersebut karena tari sadar sebentar lagi sang dosen akan terkapar di kursi ruang tamu tersebut..

tak lama, Tari pun bertepuk tangan dan 3 lelaki keluar dari sebuah kamar di sebelahnya : ray sedang memainkan sebuah biola tua dan terus bermain sambil mendekati perapian, sampai kemudian kemudian lampu blitz mengarah kepada ray yang ternyata berasal dari kamera SLR di tangan edo.Ray menoleh, kemudian edo mengacungkan ibu jarinya. Di belakang edo muncul hamson yang masih kesal.tiba-tiba edo BERBALIK mengarahkan lensanya ke hamdi.. ”say cheese

Hamdi pun mendengus , menutup lensa dengan tangannya kemudian menyulut rokoknya.Ray meletakkan biolanya di atas meja dekat perapian, kemudian menoleh kepada tari.

“ kamu siap kan tar?”

“siap bos, tapi habis ini masih boleh disini kan bos, I love this house, its really wonderful, seandainya ini memang kontrakan saya ”

Ray Cuma tersenyum.edo terlihat mengatur focus kameranya,semantara hamson menghisap rokoknya dalam-dalam. Dia kelihatan masih tidak rela dengan semua ini.

****
matahari sudah menerangi ruang tamu rumah tersebut saat Pak handis terbangun dengan pakaian berserakan di meja, semantara dirinya Cuma mengenakan celana pendek putih .beliau memanggil-manggil nama tari, namun tak ada respon.beliau pun mencoba menuju kamar-kamar .namun semuanya dikunci. Pak handis pun tak berpikir lama, dia segera memasang baju-bajunya dan bergerak ke pintu utama,beliau sempat takut kalau-kalau pintu utama juga di kunci.namun untunglah, yang satu ini terbuka.

***

“jadi gimana ray ? udah ada kemajuan soal viyo kan ?” terdengar suara edo dari seberang.

“ tenang bro, seperti yang aku dah janjiin kemaren,misi ini selesai, kamu kencan ama viyo . keep my words , deal ?

“tapi bro..”

Tiba-tiba ,Sebuah benda hitam seukuran handpone bergetar di dekat ray

“sorry, ntar aku telpon balik,kamu ga usah khawatir.ok?”

Klik.

ray pun memutuskan sambungan dengan edo

Dia menatap sebuah nomor dilayar, dan menggeleng dan tersenyum,”panjang umur ni anak ” ujarnya seraya memencet sebuah tombol di benda hitam tersebut.

what’s up Athena ?”

***
Pak handis sudah memasuki kantornya, setelah mandi dan mengganti baju di rumah serta memberi alasan ada pekerjaan mendadak di kampus kepada istrinya.beliau pun kembali ke ruangannya di kampus untuk menyibukan diri dengan pekerjaan dan melupakan semua kejadian tadi.namun sebuah paket di mejaanya ternyata belum membolehkan ia bangun dari mimpi buruknya

Bagaimana tidak, sudah bisa ditebak. isi paket itu tak lain tak bukan adalah fotonya sedang telanjang dada bersama seorang perempuan sexy dengan bra hitam yang shoot dengan berbagai posisi, namun dengan satu kesamaan: satu-satu nya wajah di foto tersebut cuma wajahnya.

Dering lagu di hapenya pun membuyarkan dia sejenak dari mimpi buruknya

“halo?”

“bapak sudah menerima paketnya bukan? Dan saya sangat yakin bapak tidak mau foto dan video bapak menyebar di kampus atau menajdi hadiah ulang tahun perkawinan bapak yang sudah tidak lama lagi” ujar si penelpon to the point

“Apa mau anda?” balas pak handis tegas

“Gampang.saya Cuma butuh kunci yang bapak pegang”

“Kunci apa, saya tidak mengerti apa yang anda maksud ?”

“Akses keamanan jaringan computer kampus”

“Saya tidak tau” balas pak handis pendek

“Baiklah, saya juga tidak tau kapan video dan foto itu akan beredar” ancam si penelpon yang tak ayal membuat percaya diri pak handi luntur seketika.pak handis diam beberapa saat kemudian baru menjawab pengancamnya

“Baiklah, tapi saya beri tahu pekerjaan anda sia-sia, karena ini bukan satu-satunya kata kunci, dan kalaupun saya memberi tahu hal ini, anda Cuma bisa masuk tanpa melakukan apa-apa di dalamnya , karena system ini sangat…rumit” pak handis mencoba menawar

“Cukup berikan apa yang saya minta, saya sudah punya pemain puzzle luar biasa yang akan menyusunnya, namun saya kehilangan satu kepingan.dan kepingan puzzle terakhir itu ada ditangan bapak” si pengancam mencoba beranalogi

“Anda tidak mengerti, ini tidak semudah yang anda pikirkan”

pak handis masih mencoba memberikan penjelasan, namun sepertinya hal itu membuat muak di pengancam

“Baiklah pak, sepertinya bapak memang memilih untuk jadi selebritis, dan sepertinya saya harus berpindah ke plan B…selamat menikmati ketenaran pak”

“TUNGGU…” pak handis pun menghentikan gerakan si pengancam memutuskan telponnya.

Kemudian, Bapak mengatakan sebuah rangkaian huruf dan angka.Ray mematikan rokoknya dan mengambil pulpen yang ada disaku kemejanya, serta mencatatnya di sebuah kertas kecil yangs udah tersedia didepannya

“Terima kasih atas kerjasama bapak, dan kami akan menhubungi bapak lain kali.”

“Tunggu..”

Click

Ray pun memutuskan panggilan dari benda hitam di tangannya , dia menuju ke arah adil yang sudah siap dengan laptopnya. Di belakang Hamson sedang menghisap dalam rokoknya dalam, disamping hamson tari meringkuk kedinginan karena dia baru menyadari betapa dinginnya berada di ketinggian.

Tiba-tiba edo memberikan jaketnya kepada tari, tari kaget, hamson memandang edo dengan pandangan heran bercampur geram.

“Pakailah, the roof sangat dingin dimalam hari.aku yakin ini pertama kali kau kesini.” Tari Cuma memandang edo dengan pandangan aneh

“Im ok.”lanjut edo, tari pun mengambil jacket edo dan mengucapkan terimakasih

“Sumpah do.Im not ok” kata hamson keras sambil berdiri.namun, sebuah tatapan tajam dari tari membuatnya berhenti, dan kembali duduk disebelah cewe tersebut.

“Ok, im ok, “ Sambil matanya tetap memandang edo yang sekarang bergabung dengan adil dan ray di depan laptop.

Adil menginput sesuatu di layar kemudian muncullah kombinasi angka dan nomor yang rumit.jari adil terus menari di atas tuts keyboardnya . lebih banyak kombinasi angka dan huruf muncul di layar. Edo mengerinyit. Ray memperhatikan dengan serius. Adil tetap memasukkan kombinasi angka dan nomor ke layarnya. Ray menyalakan rokoknya yang kesekian.Edo mulai menguap. Beberapa waktu kemudian kemudian adil berhenti mengetik

“Bacakan” ujarnya..

“4-L-7-1-U-S” ray pun mengeja tulisan pada kertas ditangannya

Adil memasukkan kombinasi yang dibacakan ray.”come to papa” ujar adil sambil menekan tombol enter .dan tampilan layar pun berubah.

NEXT CHAPTER : UNEXPECTED

Chapter 4 : the others

Empat sekawan yang dipimpin oleh ray terlihat merapatkan jaket mereka masing-masing ketika memasuki area parkir. Mereka bermaksud segera meninggalkan kampus dan beristirahat menutup hari ini.namun ternyata, mereka belum bisa langsung menuju ke peraduan, karena kali ini mereka bukan orang yang terakhir berada di kampus.

Seorang perempuan berbody montok terlihat memaksa keluar dari sebuah Ferrari merah yang diparkir tak jauh dari mereka

“lepaskan..ini diluar perjanjian !!” ujar si perempuan sambil mencoba melepaskan tangannya

“sudahlah sayang, jangan sok idealis, bayaranmu kulipatgandakan” tawar si lelaki

“tidak!! Aku mau pulang !!” si perempuan berambut pendek sebahu tersebut menguatkan suaranya dan memandang tajam kearah si
lelaki.si lelaki sedikit takut melihat pandangan marah dari wajah si wanita dan melepaskan tangannya.

“ok..sekarang kita bicara-baik-baik” si lelaki terlihat sedikit melunak, namun si perempuan malah berjalan menjauh dari sana
Si lelaki bermaksud mengejar namun tiba tiba sebuah pukulan menghantam wajahnya.hamson sudah disana, berdiri dengan wajah yang sangat marah!

Ray, edo dan adil Cuma bisa melihat dan terpana, mereka tak sempat menghentikan hamson yang sekarang sudah terlibat perkelahian sengit dengan si pemuda, sementara si perempuan cuma berdiri tak jauh dari sana, tak menyangka akan berujung begini.ia bisa saja lari,s eperti apa yang diinginkannya tadi, namun entah mengapa dia tetap tidak beranjak dari sana.

Sebenarnya hamson sudah berada di atas angin, kalau 2 orang lainnya keluar dari mobil dengan cepat dan membantu temannya.
Dan ray tidak bisa berbuat apa-apa saat dua temannya yang lain maju dan menyeimbangkan pertarungan tersebut. Terjadilah pertarungan satu lawan satu, yang diakhiri dengan kemenangan team hamson.

“anjing! Kalian akan menyesal pernah berurusan dengan kami” ujar si permuda pertama dengan susah payah, karena mulutnya yg berlumuran darah, kemudian mengajak kedua temannya kembali ke mobil masing-masing, dan setelah menstarter mobilnya mereka segera menghilang dari sana.

Ray membantu adil dan edo untuk berdiri, sementara hamson dengan cepat segera berlari ke arah sang perempuan dan memakinya
“DASAR PECUN! AKU KAN UDAH BILANG KALAU KAMU HARUS BERHENTI DARI PEKERJAAN INI, KA KAMU SUDAH MENJADI MILIK AKU !! SEKARANG APA HAH ? KAMU MASIH LANJUTIN INI KAN PECUN ?”

Hamson mau melayangkan tangannya, namun seseorang menghentikannya,
Edo sudah berdiri di belakangnya

“sabar kawan, jangan terlalu kasar, biar bagaimanapun dia juga wanita “ ujar edo sambil menoleh kepada si wanita yang ternyata sedang menangis.edo melepaskan kembali tangan hamson

“kau jangan ikut campur !! ini urusan ku, kau sama sekali tak tau apa-apa !!” hamson terlihat kesal sambil menunjuk-nunjuk ke wajah edo. “ dan kau.. ” tunjuk hamson kepada si wanita, “kau pulang denganku sekarang juga !! “

Si perempuan mengangguk pelan, sambil menyeka sisa tangisannya, yang tentunya tidak lepas dari pandangan mata edo.
Hamson menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya dalam, kemudian menghembuskannya beberapa kali, beberapa kali ia memandang ke angkasa, kemudian berjalan mendekati ray

“ray, sorry , aku ga bisa anterin kalian malam ini, urusan ini musti di selesaikan” ujarnya sambil menoleh kepada si perempuan yang belum beranjak dari tempatnya, memegangi tas nya, gemetar.madson menawarkan rokoknya kepada ray, yang diambil satu dan langsung dinyalakan ray.

“ thanks” sambung hamson pelan dan beranjak kearah si perempuan, menggamit tangannya dan berjalan kearah sebuah sedan hitam yang di parkir tak jauh dari sana.

Sepeninggal hamson, adil dan edo segera mendekat ke ray

“siapa sih tu cewe?” adil memulai percakapan

Namun edo dan ray tidak menjawab, keduanya terlihat sibuk dengan pikiran masing-masing, masih memandang kearah dimana sedan hitam itu pergi, sampai ray menutup event malam itu :

“sebaiknya kita segera beranjak dari sini, keributan barusan cukup berbahaya bagi pekerjaan illegal kita “

***

Di ruangan presiden BEM
Seorang pemuda dengan plester di wajah terlihat berbicara dengan semangat kepada seseorang yang sedang memakai almamater bersematkan sebuah pin : HAMDI IRZA-PRESIDEN.beberapa kali dia menunjuk nunjuk wajahnya yang luka dan menggerakkan tangannya.
“ok, jadi apa kau kenal dengan peserta kegiatan illegal malam hari tersebut? “

“ aku tidak ingat semuanya, namun ketika aku memergoki dan menanyai mereka, yang menyerang pertama kali adalah si gila hamson” tutur si pemuda yakin

“oke, kau sudah ceritakan itu tadi, berulang kali… ada yang lain?” hamdi membalas dengan sedikit sinis

“ya, dan kau sangat kenal dengannya” si teman mulai tersenyum

“siapa?” sang presiden bem mulai terlihat penasaran

“edo elmonde, kapten futsal “

“edo? Kau yakin?” ujar hamdi sambil berjalan dari kursi nya dan memandang kearah jendela

Temannya mengangguk

“kalau begitu, mulai sekarang, serahkan urusan ini kepadaku, terimakasih atas laporannya”

***
Seorang cewe berambut panjang baru saja memasuki kelas,gerakannya yang gemulai memang pas dilakukan oleh bodynya yang
aduhai.matching. dan si cewek langsung ber haha hihi di bangku barisan depan bersama kedua temannya yang sudah datang duluan.

Ternyata semua pergerakan itu tak lepas dari rekaman sepasang mata seorang pria di barisan belakang, yah, edo sangat menikmati setiap moment si cewek, walau moment tersebut hampir selalu tanpa dirinya. Edo masih memutar bolpointnya sambil memandangi si cewek saat sebuah tangan singgah di bahunya

“woi, bengong aja .” ujar si pemilik tangan “ asyik banget nih. Sampai ga ngeliat aku datang” edo kaget dan langsung menoleh ke arah pemilik suara.

“owh, sorry ..sorry bos” edo pun mengubah posisi duduknya, dan memfokuskan wajahnya ke arah hamdi,yang sekarang sudah duduk di bangku kosong di sampingnya.

“ada apa ? tumben main kesini ..”

“ ga ada apa-apa sih, eh, ga ganggu kan ?” ujar hamdi sambil menggerakkan matanya kearah cewek berambut panjang yang tadi.

“ apaan sih, lanjut bos, kamu kaya ga tau aku aja”

“hahahhaa..aku pikir udah ada target baru, ternyata…basi kamu do”

“ whatever, jadi sang presiden kampus yang super sibuk datang ke sini Cuma buat ngurusin itu, kamu yang basi bos” edo membalas
“ok, sorry, gini , kebetulan aku lagi ada waktu luang, baru selesai event gede, jadi bisa nyantai dikit., ntar ada latihan rutin kan?”

“ wow, ini baru kejutan, ini baru ga basi, …tapi.. jadwal latihan udah diganti bos , mas peri lagi sibuk banget belakangan ini”

“ wah, gimana ya, dah lama banget neh ga main ama kalian,kangen banget. kamu bisa ngubungin anak-anak ga? ntar malem kita main di golden , aku yang bayar-full” tawar hamdi beberapa saat kemudian

“makan minum juga ?” edo mulai terlihat semangat

“ urusan gampang” hamdi menjentikkan jarinya.”gimana, deal ?” hamdi mengulurkan tangannya
“urusan gampang.” Balas edo sambil menjabat tangan hamdi.

***

Siangnya, di lantai dua sebuah museum di pusat kota, terlihat 3 orang laki-laki tengah berkumpul, belakangan muncul seorang yang lain, yang ternyata adalah edo, yang segera meminta maaf atas keterlambatannya.

“ada berita bagus apa ray? Hamson memulai pembicaraan saat semua sudah berkumpul “Sampai hari minggu gini kita musti ngumpul disini, dan tumben, kita ga di the roof? “ Ujarnya sambil menghisap rokoknya

“ pengen ganti suasana aja, aku ga mau ada yang bosan” ujar ray pendek

“bosan, siapa yang bakalan bosan?” Tanya hamson penasaran

“udahlah ga usah di bahas, ada berita apa ray?” potong edo

“oke, gini, semalam adil udah cerita ama aku tentang penyelidikan kecilnya buat langkah kita selanjutnya, gini.hm..tapi ada bagusnya adil langsung yang cerita”

“oke,pendeknya, seperti yang sebenarnya sudah aku tebak sebelumnya,kunci semua ini ada di tangan satu orang, dosen pembimbingku, pak andis, beliau adalah penanggung jawab utama semua sitem computer di kampus ini, dan menurut penelitianku, beliau boleh dibilang adalah tangan kanan pak rektor kita tercinta”

“jadi ,maksud kamu?” Tanya edo

“kalau aku bisa mendapatkan ‘kunci’ dari dia, maka aku bisa melanjutkan ke sistem computer pusat, dan dari sana kita bisa mengakses apa yang kita ingin” ujar adil meyakinkan rekan-rekannya

“ jadi kau sudah tau cara mendapatkan apa yang kau cari?” Tanya hamson

“belum, karena itu aku membicarakan hal ini pada ray kemarin dan ray meminta kita untuk berkumpul disini”

“oke, boleh aku langsung usul?, “ hamdi sukses menarik perhatian yang lain, dia tersenyum melihat semua mata tertuju padanya “ tak ada yang bisa menolak hal ini “, ujarnya sambil membentuk tangannya menjadi sebuah pistol

“ terlalu beresiko’ ujar ray tiba-tiba ”bagaimana kalau dia mengadukan misi kita pada orang lain, polisi misalnya, bapak rektor mungkin?”
Hamson menggerakkan tangannya membentuk garis horizontal di lehernya, namun ray menggeleng.

“ ya, aku tau siapa beliau, dan kalau mau berhiperbola, dia akan lebih memilih mati dibanding mengabaikan amanah, dia terlalu lurus dan putih “ adil menambahkan

“ dan seandainya dia mati, kita tidak mendapatkan apa-apa selain masalah. Aku mau permainan yang bersih, tanpa cela, bahkan tanpa jejak” ujar ray pelan namun tegas Yang membuat semua yang lain di ruangan tersebut- yang memang Cuma mereka- terdiam.

“kalau begitu, apa jalan keluarmu enstein” ujar hamson pendek setelah beberapa saat, memcah keheningan

Ray tersenyum, kemudian mengeluarkan handphonenya.

“ ini saatnya pemain ke 5 bermain” ujar ray

“pemain kelima?” Tanya edo dan hamdi bersamaan

Ray berbicara sebentar lewat hapenya kemudian mematikannya, dan tak lama, seseorang menaiki tangga dan muncul di hadapan mereka.

Coming soon : chapter 5 : play

chapter 3 : ENTER

Chapter 3 :ENTER

Mobil sedan hitam itu berhenti di jalan sisingamaraja 7, sebuah daerah yang tak jauh dari kampus, namun sangat kurang populer di kalangan mahasiswa, Karena daerah ini terkenal angker dan liar.selain mistis yang menghinggapi penduduknya, daerah ini juga merupakan sarang para penjahat kambuhan dan penuh dengan lapisan dan golongan masyarakat indonesia yang dikenal dengan preman,sampai, daerah ini juga dikenal dengan nama : kandang singa, jadi Cuma orang dan mahasiswa tertentu yang tinggal disini, kalau bukan karena memiliki sembilan nyawa dan mental baja , yang tinggal disini memiliki sedikit ‘bekal’ didalam dada mereka.selain alasan di atas, orang yang tinggal disini Cuma orang orang yang benar-benar ingin bersembunyi dari dunia luar.karena alasan tertentu-tentunya.

Edo dan hamson turun dari mobil hasil ‘pinjaman’ hamson tersebut. Hamson menyalakan rokoknya,mengecek isi mainannya, lalu kembali menyelipkannya di pinggang. Dia kelihatan sangat tenang, berbeda dengan edo yang sangat gugup, namun dari tadi mencoba terlihat tenang

“kau takut?” ujar hamson tanpa menoleh sedikitpun kepada edo saat mereka mujlai berjalan menelusuri gang-gang yang memang tidak mungkin di tempuh dengan kendaraan roda empat itu.Cuma warung remang-remang dan pedagang eceran yang membuat daerah sepi itu terlihat ramai.

“jangan bodoh, aku tidak punya alasan untuk takut” edo menarik topi kupluk yang dipakainya malam itu agak kebawah

“sudahlah, akui saja, tenang kawan, kau bersamaku” jawab hamson

edo tertawa mendengar jawaban hamson

“bukan kah yang takut itu kau, buktinya kau selalu membawa mainanmu itu kemana-mana” ujar edo sambil terus berjalan
.
Detik selanjutnya , Tanpa sepengetahuan edo, sebuah benda bermuncung logam menempel di perut edo
.
“ooppss, hati –hati dengan mulutmu kawan, benda inilah yang nanti akan menyelamatkan nyawamu”

Edo terdiam sejenak, kemudian menjawab
“oke, kali ini aku akui aku takut, jauhkan benda itu dari perutku”

Hamson mengembalikan mainan itu ke pinggangnya, edo kembali menghela nafasnya.ia berpikir , apa salahnya sampai selalu dia yang berada dalam todongan senjata.

Tak lama kemudian, mereka sampai di sebuah rumah yang jauh terpisah dari rumah yang lain.sebuah rumah kecil di ujung gank.edo dan hamson segera berjalan ke arah pintu, edo menekan bel, sementara hamson memandang berkeliling memastikan keadaan aman..
Pintu terbuka, dan sebuah wajah yang mereka lihat di foto muncul sambil menggenggam sebuah console handheld.

“selamat , ada yang bisa saya bantu” ujarnya ramah dan terkesan kaku

“elqudilovsky..” ujar edo perlahan, namun memberi dampak lain di wajah lawan bicaranya.

“maaf,,” ujarnya cepat menutup pintu

.edo yang bingung bertanya kepada hamson “ ada apa dengannya ?” dan mencoba membuka gagang pintu ,memaksa untuk membuka,namun tetap gagal.Hamson yang sadar akan situasi itu , segera mendobrak pintu dan berlari kedalam diikiuti edo.namun telat.adil sudah melarikan diri lewat pintu samping.

“shit!!! ..kejar!!” tukas hamson sambil berlari keluar
***

Adil berlari cepat, menyandang sebuah ransel di punggungnya, sementara tak jauh di belakangnya terlihat dua orang tadi berlarian mengejarnya.

“sial, dari mana ANI tau persembunyianku.aku pikir aku sudah sangat aman disana” tukasnya cepat sambil berlari

ANI adalah singkatan dari AGENT NASIONAL INDONESIA, sebuah badan inteligen yang berksala nasional namun sudah malang melintang di dunia internasional. Kiprah elqudilovsky di dunia maya sudah dari dulu menjadi perhatian divisi cybercrime ANI, namun mereka masih belum bisa ‘menebak’ siapa sebenarnya elqudilovsky. Dan sebuah kata dari edo tadi membuat adil berpikir kalau dua orang goblok di belakangnya adalah agent ANI

Fisik adil yang sudah ditempa di MATANGINAGA,membuat staminanya bisa bertahan walau sudah berlari sejauh ini. Bahkan lebih baik dari edo yang tepat di belakangnya.sementara hamson, terlihat sudah mencapai batasnya.

“edo, kau kejar terus anak itu, aku benar-benar tidak sanggup,hosh..hosh” ujar hamson ngos-ngosan, mungkin rokok yang sudah menjadi bagian dari hidupnya adalah alasan keterbatasannya ini.

“serahkan ini pada ahlinya,” ujar edo yang terus berlari mengejar adil yang terus berlari di keheningan malam.sementara hamson langsung duduk mengatur nafasnya yang sudah tak karuan.

Adil yang menyadari kalau pengejarnya Cuma tinggal seorang diri memilih berhenti disebuah komplek pekuburan cina , menelpon sebuah nomor dan berbicara dengan cepat.

“iya bang, di macin,buruan.. hosh..hosh,…….. makasih bang””

edo yang melihat buruannya berhenti segera menggunakan kesempatan itu untuk mendekatinya

“berhenti qudilovsky,kami tidak akan melukaimu.kami butuh bantuanmu” ujarnya semakin maju mendekati kudil
“yah, aku tau, kalian memang selalu begitu, menangkapi orang-orang yang kalian anggap berbakat, dan kemudian memaksa mereka bekerja untuk kalian. Tawaran yang baik, tapi maaf, aku tidak tertarik” jawab adil sambil berjalan mundur

“ selalu? Apa maksudmu dengan selalu? Dan dari mana kau tau tentang misi rahasia ini”

“sudahlah ANI, jangan belagak bodoh, kerahasiaan kalian sudah tidak lagi rahasia”

“ terserahlah, yang penting aku harus membawamu..’

Edo bermaksud maju menyerang kudil, namun 2 buah cahaya di belakang adil membuatnya berhenti.setelah dekat dan berhenti, edo baru menyadari kalau 2 cahaya itu berasal dari 2 buah lampu motor.dan 2 pengendaranya,mahluk besar berambut potongan ala TNI dengan jaket kulit hitam langsung turun dari kuda besi tersebut.

“ini orangnya ?” suara berat salah seorang dari mereka cukup menggetarkan nyali edo

“yah, kutitipkan pada kalian, jangan di bunuh, cukup di beri sedikit pelajaran, sampaikan terimakasih ku pada bang baron, aku harus pergi” ujar adil sambil menepuk baju salah seorang tamu tersebut.

“oke, pergilah, ini urusan kami” keduanya serentak berkata sambil mengepalkan tangan mereka, edo baru menyadari kalau ternyata terminator itu memang ada di dunia nyata !! namun kepalang basah, edo pun maju menerjang mereka.

Dan klik, sekali lagi sebuah pistol di todongkan ke kepala edo .

***

Adil berjalan sedikit santai dalam kegelapan, memencet beberapa nomor dan menghubunginya, namun sepertinya nasib baik tidak berpihak kepada adil, karena beberapa kali kata sial muncul dari mulutnya.

SIAL..

Namun, kali ini bukan karena hapenya, tapi gara-gara sebuah pistol otomatis hitam menempel di punggungnya.

“aku tau kau pasti tau dengan benda ini, karena itu aku harap kau tidak gegabah” ujar pemilik senjata tersebut.

“jalan” katanya pendek, mereka pun berjalan sedikit, sampai disebuah jalan besar dengan mobil sedan hitam terparkir disana

“masuk!”

Adil pun masuk kedalam mobil , hamson menutup pintu dan segera mengikuti ke bangku depan, menguci pintu mobil dan kembali menghadap ke belakang sambil menodongkan pistol

“jangan berulah, atau otak jeniusmu itu akan meledak”

Adil tersenyum.

”jangan menggertak, aku tau ANI tidak akan menyia-nyiakan bakatku,apalagi membunuhku dengan semudah itu, karena apa yang ada di kepalaku sangat berharga buat kalian’

hamson tertawa mendengar setelah mendengar penjelasan adil

“tidak kuduga, ternyata orang sepertimu juga ada dalam daftar mereka?’

“mereka? Maksudmu ….kau bukan dari ANI?”

“ jangan bodoh kawan, aku Cuma penyakitan biasa yang sekarang berstatus mahasiswa seperti halnya dirimu, namun …tidak dengan nasib yang lebih baik, sudahlah, kita lanjutkan ceritanya di tempat tujuan kita”

“ kau mau bawa aku kemana?”

“sudahlah, jangan banyak tanya, paling tidak aku tidak akan merendam kepalamu di air sementara menyengatmu dengan kejutan listrik seperti yang mereka akan lakukan?” tanya

“ kau terlalu banyak nonton film” adil sedikit tenang sekarang

“sekedar informasi, aku pernah mengalami apa yang dialami aktor di film tersebut, hanya lebih menyakitkan” jelas hamson sambil mengeluarkan handphonenya dan menghubungi sebuah nomor.

“kau mau menghubungi temanmu tadi?” tanya adil

“iya, aku yakin dia tersesat saat mengejarmu, beda denganku yang sudah mengetahui hampir semua jalan di daerah ini”

“aku tidak tau apa yang sekarang terjadi dengan temanmu..tapi..aku meninggalkannya di macin dengan 2 orang temanku yang sedikit..”

“SHIT..”hamson segera memegang leher adil dengan keras, kalau sampai terjadi apa-apa dengannya, “kau akan berurusan lebih jauh denganku”

“berdoa saja temanku mendengar apa yang aku katakan” uajr adil tenang setelah lehernya di lepaskan hamson

Trittttirr..

Nama EDO tertera di layar hape

“ son, sorry, anak itu lepas, ada dua bulldog besar berpistol menhadangku, untungnya aku masih dibiarkan hidup dengan..sedikit memar dimana-mana, kau dimana?”

“oke, kau ikuti gang kecil kedua di depanmu itu,sampai kau bertemu dengan rumpun bambu, ikuti jalan setapak disebelahnya dan kau akan melihat aku dan kijang buruanmu dalam mobil yang akan membawa kita ke the roof”
***

Ray sedang asyik membaca mangascan saat tiga orang tamunya menginjakan kaki di the roof.edo didepan sedang memegangi mata kirinya yang memar, sementara adil sedang berjalan diiringi hamson dengan pistol otomatis menempel ke punggung adil.

“oke, sepertinya semua sehat-sehat saja..mari berbicara business”

“kau tidak tau apa yang aku alami di kandang singa” ujar edo sedikit emosi dengan perkataan ray

“okeh, later, aku sudah cukup bosan dengan flashback di manga-manga itu” ujar ray sambil menunjuk laptopnya.

Hamson mendorong adil dengan moncong senjatanya , memberi kode pada edo untuk menjaganya sementara dia mengarahkan benda tersebut ke arah ray

shit!, kami menantang bahaya di kandang singa sementara kau disini asik membaca komik?”

Ray tersenyum dan menjawab “ow, bagus , kemarahan dengan rima. Bayaha-singa, asik dan komik, menarik hamson, ada kemajuan di otakmu”

Terdengar bunyi klik dari pistol-otomatis hamson,”jangan bermain-main enstein..” ray senyum dan maju ke arah hamson, mengarahkan senjata tersebut tepat di kepalanya sendiri.

“silahkan, di balik kepala ini, ada ide mr.darwin, dan asal kau tau, ide itu tahan peluru, silahkan lakukan apa yang kau mau”
Hamson segera menarik kembali senjatanya .

“selamat malam mr. adil aulia akbar, atau bolehkah ku panggil elqudilovsky..? maaf atas kelancangan penjemputan ini, karena aku yakin kau tak akan datang dengan sebuah undangan dengan foto didalamnya”

“cukup, jadi apa maumu?” balas adil sedikit keras

“setaun yang lalu, kau berhasil membobol kemanan beberapa bank nasional, hanya untuk membuktikan bahwa kau bisa ..selanjutnya kau pergi tanpa mengambil apapun dari sana, sebuah prestasi yang bagiku cukup luar biasa”

“tunggu, hanya anak-anak excalibur yang tau tentang ..ehm, keberhasilan itu, jangan bilang kau salah satu diantara kami..”

Excalibur adalah singkatan dari -extraordinary cracker liberation underground-, sebuah forum diskusi para cracker, tempat sharing ilmu, atau Cuma sekerdar pamer informasi.yang bernanung disana biasa nya Cuma para cracker menengah ke atas, sementara yang tergolong noob akan pindah ke forum craker lainnya karena seleksi alam

“ehm, katakanlah begitu, walau aku tidak memiliki otakmu…. dan karena itulah aku butuh bantuanmu, untuk ‘masuk’ ke sana” ujar ray sambil menunjuk gedung rektorat, pusat segala kegiatan pemerintahan kampus.

“sistem keamanan kampus, apa yang kau cari?” tanya adil makin penasaran

“bukan hal yang besar, aku dan kedua temanku ini, Cuma mau secepatnya beranjak dari sini, dan itu Cuma bisa dilakukan dengan mengganti nilai-nilai kami dengan huruf lain..” sambil memandang edo yang sedang duduk memegang matanya, dan hamson yang memutar-mutar pemantik di tangannya.

“jangan bermimpi, aku tidak akan pernah melakukan itu”

“tentu saja kau tidak , karena kau tidak membutuhkan itu, kau Cuma akan mengganti nilai kami, itu saja “

“ jangan bodoh, tidak akan kulakukan’ ujar adil sedikit keras

“sepertinya kau lupa atau tidak mengecek apa isi inboxmu di excalibur.aku sudah memberikan tanda kepadamu ”

Adil berpikir sebentar. Kemudian terkejut
“kau OWL, mana mungkin, owl adalah seorang eksekutif muda di perusahaan multi nasional?”

“yah, itu aku, kau melupakan aturan utama di dunia cyber: hidden the truth-sembunyikan kenyataan-, sementara aku tidak akan menyembunyikan kenyataan tentang siapa kau sebenarnya, dan apa yang telah kau lakukan’

“tunggu..kalau kau adalah OWL, aku yakin kau bisa melakukan itu sendiri, karena aku juga mengikuti sepak terjangmu di dunia cyber!”

“terimakasih, namun aku tidak sehebat itu, kalau aku bisa kau tidak akan menculikmu kesini, karena kau satu-satu nya yang berhasil
menerobos sistem keamanan kampus ini sebelumnya.apa aku salah?’

Adil sepertinya sudah menyerah, “ tepatnya hampir..karena aku sama sekali belum mendapatkan apa-apa selain sebuah password.tapi baiklah , aku akan mencobanya lagi,…nm.tunggu, aku butuh tempat yang lebih….” Adil kemudian mengedarkan pandangannya ke sekitar

“perfect, tempat ini sempurna” ujarnya perlahan sambil menoleh kepada ray, yang dibalas dengan sebuah senyuman

Adil kemudian mengeluarkan perangkat dari tasnya, memasang ini itu di laptopnya.terakhir sebuah benda berbentuk antena menyudahi persiapannya.

“yup. Elqudilovsky, ready to launch” bisiknya perlahan sambil memencet tombol enter . Edo dan hamson yang dari tadi Cuma diam,sekarang bergerak mendekati adil dan ray

Tangan adil bergerak cepat menekan kombinasi angka dan huruf yang segera muncul di layar hitam di laptopnya. Edo dan hamson mengerunyutkan kening, sementara ray menatap penuh perhatian.kombinasi angka dan huruf masih terus memenuhi layar…
Setengah jam kemudian , adil mulai berkeringat..

“c’mon..c’mon..” jarinya tetap menari di keyboard, ray sudah mulai kelihatan khawatir

“DAMN !!AKU TIDAK BISA MENEMBUSNYA , sorry pals.”

Klik, sebuah pistol otomatis sekarang menempel di kepala adil.wajah pemiliknya terlihat sangat emosi, sementara edo terlihat bingung, gabungan antara senang dan khawatir, senang karena kali ini bukan dia yang menjadi sasaran si senjata, khawatir , kalau dia harus melihat,tetesan darah di malam ini, karena sepertinya hamson benar-benar sedang naik darah

‘jangan main main cebol, lakukan saja, jangan sampai aku kehilangan kesabaran” hardik hamson pada adil yang terlihat panik di tempatnya.

“TUNGGU SON !!! , dia tidak berbohong, sistem ini benar-benar belum bisa di tembus” ujar ray sambil mencoba membuat beberapa kombinasi nomor dilaptop adil

“ini seperti di RPG-role playing game-, sesuatu menghalangi kita untuk meneruskan perjalanan ke kastil, kita musti kembali ke world map untuk mencari sesuatu cara untuk mengalahkan sesuatu tersebut, sementara kita tidak tau apa sesuatu itu ”

“penjelasan keren” tukas adil sedikit senang saat ancaman itu tidak lagi berada di kepalanya. Sambil melirik takut-takut kapada hamson.

“jadi apa selajutnya enstein?” hamson bertanya kepada ray yang sekarang sedang duduk memandang kearah kampus di bawah mereka

“aku sudah menduga hal seperti ini akan terjadi, karena itu kita pindah ke plan B” ujarnya sambil melihat ke adil

“dan elqudilovsky, maaf sudah merepotkanmu, dan aku harap saat kami mengantarmu kembali ke kediamanmu, kau bisa melupakan kejadian hari ini, karena percayalah, kami akan menemukanmu di manapun kau bersembunyi saat rahasia ini terbongkar”

ray kemudian berdiri dan menoleh kepada hamson

“son, kau antarkan tamu kita kembali ke kediamannya , ingat aku mau dia utuh.” Hamson pun menoleh kepada adil

“tenang, aku berjanji aku tidaka kan mengatakan hal ini kepada siapaun, karena aku pun tidak akan beranjak dari sini sebelum aku bisa menembus sitem keparat ini ” jelas adil kemudian

“Maksudmu?” edo yang dari tadi Cuma mengeluh sakit sekarang mulai bersuara

“OWL, izinkan aku ikut dalam party mu, quest ini menjadi semakin menarik buatku”

ray tertawa, kemudian mengambil sebungkus rokok dari dalam saku jacketnya.dia mengambilnya satu kemudian menyulutnya.setelah itu dia melempar kotak nya ke adil.adil mengambil satu menyulutnya dan melempar sisanya ke hamson.hamson menangkapnya cepat,dan seperti dua sebelumnya, menyulutnya.kemudian melemparnya ke edo yang langsung di kembalikan ke edo ke pemilik semula.
Ketiganya menghembuskan rokoknya masing-masing ke angkasa.melawan dinginnya angin malam di the roof, edo Cuma menggeleng melihat ke tiga temannya itu.dia masih saja meringis, kadang berteriak ke angkasa, melawan rasa sakitnya malam itu.

CHAPTER 2 : WELCOME TO THE JUNGLE

CHAPTER 2 : WELCOME TO THE JUNGLE

“Sekian dulu kelas kita kali ini, tugas dikumpul minggu depan… selamat siang”

Dosen wanita setengah baya itupun keluar dari kelas, beberapa mahasiswa mengikutinya, menanyakan tentang tugas yang baru saja di berikan. beberapa bertanya ini itu, benar-benar tidak tau atau cuma cari kesempatan agar bisa menjilat dirinya.pragmatik atau semantik.

Seorang cewe manis berambut panjang, keluar dari kelas tak lama setelah merapikan buku dan dandananannya. Cewe itu memang sangat menarik, selain rambutnya yang panjang,hitam dan lurus. tubuhnya yang tinggi semampai memang membuat semua mata tertuju padanya, Tak terkecuali seorang pemuda cepak berkulit sawo matang yang duduk di barisan belakang, yang dari tadi mencuri pandang kepada si cewek. Saat si cewe keluar, dia pun bergerak meninggalkan mejanya, meninggalkan beberapa temannya yang memanggil –manggil namanya.sangat jelas dia bermaksud mengikuti si cewe, namun langkahnya terhenti saat
tiba-tiba nada sms dari telpon selularnya nya berbunyi. dia pun membaca tulisan yang tertera di sana :

THE ROOF.5 MENIT.RAY

SHIT!! Ujarnya perlahan,” kenapa musti sekarang”, lanjutnya dalam hati, tapi kemudian dia tetap berlari ke belakang gedung rektorat yang memang dekat dengan gedung perkuliahannya.dia berbelok ke balakng, ke arah the roof,menaiki tangga, kemudian sampai dengan nafas yang sedikit memburu.sesampai di atas, dia sudah melihat teman barunya berdiri dengan pongahnya.ujung kemeja yang tidak dikancingkannya melambai-lambai mengikuti kerasnya angin the roof.ray tersenyum melihat kedatangan edo di pintu the roof.

“untuk seorang atlit, kau terlalu pelan” ujar ray sambil melihat jam di tangannya

“diam kau , ada apa?” ujar edo sambil berusaha menenangkan nafasnya, dia baru sadar, kenapa dia harus berlari-lari demi sms bernada perintah tadi. Dia merasa sangat bodoh mau mengikuti orang ini.

“santai ….” Ujar ray bergerak kearah ranselnya.Kemudian dia mengambil botol air mineral dan melemparkannya ke edo yang kemudian segera menangkap dan meminumnya.dan setelah sedikit tenang, edo pun mendekati ray yang sekarang sudah duduk sambil menikmati rokoknya.ray pun mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

Edo membuka kertas yang ternyata sebuah foto tersebut….

“siapa mahluk aneh ini?” tanya edo sambil memperhatikan mahluk bertopi merah,berkacamata di foto itu.

“ADIL AULIA AKBAR,atau A3 a.k.a ELQUDILOVSKY , mahasiswa tahun terakhir ilmu matematika, sekaligus cracker handal yang berhasil membobol sistem keamanan beberapa bank ternama di negara ini”

“lalu hubungannya dengan misi kita?” ujar edo masih bertanya

“dia adalah pemain kunci kita, nanti malam, dia sudah harus ada disini, dan dengan keahliannya, kita akan menerobos ke sistem keamananan kampus.sistem online yang di terapkan tahun lalu benar-benar sebuah anugrah, just a simple plan ”

“apa dia bersedia?”

“normalnya tidak, dan tugasmulah untuk membawanya kemari”

“dengan sedikit kekerasan?”

“jika diperlukan..silahkan menggunakannya”

“kau bercanda?”

“tentu tidak.kau tidak sanggup?”

“ justru sebaliknya, tugas ini terlalu gampang buatku” tukas edo menjadi optimis, sambil menjentik2an tangan ke foto tersebut

“jangan gegabah, kau tidak tau kau berhadapan dengan siapa ..”

“Cuma kutu buku kecil berkacamata kan ?”

“jangan meremehkan karena kacamata, aku juga berkacamata, tapi kau tidak akan pernah tau apa saja yang bisa aku perbuat. peter parker berkacamata, tapi dia bisa bergelantungan dari gedung ke gedung, clark kent juga pakai kacamata..tapi kau tau apa yang bisa dia lakukan bukan ?“ jelas ray bersemangat

“dasar bodoh, mereka Cuma di film!” jawab edo sedikit geli

“ kurang tepat, mereka juga ada di komik dan permainan video”

“terserahmulah, tapi tidak dalam dunia nyata kita”

Ray tertawa, kemudian menyulut rokoknya, menghembuskan asapnya ke udara.“kau tau MATANGINAGA?” ray bertanya serius kepada lawan bicaranya

“ pasti, grup pencinta alam kota ini,yang sudah mendapat nama di indonesia,orang-orang didalamnya adalah para pilihan,akus udah pernah mengikuti rekruitmentnya.namun gagal.apa hubungannya dengan tikus kecil ini?”

“ tikus kecil ini salah satu dari mereka, dan nanti kau akan lebih kaget kalau kau tau dimana lubang tikus kecil ini” ujar ray sambil
memperhatikan edo yang seakan tak percaya.

“ bagaimana atlet, sanggup?”

“kenapa tidak, serahkan hal ini kepadaku, nanti malam aku akan membawanya kesini, dan dengan pengetahuan dan keterampilanya, dia akan menerobos sistem kemanan kampus” edo mengulang kalimat ray, dan kemudian melanjutkan” dan memperbaiki nilai-nilai ku
“nilai kita berdua” ralat ray sambil tersenyum. Edo sedikit heran dan mau menayanyakan hal tersebut, namun sebuah suara mengagetkannya.

“ BERTIGA “ ujar sebuah suara yang muncul dari sisi lain the roof….

Pemilik suara itu muncul dari balik tumpukan bata, besi dan kayu yang di tutupi terpal. kemudian berjalan ke arah ray dan edo sambil menikmati rokoknya , mata merah nya sekarang memandang bergantian ke arah edo dan ray yang kaget dengan kedatangannya.

“ apa mau kalian?” ujarnya menantang

“harusnya aku yang bertanya son, apa yang kau lakukan disini?” ucap ray tetap tenang

Hamson tertawa sekeras-kerasnya setelah melihat jelas siapa yang berbicara

” ray, kau masih disini rupanya! aku pikir Cuma aku sendiri yang tersisa dari angkatan kita, ternyata aku masih punya teman, dan kau tidak mau lulus sendirian kan tentunya..soalnya sekali lagi, kita adalah teman”

HAMSON MAIDI, memang berada dalam satu angkatan dengan ray, 2 tahun diatas edo.walau dalam fakultas yang berbeda,hamson merupakan mahasiswa ilmu politik. mereka berkenalan sewaktu ospek pertama kali di universitas ini.mereka sama-sama ketauan w aktu merokok di belakang gedung sementara yang lain sibuk upacara.beberapa tahun kemudian, ia tumbuh sebagai koboi nya kampus, tak ada yang tak kenal tubuh kecil dan rumbut kriwil itu.berbagai macam kegilaan dilakukannya di kampus, sampai dia mendapat julukannya sekarang : madson, si son gila.

“ apa yang kau lakukan disini son?” ulang ray

Hamson tertawa, “sepanjang tahun, ini adalah tempat ku, akulah satu-satunya yang berada disini, tiap harinya, harusnya aku yang kaget dengan kemunculan kalian yang membicarakan misi mulia kalian itu, ehm..maksudku, misi mulia kita?”

Ray kaget.dia baru menyadari ternyata di siang hari the roof adalah markasnya hamson, yah, dia mengakui dia Cuma datang tiap malam minggu, sesekali malam lain, namun baru kali ini dia ‘nongkrong’ di the roof pada siang harinya.dia sama sekali tidak menduga bertemu hamson di saat tidak tepat seperti ini, dia sudah punya pengalaman dengan mahluk satu ini.

“ maaf, kau tak bisa ikut, teman” ujar ray pelan

“owh, jangan bercanda kawan, kau kenal aku bukan? Dan kau juga kenal benda yang bisa merekam ini bukan ?” hamdi tertawa-tawa sambil memutar-mutar hape ditangannya

“sial” ujar ray pelan,sambil memegang kepalanya, mencoba berpikir, mengalihkan pandangannya ke arah lain.

Namun saat itu, ray terlambat menyadari kalau edo yang dari tadi diam bergerak ke arah hamson, mencoba merebut handphone sekaligus menyerang hamson,namun tubuh kecil hamson membuat hamson bisa berkelit dengan mudah, menangkap pukulan edo, dan melakukan bantingan yang keliahatan musthil ditilik dari perbandingan tubuh mereka.

Edo terhempas ketanah, dan hamson segera melakukan pitingan ke leher edo dan menguncinya.ray bermaksud menolong edo,namun terhenti saat hamson mengeluarkan sesuatu dari tas kecil yang selalu disandangnya kemana-mana itu, dan beberapa detik kemudian benda sudah menempel di kepala edo.

“kau sudah gila son, jauhkan revolver itu, “ ujar ray panik, karena dia tau, dia berhadapan dengan mahluk yang bukan tanpa alasan mendapat gelar madson itu.

“berpikir ray, ayo berpikir..dan sementara itu..kepala kekasihmu ini sudah bocor” ujar hamson diikuti tawa yang sedikit menyeramkan.

Ray panik, dia tidak menyangka akan bertemu dengan keadaan seperti ini, ini semua diluar rencananya, dikepalanya semuanya kelihatan sangat mudah.

“oke, lepaskan dia, kau boleh ikut” putus ray kemudian

Hamson segera melepaskan pitingan dan revolvernya dari edo kemudian berjalan mendekati ray

“pilihan bagus, jadi apa misi kita selanjutnya , katakan padaku..”

“seperti yang kau sudah curi dengar tadi, nanti malam kau dan edo menjemput seseorang dan membawanya kesini, namun ingat, tinggalkan mainan mu

“kau tak berhak memerintah, enstein dan darwin berada dalam level yang sama “ jawab hamson sambil mengarahkan mainannya ke dagu ray.
Ray tetap tenang mengeluarkan hapenya, memberikannya ke hamson,” simpan nomormu, nanti malam aku akan menghubungi kalian, dan aku akan memastikan semua disini aman”

“baiklah, semoga misi mulia ini berhasil’ ujar hamson sambil menekan keypad dan menyerahkannya kembali kepada ray.kemudian dia mengeluarkan satu bungkus rokok,mengambilnya satu dan menawarkannya kepada ray.

Ray mengambil satu dan kemudian berlalu meninggalkan hamson, menuju edo yang masih tiduran di lantai the roof , masih trauma dan bersyukur , nyawanya masih tersisa satu.
“kau tidak apa-apa?” ujar ray mengulurkan tangan
“seperti yang kau lihat..,” “temanmu itu gila,” tambahnya kemudian sambil menyambut uluran tangan ray

“hati-hati bung, aku mendengarnya” hamson berbalik dan langsung menuju dua teman barunya itu

”tapi tak apalah, toh, aku maish punya kesempatan nanti malam, “ sambil menepuk bahu edo.

”sampai jumpa..au ‘revoir” ujarnya sambil melenggang meninggalkan the roof.

Beberapa saat kemudian dia berbalik “ RAY, KAU TAU….. KITA SERI..” dikuti tawanya yang luar biasa, menggema sampai disaat dia menuruni tangga the roof. ray menyalakan rokoknya dan meniupkannya keangkasa, dikepalanya berkecamuk banyak pikiran sekarang. ternyata siang begitu panas di the roof.

COMING SOON : CHAPTER 3 : ENTER

SYMBIOSIS chapter one : the roof

CHAPTER ONE : THE ROOF
HENSHIN..CAST OFF

nada alarm ‘henshin’ dari serial kamen rider kabuto membuat seorang pemuda dengan rambut gondrong tak karuan terbangun dari tidurnya. Setelah dengan gerak reflek mematikan alarm di hape nya, Dia mengusap-ngusap matanya yang masih merah, sebentar kemudian mengambil kacamata dari meja kecil di sebelah kasurnya, memasangnya kemudian kembali memperhatikan jam di layar benda kecil tersebut.
22.00 WIB
Setengah malas, anak muda ini berjalan ke kamar mandi yang kebetulan terletak di dalam kamar kost berukuran 3×3 tersebut. Sebuah kamar yang benar-benar sederhana,sebuah kasur lantai,dengan meja kecil disampingnya, diatas meja tersebut ada sebuah laptop yang sepertinya menyala semenjak tadi. disudut kamar berdiris ebuah lemari yang sudah tidak ada pintunya, digantikan police line menyilang yang entah dia dapat dari mana .sementara di dekat lemari .peralatan makan dan minum tersusun dalam sebuah rak kecil.kamar yang cukup rapi untuk ukuran cowo, namun sepi, yang membuatnya ramai Cuma poster film,tokusatsu, manga dan anime yang ditempel di dinding kamar. Terdengar bunyi air gemericik sebentar, kemudian dia sudah terlihat lebih segar dibanding beberapa menit sebelumnya.
Setelah mengeringkan mukanya, dia menyulut sebatang rokok terakhir dari bungkus rokok di atas meja.
“nomor cantik” ujarnya kepada dirinya sendiri sambil tersenyum. Tak lama kemudian dia terlihat sudah menikmati rokoknya dengan sebuah kopi instan yang diseduhnya beberapa menit yang lalu.Kepalanya mengangguk-anguk, mengkuti sebuah lagu soundtrack anime kesukaannya yang entah sudah berapa kali diputar ulang sebelum dia tertidur tadi.setelah rokok di tangannya habis dia pun mematikan laptopnya, memasukannya dalam sebuah tas sandang, mengambil jacketnya, keluar dari kamar .kemudian mengunci pintu yang bertempelkan sebuah stiker :

AREA 51 : HUMAN ARE NOT ALLOWED HERE

***

Pemuda tinggi kurus tadi sekarang sudah berada di area kampusnya. di malam minggu begini, memang kampus tidak menjadi pilihan teratas para mahasiswa, buktinya sedari tadi dia tidak menemukan mahluk berjudul manusia , kecuali satpam di gerbang yang mukanya hampir menyerupai orc, sebuah ras di game yang pernah dimainkannya .dia terus berjalan ke arah dalam, tak jauh di belakang sebuah gedung yang dikenal dengan rektorat, tempat para penguasa kampus melakukan pekerjaan mereka.
Tempat tujuannya adalah sebuah bangunan tua yang kurang populer, awalnya bangunan ini dimaksudkan sebagai rumah sakit praktek bagi fakultas kedokteran, namun entah kenapa, bangunan ini, tidak di lanjutkan pembangunannya.di puncak bangunan berlantai 4 yang belum selesai inilah, dia biasanya menghabiskan malam minggunya, bersama kekasih setianya yang selalu dibawanya kemana –mana : irine, mendownload berbagai macam aplikasi,filem dan serial, atau sekedar membaca manga scan yang hadir tiap minggunya .dia sudah merasa menjadi raja ditempat yang disebutnya THE ROOF ini, karena memang tak ada mahasiswa yang mengaku normal, yang mau bersusah payah Cuma untuk berhot spot ria ke tempat ini.dialah dia cuma satu-satunya, paling tidak sampai beberapa detik yang lalu
Karena saat ini, ketika sampai di ujung tangga dia harus menerima fakta kalau dia bukan satu2nya mahluk yang ada di the roof malam ini , ada mahluk lain yang saat ini sudah menguasai tempatnya.

“ HOI..BEGO ,KAMU UDAH GILA YA !”

Suara seraknya tak ayal membuat membuat sosok yang berdiri di pinggiran gedung itu menoleh.tangannya yang sudah dibentangkannya di turunkannya kembali.pemuda kurus tinggi tadi pun segera berjalan ke arah si penguni baru , sambil menghisap rokok yang baru saja di isi ulangnya dalam perjalanan ke kampus tadi.

“sial, kalau kamu ga ada pasti aku udah mati, “ ujar si penghuni baru pelan, kemudian duduk di lantai teratas the roof tersebut, menghela nafasnya.
Si gondrong senyum kemudian menjawab “ya udah, napa ga kamu lanjutin aja kalo kamu yakin?” balas si gondrong skeptis, sambil duduk disamping si cowok sawo matang berambut cepak itu,menghisap rokoknya dalam.

“Rokok?” tambahnya ke arah lawan bicaranya, si cowok cepak itu Cuma menggeleng,

“ah, atlet sejati harus jauh dari rokok, salut” sadarnya kemudian tanpa menoleh ke lawan bicaranya

“ emang kamu tau siapa aku ?” si penghuni baru sedikit keheranan.

“Edo Elmonde,ekonomi 06, kapten tim futsal kampus, siapa yang ga kenal kamu? Idola wanita sekaligus musuh kaum pria ”

“idola wanita ? kamu tuh sok tau banget ya.. buktinya cewe yang aku taksir sampai sekarang melirik pun tidak !” kata –kata itu tiba-tiba saja meluncur dari mulut edo.

“ fufufu. Aku bener2 ga nyangka, kapten tim futsal kampus selemah ini, mau bunuh diri Cuma gara-gara cewe,cacad” respon si gondrong sambil mematikan rokoknya.kemudian mengubah posisi duduknya.

“ shit..akun juga ga tau apa yang terjadi ama aku , okelah, di futsal aku bintangnya, tapi ternyata itu ga berimbas apa-apa ama kehidupan di luar futsal , nilai aku hancur-ancuran, sibuk latihan, pertandingan, ini itu, dan yang aku bilang tadi, dia sama sekali ga ngelirik aku , dan lebih parahnyam kampus bangsat ini sama sekali ga ngebantu aku dalam masalah akademis! Shit !” edo berdiri kemudian menendang kerikil2 kecil yang ada di lantai the roof

“ trus mau kamu apa ?” tambah si gondrong sambil menyulut satu rokok lagi.
“ wisuda tahun ini, dan dapetin dia buat calon istri ”

Si gondrong berkacamata minus ini pun tertawa.

“ yah, silahkan tertawa, hal itu memang mustahil, aku sadar nilai aku hancur banget” ceritanya tanpa ditanya.

Lawan bicaranya terdiam sebentar, memutar-mutar rokok diantara jarinya.kemudian berdiri disamping edo yang menatap ke area kampus, “ kalau jalan itu ada, kamu mau usaha ?” lanjutnya sambil membetulkan letak kacamatanya.

“aku bakal lakuin apa aja ”

“ kamu yakin?”

“ yakin!”

“ oke,aku akan bantuin dapetin bidadari idaman kamu.kamu tinggal tunjukin ke aku , dan selanjutnya itu jadi urusan aku,dan soal akademis, kita akan bekerjasama mengubah itu semua “

edo diam sebentar, melongo, kemudian tertawa

“ hahahahahhahaa!! Kamu punya jaminan apa, sorry kawan, tapi kamu sama sekali ga meyakinkan dalam soal ini”

“ terserah kamu , aku emang ga bisa ngasih kamu jaminan apa-apa sekarang, terserah kamu juga nerima tawaran ini apa ga. asal kamu tau, ga ada untungnya juga buat aku,jadi.. silahkan lakukan apa yang anda mau ….kapten..” dan si gondrong pun berjalan meninggalkan edo, mengambil posisi duduk, masih tak jauh dari tempat edo berdiri.

Edo berpikir sejenak, tubuh tegapnya sekarang sedikit gemetar.maklum, jacket tidak ada dalam rencana bunuh dirinya, beda dengan mahluk satunya yang sudah persiapan dengan segala sesuatunya, sekarang mahluk itu tengah mengeluarkan laptop dari tasnya.

“baiklah.aku terima.apa rencanamu? “ brondong edo tiba-tiba

Si gondrong tersenyum

“tidak sekarang..aku akan kasih tau kamu beberapa hari dari sekarang, save nomor hapemu disini, dan bersiap-siap dengan panggilan dari aku ”

Edo mengambil hape ditangan lawan bicaranya , menekan beberapa nomor dan mengembalikanya ke pemiliknya

“oke, tunggu tanggal mainnya “

“ shit, sejujurnya aku ga percaya, tapi, apa boleh buat, ini Cuma karena aku ga punya pilihan apa-apa.lets see” ujar edo sambil mengangkat bahunya

“sama, aku juga ga percaya kapten tim futsal sampai selemah ini “ lawan bicaranya membalas sambil tersenyum

“whatever, kalo bisnis ini udah selesai ,aku mau balik, dingin banget, cuma orang aneh yang betah berlama-lama disini” dan berbalik ke arah pintu

“hei, kamu yakin ga jadi lompat?” pertanyaan tiba-tiba ini membuat edo kembali berbalik menghadap si penanya

“ah, terima kasih sudah menghentikan aku dari perbuatan bodoh itu ” jawab edo terlihat malu.seperti bisa membaca arah pertanyaan si penanya.

“jangan sungkan.walaupun aku ga datang, aku ga yakin kamu berani lompat”

“terserahlah, aku balik duluan, “ edo pun melangkah ke arah pintu tangga. kemudian berbalik kembali.

“sorry, perasaan aku perlu tau siapa kamu “

“ray, sastra inggris 04 “ ujar si gondrong sambil menyulut lagi rokoknya

” salam kenal. satu saranku ray , mending kamu berhenti sekarang , sebelum telat” tambah edo

Ray Cuma tersenyum kemudian menghirup kembali bungkusan tembakau tersebut, edo geleng –geleng kepala , membuka pintu dan menuruni tangga the roof,

Ray duduk bersila, merapatkan jaket nya, kemudian menghadap monitornya..

“its show time,” katanya pelan.

Dan sekali lagi, dia kembali jadi satu-satunya penghuni the roof, sendirian, ditemani angin malam yang berhembus pelan.