CARITA NAGARA 9 : Rusuh di Panjara

Chandra  sedang melakukan tapa di dalam selnya, saat kakek tua di seberang sel  memperhatikannya.

Chandra mulai berkeringat. Kemudian berhanti, dan mengatur nafasnya.

kakek tua di depannya masih melihatnya

Chandra menggeleng.

**

Chandra masih bertapa saat seseorang dengan tubuh besar dan rajah naga masuk ke dalam sel dan  mendekatinya.

Chandra  diam, masih melanjutkan tapanya

Sampai saat pukulan orang tersebut  menghantam chandra dan membuatnya terpental  keluar sel.

Chandra  membalas melancarkan serangan, tapi orang tersebut tidak merasakan apa apa, di atas sana terlihat tiga orang petugas tertawa, si Kakek tadi melihat tiga orang tersebut dan hanya menggelengkan kepala

**

Pertarungan masih berlanjut antara Chandra dan lelaki berajah naga tersebut. Tahanan lain bersorak sorai.

Apapun serangan chandra tidak membuahkan hasil, tubuh orang ini seperti terlindung kulit yang amat keras, seperti  bukan manusia. Lelaki ini membanting Chandra.

“Percuma saja kau melawan hai pengkhianat!” Terdengar suara dari atas.

“Dia adalah keturunan raksasa. ibunya di perkosa makanya bajingan ini lahir”  ucap si petugas sambil diikuti tawa rekan rekannya

“Selama ini dia ditahan di tempat spesial, sekarang aku akan membiarkannya disini, kalau dia bisa mengalahkanmu”

Chandra maju lagi, memusatkan pikirannnya berharap tangannya bercahaya, tapi percuma saja, tidak terjadi apa apa

Si kakek, seperti tahanan lain, cuma bisa  melihatnya.

“Kau harus bisa mengatasi takdirmu sendiri, Chandra”  gumam si kakek

Tidak banyak yang sadar, bahwa selain  si kakek, ada seorang tahanan lain,yang berada tidak jauh dari sel Chandra,  juga mengamati kejadian tersebut dengan serius. Bibirnya terlihat menyunggingkan senyum.

**

Chandra sudah babak belur, saat si petugas penjara datang bersama dua anak buahnya dan menghentikan si raksasa,

“Sudah.Cukup !!  Sudah aku katakan, siapapun kau dan siapa yang menolongmu keluar dari sana, tidak akan pernah bisa mengalahkanku”

“Aku akan menghabisi kalian yang mencoba melawan perintahku!” lanjut si petugas

“Siapapun kalian atau yang berada di belakang kalian, aku tidak peduli  di panjara ini aku yang berkuasa” petugas melirik si kakek

Tiba-tiba terdengar suara seperti bunyi benda yang diremuk,

Si petugas ternyata sudah tidak bernyawa. kepalanya remuk di hancurkan lelaki yang tadi menghantam Chandra.Dua  petugas lain terlihat panik, apalagi saat si keturunan raksasa membuka pintu pintu sel.

Detik berikutnya, kepala dua petugas lain sudah ikut hancur

sisa petugas  maju dan berkerumun, bermaksud membantu tapi mereka dihadang oleh para tahanan yang kemudian menghajar mereka.  Raksasa tadi kemudian membuka sel lain, membuat semakin banyak tahanan yang keluar.

Terjadi kehebohan , dan disaat kekacauan itu si kakek segera menarik chandra

“Apa kau sudah menduga ini akan terjadi”

Si kakek menggeleng

“kadang, ada peristiwa yang bergeser dari rencana,atau bahkan ramalan,  mungkin itu yang namanya takdir” Jawab si kakek kemudian.

**

Keduanya sudah berada agak jauh luar kubah panjara yang sudah dipenuhi para tahanan

“Silahkan lanjutkan tapamu” Ujar si kakek

“Ada yang harus kupersiapkan” lanjutnya kemudian sebelum Chandra bertanya

**

Chandra kemudian melanjutkan tapanya. Sendirian.

Tidak ada yang mengganggu

Angin hening. Alam diam

Entah berapa lama dia sudah bertapa. pikirannya kembali membawanya ke beberapa waktu yang lalu,

**

“Jadi..kakek adalah…”

Lelaki itu mengangguk

“Kalau begitu, kakek harusnya memberi tahu paduka!”

“Aku sudah mengabari paduka Karja tentang semuanya, tapi sepertinya ada yang mengetahui kegiatanku, sehingga sampai sekarang Karja belum membalas semua mediaku”

“Lalu,mengapa paman tidak meninggalkan Panjara?”

Chandra berhenti sejenak “ Entah kenapa aku percaya,kalau paman mau paman bisa melakukannya”

“Tidak semudah itu anak muda,aku harus mempersiapkan kedatanganmu”

“Aku?”

Si kakek mengangguk.

“Tambara juga sudah menunggu dirimu, sekarang, dia bukan lagi nagaku”

“Tapi, bukankah satu orang cuma bisa memiliki satu warna naga paman”

“Ya, tapi itu tidak berlaku untukmu”

**

Tanah di depannya bergetar, Chandra sudah tidak bisa berkonsentrasi.

Di depannya dia sudah melihat tiga raksasa, sepertinya si keturunan raksasa tadi membebaskan saudara-saudaranya yang lain, dan lebih parahya dua yang baru ini memiliki tubuh jauh lebih besar.

ketiganya kemudian menyerang Chandra dengan tinju besarnya. Serempak!

Chandra menghindar, kemudian dalam beberapa kesempatan mencoba kembali menyerang, tapi tetap saja semua serangan Chandra tidak berarti apa-apa.

Sampai tiba-tiba sekumpulan serigala  monyet datang menyerang!

Gerombolan ini sebenarnya cuma berteriak-teriak memekakkan terlinga, tapi Chandra bisa mengerti kalau mereka akan menyibukkannya sementara dia menyelesaikan tapanya

Chandra memejamkan matanya

berkonsentrasi

Tidak lama dia kembali membuka matanya

tidak, kali ini Tambara yang membuka mata!

Beberapa ekor monyet serigala terpelanting,

Chandra kemudian melompat ke angkasa dan  langsung menaiki Tambara!

Chandra  memejamkan matanya dan nyala api hitam segera menghancurkan raksasa di depannya

terimakasih, ucap chandra  lewat pikiranya

Juga kepada gerombolan monyet srigala yang sudah ikut membantunya, walau sebenarnya mereka cuma tidak ingin raksasa raksasa ini mengacau di perkampungan mereka nantinya.

**

Chandra masih di angkasa, sekarang Tambara sudah menjadi miliknya, dalam waktu singkat, dia sudah berada di pinggiran pulau panjara dimana si kakek sudah menunggu dengan serombongan besar tahanan.

akhirnya, dia datang

“Wahai teman lama’ ucap si kakek

Naga itu  meraung, menggetarkan para tahanan

Tambara menapak, Chandra masih menungganginya. Para tahanan menatapnya, menunggu kata-katanya.

“Aku  butuh bantuan kalian, Nagara butuh bantuan kalian” ucap Chandra pendek.

Si kakek pun berdiri di samping Chandra dan Tambata

“Kalian berhak tahu, aku adalah Antasera,mungkin kalian pernah dengar atau mungkin saja aku sengaja dihilangkan dari kisah kisah ibu dan nenek kalian tapi tidak apa apa kalian akan mendengarnya sekarang”

dan  Antasera pun menceritakan kisah sebenarnya, tentang peristiwa nagamurka dan segalanya, tentang Dharma dan Angkara.

Seorang tahanan tersenyum

“ Aku tidak memaksa kalian, tapi bagi yang bersedia ikut, aku sudah menyiapkan kapal, malam ini kita berangkat ke nagamula”

**

 Chandra segera terbang  menuju nagamula, untuk kecepatan, tambara memang tidak secepat nakama.tapi dia mulai membiasakan dirinya.Chandra  baru saja mulai menikmati angin yang melewati punggung Tambara saat tiba tiba langit senja berubah berwarna hitam.

Semakin dekat, barulah semakin terlihat bahwa ternyata warna hitam tadi adalah ratusan kelelawar raksasa !

dan cukup satu semburan api hitam dari tambara berhasil melumpuhkan sebagian dari mereka.

“Ke bawah sana tambara”

Tambara terbang rendah, kibasan sayapnya  menyebabakan rombongan kelelawar raksasa yang mendekati kapal berbalik arah, kembali menyelamatkan diri ke atas sana. Tapi Chandra sepertinya benar-benar sedang menikmati naga barunya. Chandra memerintahkan naganya melesat lagi ke angkasa, menuju ke arah rombongan besar kelelawar raksasa dengan kecepatan tinggi!

dan mereka yang dilewati oleh Tambara terbakar dengan nyala api hitam yang menyelubungi tubuhnya.

**

Chandra sampai lebih dahulu di nagamula. Di depan goa, sudah menunggu maharani, karja yang terlihat lebih berisi  dengan jenggot dan kumis yang di potong rapi serta seorang gadis dengan mata berkaca-kca

“ka Chandra”

Chandra kaget ketika gadis ini serta merta memeluknya.

“Aku rasa aku mengenalmu”

Kagitah mempererta pelukannya

“Aku adiknya Yurash”

Chandra membalas pelukan gadis ini

“Maaf mengganggu reuni kalian, tapi kita harus bersiap siap, setelah paman Antasera datang, kita akan kedatangan lebih banyak tamu” ucap Maharani

***

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s