CARITA NAGARA 5 – Tambara

Kepala naga dengan leher panjang tersebut muncul dari dalam kegelapan, dengan dua tanduk yang luar biasa besar di kepalanya. Bahkan tanpa tanduk itupun, dia sudah cukup mengerikan dengan kegelapan yang menyelubungi tubuhnya.

Tidak, kegelapan itu tidak menyelubunginya,kegelapan itu adalah tubuhnya sendiri, berupa api hitam menyala dari setiap kulitnya, sementara bagian yang tidak tertutup  api tersebut, seperti bagian kepala, adalah sisik hitam yang mengkilap mengerikan.

Chandra bergerak  kebelakang,  Makhluk di depannyai menggeram.

Lelaki muda ini kemudian melompat ke samping. Menghindar. Bahkan geramannya saja membuat  ruangan ini bergetar luar biasa.

Chandra kemudian mundur, mengambil jarak aman dari serangan naga tersebut.

Tapi benarkah jarak aman itu ada?

 Apalagi ketika muncul sayap raksasa  yang mungkin bisa menutupi tubuhnya sendiri,

Sayap tersebut  mulai mengepak pelan

Chandra masih  mencoba bertahan di tempatnya.Ada sesuatu yang membuatnya bertahan disana, ada keinginan dari dalam hatinya untuk berbicara dengan makhluk didepannya ini.

“Aku Chandra” ucapnya pelan, seakan naga itu bertanya kepadanya

tapi lagi lagi naga didepannya cuma menggeram.

“Kamu siapa?” Chandra bertanya, dia sendiri tidak tau bagaimana pertanyaan itu bisa muncul di kepalanya

dan lagi lagi yang terdengar cuma geraman.

“Baiklah, aku tidak punya maksud buruk.”

Sebenarnya Chandra berniat menjelaskan kejadian bagaimana dia tadi di jebloskan kedalam tempat ini oleh tiga orang petuga, tetapi dia membatalkan niat tersebut karena Naga itu terlihat seakan mengamati chandra

Makhluk hitam itu kemudian begerak Ke kiri dan kekanan, masih mangawasi manusia dihadapannya.

Walau ada bagian dirinya yang ingin terus bercakap-cakap dengan naga ini, tapi bagian lain, melihat peluang untuk melarikan diri.

Karena itu, ketika naga itu masih mengamatinya, Chandra kemudian melompat  breguling, dan kemudian berlari  ke arah lorong kelam  di belakang naga tersebut , tempat dimana naga tersebut muncul.

Chandra bertaruh !!

**

Chandra yakin naga itu masih berada di belakangnya, karena dia dapat merasakan hentakan kaki raksasa tersebut. Tapi Chandra juga yakin, dengan empat kaki besar tersebut, yang berbeda dengan Nakama yang punya dua kaki depan yang lebih menyerupai tangan, tentunya pengejarnya ini ini punya gerakan yang tidak terlalu cepat.

dan Chandra akan memanfaatkan hal tersebut!

Chandra masih meraba raba  dalam gelap. Ada satu pikiran di kepalanya, mahluk apa lagi yang akan datang dan berumah didalam sini.

tapi ketika kau sudah menghadapi  naga raksasa, apalagi yang bisa jauh lebih buruk?

Chandra kemudian berlari, sampai kemudian dia terjatuh kedalam sebuah lorong panjang  yang berujung pada sebuah mata air  kecil  yang mempunyai penerangan dari obor kecil, seakan disni ada penghuninya.

Tanpa berpikir panjang, Lelaki muda tersebut langsung meminum air tersebut.

Ruangan itu kembali bergetar, Naga itu meraung, mungkin karena kehilangan buruannya.

Chandra tidak tau pasti dia dimana, dia duduk sejenak kemudian mengatur nafasnya. Yang pasti dia masih di pulau panjara, dan kalau dia masih didalam bangunan tadi, berarti bangunan ini sungguh sangat besar.

Chandra kemudian menyeret kakinya mengikuti air bawah tanah tersebut, dia berjalan dan terus berjalan, dia tidak tau sudah berjalan berapa lama, dalam kepalanya mungkin dia sudah berada di bagian lain pulau panjara. Selintas,  terbesit dikepalanya untuk peluang bebas merdeka,tapi dia buru-buru menghilangkannya :  Selamat dari naga hitam raksasa tadi sudah merupakan  keberuntungan yang luar biasa.

Dia mulai merasa lelah, kemudian dia duduk, sepi, cuma tetes air yang menemaninya. Sampai kemudian  Chandra menangkap  kalau dia tidak benar benar sendirian. ada beberapa kelelawar yang sekarang tengah berada tidak jauh darinya.

Chandra segera  melompat dan menangkap satu kelelawar berukuran kecil

Mudah

karena ini bukan pertama kali baginya!

Latihan dan pertapaannya  di gunung Nagamula  kurang lebih menuntutnya melakukan hal yang sama, bedanya kali ini dia dalam kegelapan.

Dia patahkan leher makhluk kecil tersebut, setelah sebelumnya berdoa dan meminta maaf kepada Dewa.

Disaat seperti ini tiba-tiba makanan di selnya terasa sangat istimewa.

**

Chandra berjalan lagi, memanjat sebuah reruntuhan dan mendapati dirinya berada di sebuah ruangan yang hampir mirip dimana dia bertemu dengan naga hitam raksasa tadi. Dia bermaksud turun lagi ke bawah, saat tiba tiba ada langkah langkah kaki yang mendatanginya

Bukan, ini bukan berasal dari kaki naga raksasa.

Sebuah obor di ruangan ini cukup memberikan kenyamanan, sekaligus kengerian.

Bagaimana tidak, langkah langkah kaki tadi ternyata milik gerombolan monyet- tapi bukan monyet biasa, karena kepalanya lebih mirip kepala srigala. Belum lagi, ternyata bukan cuma di depan Chandra, tapi beberapa dari mereka sudah menempel dan bergelantungan di dinding

Chandra masih berpikir apa yang harus dilakukannya, saat seekor dari kawanan ini menggeram kemudian  menyerangnya.  Chandra berhasil menghindar, kemudian langsung menyarangkan sebuah tendangan pada kera-serigala tersebut.

Melihat kawannya jatuh , dua yang lain segera maju.

Chandra masih mampu menguasai diri. Dia mengambil sebuah tongkat yang entah kenapa berada disana.

Chandra memutar tongkat tersebut, bergerak maju,  kemudian berhasil melukai mata salah satu dari kawanan tersebut tersebut, Chandra  melompat lagi  dan mematahkan kaki yang lain.

Chandra menyerang lagi, tapi  ini justru menjadi gerakan bunuh diri, karena  ternyata yang  didepannya ini berbeda! Chandra baru menyadari saat  melihat sebuah tanda di wajah makhluk yang ternyata juga punya ukuran berbeda dari yang lain.Chandra berkesimpulan,mungkin yang sekarang tengah dihadapinya  merupakan pimpinan dari kawanan ini.

Srigala berbulu kera ini berhasil membanting Chandra!

Chandra tersudut,kawanan yang bergelantungan turun, dan ikut mendekatinya.

Chandra memejamkan mata, berharap tangannya kembali bercahaya seperti sebelumnya.

Tapi sia-sia

Dia mulai ketakutan

Makhluk yang tadi membantingnya lagi-lagi mendekatinya, menghajarnya dengan sebuah pukulan yang cukup keras!

Walau tidak ada gunanya, Chandra kemudian paham, mahluk didepannya ini bermaksud menjadikannya mainan dan tempat pamer kekuatan, sebelum kemudian membiarkan kawanannya menyelesaikan pekerjaan mereka.

Saat itulah, tiba tiba suara besar datang!

Chandra mengenalinya, Raungan yang menggetarkan ruangan!

Naga hitam segera mencabik beberapa kawanan kera-srigala tersebut. yang lain pun segera menghindar,termasuk sibesar yang berhasil mengalahkan Chandra. Sebagian berlari, Chandra masih sempat mengamati beberapa yang lain kabur dengan memanjat dinding ke sebuah sudut ruangan yang tidak terjamah cahaya.

Chandra tidak tau pasti, kemana pergerakan mereka tapi satu hal yang lelaki ini tau

Dia bari saha lepas dari mulut srigala masuk ke mulut naga!

**

Naga hitam itu masih disana

Dia meihat kearah Chandra, entah apa yang dia coba pelajari.

Chandra beringsut mundur,

Dia memandang keatas, kebagian gelap dimana sebagian makhluk tadi melarikan diri.

Dia mungkin tidak bisa menempel ke dinding seperti serigala-kera atau kera-serigala tadi, tapi dia bisa melakukan sesuatu yang lain!

Lagi-lagi, Chandra bertaruh!

lelaki ini menatap mahluk besar di depannya. Kemudian dia mengambil ancang-ancang, sejurus berikutnya dia berlari dan melompat menjangkau tanduk naga tersebut!

Chandra memanjat, masih berpegangan kepada dua tanduk raksasa tersebut. Sang pemilik tanduk terlihat kesakitan, atau marah, yang pasti sang naga mengangkat kepalanya, sayapnya mengepak, chandra berdiri dan melompat ke langit langit.

Chandra benar, ada celah disana.

Naga tersebut marah, tapi Chandra  sudah lebih dahulu melompat keluar!

**

Dia sudah berada dibagian entah dimana dari pulau panjara, sejauh mata memandang dia cuma melihat hutan hutan pohon raksasa. Tapi mengukur  brapa lama dia dibawah sana, posisinya sekarang mungkin tidak terlampau jauh.

Melarikan diri.

lagi-lagi pikiran itu muncul di kepalanya.

mungkin ini peluang.

Dia terus berlari

Entahlah.

Dan berlari, makin masuk ke dalam hutan raksasa tersebut.

Saat tubuhnya terasa mulai lemah, dia kemudian memanjat sebeuah pohon raksasa,mencoba melihat sekitarnya,  tapi tetap dalam gelapnya hutan dia tidak melihat apa apa. Akhirnya,, dia pun memilih bersandar, menenangkan diri sejenak.

Dia bersila, mengambil nafas, memejamkan mata.

Chandra bertapa.

Naga itu masih ada dalam kepalanya

Dia masih tidak bisa memusatkan pikirannya

mungkin karena ketakutan, mungkin karena kelelahan, yang pasti cuma naga itu yang sekarang menuhi kepalanya

Sampai angin bertiup kencang :sang naga terbang tepat  diatas Chandra!

kemudian menukik cepat tak jauh dari pohon dimana Chandra bertapa.

Bagaimana dia bisa tahu aku disini

Naga itu kemudian berjalan , menhempaskan kaki kaki raksasanya.

sayapnya mengibas   mengakibatkan Chandra  terhempas!

Naga tersebut menjulurkan kepalanya, meraung lagi.

Kepala naga itu sudah sangat dekat saat tiba tiba sekelebat bayangan datang dan menahan kepaala naga tersebut dengan sebelah tangannya yang ringkih.

Chandra mengenalnya: si kakek tua di sel depan!

kenapa dia bisa ada disini?

“Mundurlah Tambara, dia bukan orang jahat”kata si kakek seakan berbicara kepada anaknya sendiri

Naga itu masih menggeram

“Mundurlah, dia adalah teman” si kakek masih di posisinya semula.

Naga itu menggeram lagi

Si kakek memejamkan matanya, kemudian melirik kearah Chandra sejenak, kemudian menganguk paham.

Naga itu pun kemudian menunduk mengatupkan sayap raksasanya

Entah kenapa, dimata Chandra sekarang dia terlihat lebih ramah

“Berdirilah Chandra, tidak usah takut” ucap si kakek

“Aku, aku tidak takut”

ucap Chandra kemudian berdiri

“Kau takut dan itu biasa” lanjut si kakek tersebut

“Tambara memang naga yang menakutkan, kalau kau tidak mengenalnya”

“Tambara ?” ulang chandra

si kakek mengangguk.

‘Walau lahir di kegelapan dia anak yang baik “ Jawab si kakek sambil mengelus ngelus kepala naga yang bernama Tambara tersebut.

Chandra masih mengatur nafasnya

“Lalu, Kenapa kakek ada disini, siapa kakek sebenarnya?

sementara  yang ditanya cuma mengelus jenggot putihnya, kemudian tersenyum.

**

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s