Kak Cleo

Aku jatuh cinta dengan seniorku ini semenjak pertama kali menginjakkan kaki di SMP ini : masa perkenalan siswa.

Jadi (bukan sombong bukan sihir), berkat nilaiku yang super canggih waktu lulus SD, aku bisa bergabung dengan kelompok anak-anak kelas unggulan, karena itu tentunya senior pembimbing kami selama masa perkenalan tersebut juga  bukanl senior biasa, melainkan  para petinggi OSIS. Mungkin maksudnya agar kami bisa belajar banyak dan  sekaligus kami disiapkan untuk menjadi penerus para siswa siswi terbaik tersebut. Mungkin…

Dan…

Ini dia, Kak Cleo,  Gadis cantik berambut pendek yang sedang duduk disebelahku ini, sang ketua OSIS kami, bersama kacamata minus frame hitamnya, kehadirannya selalu membayangi masa puberku. Bagaimana tidak, dia mirip gadis-gadis di kartun jepang favoriteku!

“Deares, bisa nyanyi juga?”, tanyanya waktu salah seorang teman kami bernyanyi di panggung depan saat acara penutupan MPS, konon, temanku ini  anak band semasa SD nya.

 luar biasa, SD sudah bikin band, lagu apa?

Jujur, waktu  itu aku gugup,bukan cuma karena idolaku ini duduk tepat di sebelahku, tapi karena dia bisa tau namaku, padahal itu bukanlah hal yang menakjubkan, jelas namaku terpampang besar di karton yang tergantung di dadaku.

DEAREST MAHAYANA

bodoh

Aku menggeleng.

Aku sebenarnya suka menyanyi, tapi wujudnya cuma dalam bentuk  teriakan penuh semangat lagu-lagu pembuka kartun yang ditayangkan di televisi waktu itu.

Jelas tidak mungkin aku menyayikannya di panggung depa, sementara penontonku adalah mereka yang sudah hafal lagu boyband eropa saat itu, entah mereka yang terlalu cepat dewasa, atau aku saja yang kelewat bego.

Alternative lagu lain yang sedang berputar di kepalaku cuma lagu dangdut.

Sama saja, aku percaya dangdut  bukan pilihan baik yang dinyanyikan di depan sama

“Kakak, suka nyanyi juga?” tanyaku balik, mencoba terlihat normal

Dia  menggeleng

Kemudian kami diam diaman lagi,

dan aku diam-diam memperhatikannya

Aku menyukainya, diam diam.

**

Beberapa waktu kemudian,aku lupa kapan, pokoknya aku masih duduk di bangku kelas satu , aku mendengar kabar bahwa  kakak idolaku ini sudah resmi berpacaran dengan teman seangkatanku.

Sial.

Bukan, bukan anak band tadi. Temanku yang keren tadi sudah jadian juga dengan gadis paling cantik sekelasku, pakai kacamata juga, rambutnya ekor kuda. serius, aku tidak bohong, anaknya lucu .

Ah, kenapa aku dulu tidak ikut band ya?

Kembali ke cerita kak Cleo. teman angkatanku yang jadian dengan bidadari SMP ku ini kata teman-temanku seorang : preman,

Preman?

atau mungkin tidak, mereka saja yang melebih lebihkan.

Preman itu umumnya menakutkan, tapi temanku ini tidak,

Temanku ini cuma…berbeda.

Selain tidak ikut MPS. Dia jarang terlihat di sekolah dan  lebih suka di warung samping, tempat yang aku hindari, karena aku cuma pasti akan jadi bahan bullian.. dan kemudian uang jajanku raib.

Rambut kekasih kak Cleo ini di cat merah, tubuhnya tinggi diatas rata-rata, Aku yang paling tinggi di kawananku saja masih kalah tinggi dengan mahluk ini

Ya, temanku ini memang terlihat keren

Apa ya sebutannya?

Badboy ?

aku pernah mendengar teman -teman cewek menggunakan istilah itu. Walau aku tidak begitu  yakin, tapi mungkin jika didefinisikan itu yang paling mendekati.

“Udah, cabut sana ” ujarnya ketika beberapa senior mencoba meminta uangku sore itu, bak superhero dia datang.

Namanya Sam, aku lupa  menambahkan di telinganya ada anting, aku tidak mengerti bagaimana ceritanya para guru membiarkannya seperti demikian, padahal terakhir aku lihat peraturan sekolahku tidak sebegini longgar, apalagi soal pakaian dan kerapian.

Sementara, aku sebagai anggota OSIS ( yang bergabung karena ingin lebih dekat dengan kak Cleo )  harus tampil rapi dan memerikan contoh yang baik, walau sebenarnya kalaupun aku tidak menjadi anggota OSIS, aku juga tidak akan mengeluarkan kemejaku. Takut, juga tidak PD sama sekali.

Entahlah, mungkin aku yang tercupu di kelas, bahkan dalam seluruh angkatanku.

Aku masih bersama Sam, ketika kak Cleo datang.

“Hai Dearest” ucapnya sambil tersenyum

Aku membalas senyumannya dengan cepat, kemudian melirik Sam, takut-takut dia melihat kalau aku membalas senyum kekasihnya, dan dia marah, kemudian menyuruh teman-teman seniornya tadi memalakku.

Aku kemudian pamit pada keduanya. Ah, aku cukup bahagia, sepanjang perjalanan menuju tempat les sore ini, aku tersenyum-senyum sendiri.

Kak Cleo masih mengingatku, dan itu sudah cukup.

**

Aku bahagia, aku sudah resmi jad anak SMA favorit di kota kecilku, yang lebih penting, aku masuk SMA yang sama dengan  kak Cleo.

Satu lagi,  kak Cleo sudah tidak lagi bersama Sam.

Sayangnya aku punya saingan baru. Dia seniorku satu angkatan dengan kak Cleo, orang yang menghajarku habis-habisan ketika MOS ( Masa Orientasi Siswa) di SMA ini. Aku menangis dengan sukses saat dikerjai oleh mereka. Cengeng.

 “Sayang banget lo cemen, cupu ! kalau lo mau, dengan badan kaya gini lo bisa jadi jendral sekolah ini”

Ujar sang jendral itu sendiri,  namanya Naga.

Bang Naga agak beda dengan Sam, walaupun  dia bandel dan suka berantem, dia adalah seorang prodigy, langganan olimpiade, jago olahraga, pokoknya semacam pentolan sekolahan. Belum lagi wajah orientalnya yang keren habis, paket lengkap sudah.

Jangan salahkan kalau aku iri sekaligus mengidolakan sainganku ini.

Makanya, aku pasrah saja. Memang tak ada yang bisa membatah kalau Bang Naga memang cocok dengan kak Cleo, si senior cantik yang sekarang memanjangkan rambutnya, tetap berkacamata, tetap berkilau, tetap memukau.

Sayangnya, kami sudah tak terlalu sering bertegur sapa, paling kami cuma melempar senyum saat bertemu di koridor yang menjadi pemisah antara kelas IPS, kelasnya kak Cleo dan bang Naga, dan kelas bahasa, pilihanku.

Seperti pagi itu, aku sempat melihat mata kak Cleo sembab, namun aku terlalu takut untuk bertanya. Sampai dalam kelas barulah aku tau apa yang telah membuat mata indah itu terluka.

“Lo udah liat ini?”

Pagi yang dingin di kota dengan curah hujan tinggi ini mendadak panas!

seorang temanku yang satu tongkrongan di warung belakang memperlihatkan sebuah foto yang dia katanya  dapat langsung dari bang Naga.

Aku sangat kenal gadis dalam foto itu : kak Cleo

Bedanya, gadis di foto tersebut tidak tertutup apa-apa

**

“Bang, bisa ngomong bentar?”

Aku mendekati meja bang Naga  yang sedang asik  tertawa dengan teman-temannya, dari ponsel  ditangan dan kepuasan di wajah mereka,aku tau mereka sedang membahas apa

“Kenapa? ngomong aja bro ” Naga  berdiri. Aku menatapnya  dari balik kacamataku.

Detik selanjutnya, Aku langsung memukul wajahnya, membuatnya terjerembab.

“ANJING !!!” Cuma suaraku yang terdengar.

Riuh warung ini seperti terhisap dalam pusaran emosiku. Semua diam.

 …ternyata  tak lama, karena teman-temannya bang Naga bergerak mendekatiku

Tapi, Bang Naga menghalangi mereka.

“Mundur. ini urusan gue”

Aku maju merengsek, kami bergumul. seragam putih kami sudah kotor oleh tanah dan debu di sekitar warung.Terdengar riuh dan bisik bisik kembali, tapi aku tau, kalau ini pertaruhan, tidak ada sepeserpun, tidak ada seorang pun yang bertaruh untukku

Beberapa pukulan dari bang Naga bersarang di wajhku, beberapa sempat aku tangkis dan hindari. Reflek. Dan mengikuti instingku saja, aku juga berhasil mendaratkan beberapa pukulan ke wajahnya.walau, kalau di hitung secara teknis, aku jelas kalah angka!

Ini dia! di satu kesempatan, aku menangkap tubuh Bang Naga, dan entah kenapa malah kata katanya yang terngiang di telingaku,

dengan ukuran tubuh ini, harusnya aku…

Teman temannya bergerak maju, tepat ketika aku membanting jendral mereka ke tanah,. kemudian mengangkat kerah seragamnya, memaksanya berdiri lagi. Dengan terhuyung huyung, sang jendral Naga tetap tersenyum.

Namun entah darimana ( yang beberapa waktu kemudian aku curiga kalau aku mempelajarinya secara tidak sadar dari kartun-kartun yang aku konsumsi ), aku membuat sebuah tendangan melingkar yang kemudian menghantam dadanya, membuat dia roboh, sekaligus menghentikan gerakan teman temannya.

“Aku mengaku kalah” ucapnya pelan tapi cukup bisa didengar beberapa orang disana, Dan entah kenapa, Bang Naga tersenyum puas.

**

Semenjak saat itu, aku tidak lagi seperti dulu, Dearest, bukan lagi anak kesayangan seperti namanya yang dulu. Aku bukan lagi bocah pendiam, bukan lagi kutu buku yang cupu, atau kupu kupu yang lucu.

Sekarang aku adalah Ares- sang dewa perang, yang mau mencari masalah silahkan temui dia kafe  belakang, sedang ditemani segelas kopi atau sepiring goreng pisang.

Berkat Kisah epic legenda dan mitos yang dilebih-lebihkan : Ares the dragon slayer– Ares sang pembantai naga, menjadi titik tolakku untuk berevolusi dari rantai makanan paling bawah menjadi titik puncak piramida : jendral baru di SMA. Aku tidak ingat lagi berapa perkelahian yang aku menangkan di sekolah, dan berapa puluh kali aku turun ke jalan untuk berada di garis depan, menghancurkan sekolah lawan.

**

Menjadi mahasiswa senior yang disegani di bangku kuliah, seharusnya membuat aku punya akses luar biasa untuk para gadis yang kuinginkan. Sayangnya, hatiku sudah terkunci dan seseorang di pulau seberang, memegang kuncinya.

Begitulah, tak lama setelah peristiwa tersebut, kak Cleo pindah sekolah ke pulau seberang, dan melanjutkan kuliah disana. Terakhir yang aku dengar, kak Cleo sudah dilamar seniornya, seorang pria baik yang sekarang tengah melanjutan studinya di Mesir sana. Selanjutnya, aku juga mendengar kabar kalau kak Cleo sekarang sudah memutuskan menutup rambut indahnya, yang tetap  tidak mengurangi  kecantikannya.

Senior cantik berkacamata minusku, tengah berevolusi menjadi bidadari.

Jadi, apa artinya berada di puncak piramida kalau kunci hatimu seakan sudah dibuang di sungai Nil sana.

Eh, benar kan ya sungai Nil ada di Mesir?

Soalnya, seperti yang juga terjadi dengan rambutku, aku sudah hampir tidak ingat lagi kapan terakhir kali merapikan isi kepalaku.

END

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s