Boks Telepon Rahasia

Beberapa hari belakangan, di kampusku sedang berhembus sebuah cerita baru, bukan tentang siapa yang jadian dengan siapa, atau si itu yang jadi peliharaan dosen. Kali ini cukup berbeda :  boks  telepon rahasia. telepon curhat misterius, kotak telepon ajaib, atau apalah namanya. Pokoknya,  menurut cerita yang beredar di kelas,  koridor dan di kantin, konon tidak ada yang pernah tau kapan dan dimana boks  ini akan muncul, dan  masih menurut cerita, setelah dipakai konon boks ini akan menghilang begitu saja,  makanya tidak heran kalau boks telepon ini  menjadi topik menarik, terutama di kalangan teman-temanku. Namun aku tidak tahu pasti , berapa orang yang benar-benar pernah melihat dan menggunakannya. Tebakanku,  lebih banyak yang kemudian sok tau dan menambahkan segala sesuatunya,mulai dari warna kotak telepon yang berbeda beda :  dari merah, kuning, biru.  sampai cerita bahwa juga ada yang pernah melihat sosok berjubah dan bertudung hitam yang mengawasi dan menjaga boks telepon tersebut. Gosip yang lain mengatakan siapapun mereka yang sedang punya masalah yang benar-benar  menginginkan seorang teman bicara dan pendengar yang baik, maka boks itu akan muncul dengan sendirinya, dan suara diseberang sana, akan mendengarkan dan memberikan solusi yang membuat semua permasalahan di kepala menjadi sirna seketika.

Jelas, yang terakhir ini merupakan bumbu tambahan-penyedap rasa cerita, karena kalau memang demikian, maka tentu aku akan menemukannya tiap hari. Setiap jam. Malah, mungkin di setiap aku membuka mata.

**

Aku jenis orang yang tidak terlalu terbuka. Memang, aku punya beberapa orang teman, tapi tidak ada yang tahu siapa dan bagaimana aku sebenarnya. Menurutku,  aku terlalu banyak punya masalah dan rahasia yang aku simpan dan tidak bisa aku ceritakan.

Apa kabar dengan boks telepon rahasia?

Awalnya aku tidak terlalu peduli dengan cerita ini, tapi lama-lama, karena semain banyak yang bercerita, aku menjadi cukup penasaran. Apalagi,hari ini aku mendengar banyak informasi baru lagi, seperti, walau suara di telepon itu berubah dan beragam, suara tersebut sangat menarik, indah, menenangkan, dan beberapa temanku menambahkan semacam kata sexy dan menggoda, pokoknya suara lawan jenis  (ya, menurut yang sudah menemukan kotak telepon ini,  suara yang muncul akan selalu suara lawan jenis ) ini benar benar membuat betah dan kecanduan. Bahkan teman sekelasku berkata dia tidak akan menolak mendengarkan suara si lelaki ditelepon ini setiap hari, setiap jamnya, padahal, dia sama sekali belum pernah menemukan kotak ajaib ini.  sakit

**

Aku menunggu di beberapa tempat yang pernah disebutkan teman-temanku yang berpengalaman menemukan boks telepon ajaib ini. Namun, entah sudah berapa batang rokok yang sudah kuhabiskan, belum terlihat tanda-tanda kemunculan tempat yang sedang jadi bahan pembicaraan ini. Aku mengadarkan pandangan dan berharap bisa menemukan orang yang tiba-tiba menghilang atau hal hal aneh sejenis yang mungin bisa mengantarku ke boks telepon ini, tapi sayangnya, yang kudapat cuma rasa lelah dan mata yang mulai mengantuk. Sepertinya aku harus kembali ke kasur tipis di kostan dan mendengar cicak yang belakangan sedang hobi bersetubuh sampai pagi. ternyata benar kata gosip yang beredar : kamu tidak bisa menemukannya, dia yang akan menemukanmu.

Bahan tulisan potensi halaman depan untuk koran dimana aku bekerja paruh waktu, hilang sudah.

**

Waktu pun berlalu, dan pembicaraan tentang boks telepon rahasia ini sudah berangsur menghilang, tidak ada lagi yang benar benar  bertemu atau mengaku  bertemu dengan boks ajaib ini, topik terbaru yang sedang hangat adalah tentang uang beasiswa  yang sudah bisa diambil, beberapa temanku terlihat bahagia, dan memutuskan untuk shopping, membeli tas atau sepatu baru.

Sakit.

Sore itu, sepulang dari kampus, hujan mulai turun membasahi aku dan congo tuaku, maka aku pun memutuskan untuk berteduh di sebuah halte yang kebetulan sedang sepi. Cuma aku dan seorang bapak pedagang rokok dan kopi eceran yang ada di tempat ini.  Aku membeli beberapa batang rokok dari si bapak untuk menemani isi kotak rokoku yang mulai sepi. Aku mengambil satu batang, membakar dan mengisapnya perlahan.

Hujan memang selalu berhasil menjadi proyeksi dari pikiran dikepala kita, bukan cuma kenangan bahagia, tapi juga hal hal pahit yang meringkuk dalam sisi tergelap kepala. Kepalaku mulai sakit. Aku masih mengisap rokokku, membayangkan asapnya sampai di rongga kepala, berkelahi dengan hantu-hantu yang muncul dari masa lalu. Tapi gagal. Ada ruang pikir di kepalaku yang berteriak tanpa suara, aku-butuh-teman-bicara-untuk-saat. ini-juga.

dan si Bapak penjual rokok, entah sejak kapan sudah menghilang dari tempatnya semula.

Rokok di tanganku sudah nyaris habis, saat tiba tiba, di seberang jalan di hadapanku ada sebuah boks telepon berwarna hitam. Aku mengusap mataku, dan ternyata boks itu masih disana, tapi bentuknnya agak berbeda dengan yang sering kudengar, dan aku sama sekali aku tidak melihat sosok berjubah dan bertudung hitam yang menjaganya seperti yang pernah diceritakan salah seorang temanku.

Whatever, Aku menembus hujan dan berlari ke seberang jalanan sepi sore itu. kemudian masuk ke boks telepon tersebut.

Aku belum sempat berpikir, ketika telepon di boks itu berdering.

Aku ragu, tapi suara dikepalaku yang dipenuhi rasa penasaran pun membuatku mengangkat telepon tersebut..

Terdengar isak tangis seorang dari seberang sana.

Aku cukup heran, ini tidak seperti yang diceritakan anak-anak. Tapi entah kenapa aku tetap mendengarkan tangis perempuan tersebut, kemudian mulai larut dengan cerita tentang kedua orangtuanya yang selalu ribut, kakaknya yang sekarang di rumah sakit jiwa, dan cerita yang lainnya. Perlahan ingatanku melayang ke rumah, dan kemudian tersenyum. aku mulai merangkai kata untuk menenangkannya, sampai isak itu tidak lagi terdengar. Kami terus bercerita, dan tidak tau entah berapa lama kemudian, pembicaraan kami ditutup dengan sebuah ucapan terima kasih.

Telepon pun dimatikan, aku menghela nafas, dan tersenyum lagi.

Baru saja  aku hendak meletakkan kembali gagang telepon , benda  di tanganku itu berdering dan bergetar lagi.

Kali ini suara berat seorang lelaki!

Lagi-lagi ini tidak seperti yang diceritakan teman temanku, bukankah harusnya aku  juga  ikut bercerita? bukan sekedar mendengar? dan menurut cerita mereka,  bukankah suara yang kudengar  harusnya terbatas  kaum hawa saja?

Ta peduli dengan apa yang kupikirkan, pria yang cuma kudengar suaranya itu pun mulai bercerita, tentang bagaimana  dia sudah mengkhianati pernikahannya yang baru berjalan 2 bulan..

..dengan seorang lelaki, yang mana merupakan mantan kekasihnya sebelum menikah.

Awalnya, dia pikir menikah akan mampu mengubah semua, tapi ternyata..

Aku menghela nafas, tidak berkata apa-apa.

Pikiranku kemudian melayang pada seseorang.

Suara diseberang sana kembali menyadarkanku.

“Maaf” ucapku kemudian, dan dia kembali melanjutkan ceritanya, aku tidak tau sampai  berapa lama.

Yang aku tau, ketika telepon ditutup, dan aku menggantungkan gagangnya kembali, akhirnya aku sadar, bahwa aku tidak sendirian.

Ada perasaan lega yang membuncah di dadaku.

Di luar masih hujan, tapi sepertinya aku akan melanjutkan perjalananku di bawah hujan, sudah  terlalu gelap di luar sana. Aku pun membuka pintu boks telepon ini,

dan

gagal!

Aku mencobanya lagi, tetapi hasilnya masih sama.

Aku tertawa sendiri, kemudian menyalakan rokokku.

Sial, cuma ada satu batang rokok lagi di kotak, aku tidak menyangka aku menghabiskan sekian batang ketika mendengarkan cerita di telepon tadi.

Andai aku membeli lebih banyak

Tiba tiba, pintu boks ini berderit, di bawah huJan di luar sana,cuma dipisahkan pintu kaca, aku melihat sosok berjubah hitam menempelkan tangan kurusnya di kenop pintu.

Sekarang, aku benar benar tidak sendirian.

 END

Advertisements

One thought on “Boks Telepon Rahasia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s