Matahari yang ternyata tidak terlalu panas

Kalau di seri sebelumnya : BULAN, ada  perlombaan ala hunger games + binatang raksasa dalam rangka mencari bunga matahari pertama mekar, maka setelahnya, giliran saya bertarung dengan ketidaksabaran menunggu terbitnya MATAHARI Tere Liye ini, apalagi setelah kemudian muncul bocoran cover terbaru yang lebih panas  dan makin menjanjikan, dan syukurlah, beberapa hari setelah ada di toko buku, saya pun bisa membaca novel ini..

.. dengan meminjam di tempat peminjaman buku langganan saya.

sinopsis-novel-matahari-karya-tere-liye
cover cantik nyulik dari google, konon Bulan dan Bumi akan di cetak ulang dengan cover sejenis ini

Seperti seri sebelumnya, bumi yang bersetting di klan bulan, bulan yang mengambil setting di klan matahari, maka matahari ini mengambil setting di klan yang konon punya teknologi paling tinggi di antara 4 klan : klan bintang,  yang ternyata bersembunyi di dalam perut bumi.

kali ini, petualangan trio kebalikan trio Harry Potter ini tidak lagi memakai teleport buku kehidupan nya raib, tapi memakai ILY, kapsul bikinan Ali : masuk perut bumi, melawan ular raksasa dan kelelawar,  bertemu dengan tetua klan bintang, menikmati segala teknologi disana, dan akhirnya, menjadi buronan dan akhirnya, mempersiapkan diri untuk sebuah perang besar di seri berikutnya: BINTANG, yang kemungkinan akan mengambil setting di permukaan bumi dengan musuh bersama yang ‘mendadak’ ternyata ingin menguasai dunia…

 **

Ali, si jenius  dari klan bumi, mendapat porsi yang lebih besar di novel  ini, terutama di bagian pembuka, kita akan diantar dengan Ali mendadak menjadi idola sekolah dengan menjadi pemain andalan tim basket, kemudian kita juga diajak ke rumah tuan muda Ali yang ternyata super duper gede bahkan ada sungai buatan di depannya, serta juga ada basement sendiri untuk bengkel eksperimen Ali , yang tentunya akan membuat kita tidak heran kenapa cowok ini bisa membuat kapsul penjelajah yang mengabungkan teknologi klan bulan dan matahari. Bukan, bukan karena dia kaya dan genius, karena  kalau sekedar kaya dan genius, Ali mungkin cuma jadi Batman. Ali lebih dari itu, diceritakan cowok ini punya akses ke perpustakaan terbesar klan bulan dan mempelajarinya dalam tempo yang sesingkat singkatnya, sesingkat saya membaca buku ini.

oke.

Sebenarnya bukan cuma Ali, dua tokoh kita lain, Raib dan Seli juga punya kekuatan baru di novel ini, Seli sudah mampu mengeluarkan petir biru, upgrade dari petir biasa, Selain itu, Seli punya kekuatan kinetis besar yang mempu membuat putting beliung whatever, terus juga bbisa mengalirkan panas pada benda, dan sebagainya, sementara Raib juga punya kekuatan penyembuh dan kekuatan menghilang level baru karena dia adalah ……. SPOILER,  yang  yang membuat misi mereka menjadi jauh lebih mudah, tapi tetap saja, upgrade skill Raib dan Seli tidak semenarik dan semengagumkan kejeniusan Ali :  sampai-sampai bukan kita saja, para pembaca, tapi juga para tokoh dalam cerita, selalu  terkagum-kagum dengan Ali.

“Kamu mungkin pemalas, tapi kamu genius”

“Aku bisa mengenali orang genius”

“Ali adalah pemikir strategi terbaik di tim kami..”

dan pujian sejenis yang selalu di lontarkan para tokoh…

okay, we got it. he is so fucking genius

bahkan di sinopsis sudah diceritakan, bahwa : jika orangtuanya mengizinkan, dia seharusnya sudah duduk di tingkat akhir program doktor fisika di universitas ternama..

don’t get me wrong, saya pribadi sebenarnya suka tipikal karakter seperti ini : natural born genius, tapi penceritaan Ali, buat saya pribadi, berada di luar kepercayaan saya, semuanya terkesan terlalu gampang buat dia. Begitu juga dengan teknologi klan bintang yang diceritakan di novel matahari ini : bubur yang bisa berubah rasa menjadi makanan apa saja yang kita pikir, dan baju yang mampu merubah menjadi pakaian jenis apa saja….

saya tau klan bintang ini pemilik teknologi paling tinggi, dan sekali lagi, Ali itu super genius

tapi tetap saja menurut saya ini sudah. too much..

meminjam statement  Raib di halaman 256:

“jika kehidupan menjadi sangat mudah dengan pengetahuan, lantas dimana seni nya?”

buat saya, matahari tidak lebih baik dari bumi dan bulan, selain kemudahan-kemudahan yang di dapatkan oleh para karakter, entah kenapa, saya merasa lebih banyak ruang kosong dalam penceritaan, mirip seperti ruangan lorong didalam perut bumi yang mereka jelajahi, namun, untunglah di ujung lorong bernama matahari ini, ada seberkas cahaya harapan dari Bintang yang sepertinya akan menyajikan lebih banyak aksi (yang mudah mudahan lebih baik dari aksi laga di novel ini), sebagai penutup  dari tetralogi ini..

Semoga

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s