Filmnya Kapan, Nonton Kapan, Review kapan, Kawin Kapan?

Sesungguhnya, saya sudah langsung tertarik untuk nonton film ini waktu trailernya keluar pertama kali setahun yang lalu. Kenapa? Tidak lain adalah faktor dua karakter utamanya : Reza Rahadian yang tidak perlu dipertanyakan lagi, dan Adinia Wirasti yang berevolusi menjadi luar biasa keren dari ‘cuma’ seorang Karmen AADC.Semenjak Ruang (2006), Dunia Mereka (2006), 3 Hari Untuk Selamanya (2007), Jakarta Magrib (2010) DUET (2012), dan tentunya AADC 2..

Tapi ternyata ketika saya ingin nonton, film ini sudah tidak ada di bioskop, saya cari DVD bajakannya pun juga ga ada, waktu itu katanya film Indonesia sekarang susah di bajak, beberapa kali saya download malah ketipu, judulnya kapan kawin, tapi hasilnya malah film lain. Barulah beberapa hari yang lalu, saya berhasil menemukan versi full di youtube, dan..

karena suatu hal film ini juga tidak bisa di download..

Maka akhirnya saya terpaksa nonton langsung dari youtube, di sebuah malam sepi, di sebuah kampus keren di kota keren ini.

**

index

KAPAN KAWIN?

Buat yang seumuran saya, atau paling tidak seumuran Dinda lah- karakter Adinia Wirasti di film ini, tentu sudah tidak asing lagi dengan pertanyaan ini,sudah sangat amat terlalu sering sekali terngiang ngiang di telinga, inilah yang membuat manager hotel ini akhirnya memutuskan mencari seorang aktor untuk berperan sebagai pacarnya, untuk di kenalkan ke orang tuanya. Di sinilah Reza Rahadian, aktor hebat Indonesia, berperan menjadi Satrio, Aktor jalanan dengan akting buruk yang harus berperan menjadi Rio, seorang pria hebat calon menantu idaman.

Bukan premis yang baru pasti, banyak film romcom, dan mungkin serial korea yang sudah memakai cerita sejenis ini terlebih dulu, bahkan pasti sudah ketebak bagaimana endingnya. Namun, buat saya pribadi tetap menarik melihat Kapan Kawin ‘setia’ dengan satu tema besar : SANDIWARA, yang di hadirkan dengan manis disepanjang film, bukan cuma sandiwara Dinda untuk orang tuanya, bukan cuma lagu yang dinyanyikan Satrio, tapi juga sandiwara kecil yang dilakukan orangtuanya buat Dinda, sandiwara dalam perkawinan kakaknya Dinda, sandiwara Dinda kepada dirinya sendiri,sampai kepada sandiwara perasaan Satrio-Dinda.

Kapan kawin, sepertinya tau sekali kalau mereka tidak punya kekuatan lebih lewat cerita yang sederhana dan konflik yang tipis dan cendrung datar, belum lagi kalau mau melirik porsi penceritaan yang berat sebelah untuk dua karakter utamanya. karena itu mereka ‘membalasnya’ dengan chemistry yang sangat oke antara para pemainnya, terutama antara Reza Rahadian dan Adinia Wirasti yang tidak perlu di ragukan lagi. Setiap tatapan, dialog , gerak, semuanya mengalir hampir tanpa cela. Tidak heran, kalau lewat Omnibus : Jakarta Magrib (2010) yang mempertemukan keduanya sebelum film ini, keduanya berhasil menyabet penghargaan pasangan terbaik di IMA tahun itu.

Akhirnya, film kapan kawin adalah bukti, kalau kadang, kesederhanaan dan ketulusan apa adanya, jauh lebih mampu menghibur daripada upaya megah njelimet penuh twist yang sengaja dibuat untuk sebuah sandiwara tawa belaka.

 

“kalau kamu mau bikin orang lain bahagia, kamu dulu yang musti bahagia”

-Satrio (kapan kawin, 2015)

Jadi, Reza Rahadian, Kapan kawin?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s