Charger

 Dalam kisah kita masing-masing, mungkin kita adalah pahlawan utamanya. namun dalam  skenario yang lebih besar, kita harus menerima, beberapa orang memang cuma terlahir sebagai sidekick, atau malah cuma bernasib menjadi korban reruntuhan belaka.

-Yudhistira-

Maha berlari secepat dia bisa, walau dia tau hal itu sia-sia, karena pengejarnya malam itu tidak menjejakkan kakinya di bumi, mereka terbang. Ya, ini bukan pertama kali Maha melihat mahluk yang mampu melawan gravitasi seperti ini, tapi kali ini maha sangat ketakutan, karena dia tu, mereka hadir bukan untuk minta tolong seperti teman-temannya, mereka hadir untuk menangkap Maha..

Anak lelaki kelas 2 SMA ini, beberapa kali menekan  tombol di  jam tangannya, berharap salah satu dari mereka muncul membantunya malam itu, namun sepertinya, selain kedua pengawal tampan dengan baju kerajaan seperti di film kolosal tersebut, dia benar-benar sendirian…

**

Menghilangnya batu sakti  yang merupakan sumber energy ‘mereka’ yang konon dicuri oleh manusia,  selain menyebabkan munculnya manusia-manusia berkekuatan super dan sakti walau dengan segala keterbatasannya, juga membuat  batas antara dunia ‘mereka’ dan dunia kita menjadi bias dan hampir menghilang. Mereka yang dahulunya cuma terlihat sekali seminggu di pasar-pasar tradisional desa, mengantarkan sayur mayur atau buah buahan dari ladang mereka yang sepertinya selalu menghasilkan sayur dan buah terbaik, atau sesekali di acara keramaian desa desa, dimana mereka hadir dan bergabung dengan penduduk desa, sekedar makan dan minum, tanpa mengganggu. Atau sesudah hari raya korban untuk ‘meminta jatah’ kepala kambing dan sapi, belakangan hadir dan terlalu sering menampakkan diri mereka, bahkan sampai beberapa penduduk kota kota besar, melaporkan pengalaman mereka bertemu dengan pria tinggi tampan dan gadis cantik dengan wajah putih bercahaya ini…

Namun sebenarnya, tidak banyak yang tahu , kalau jauh sebelum itu, sudah ada diantara mereka yang berada di  dunia kita.

**

Walau sudah sering terdengar desas desus dan bisik bisik tetangga tentang asal muasal Mustika, mungkin cuma Maha yang tahu persis kalau sahabatnya ini memang bukan berasal dari negeri kita, karena Mama Mustika entah karena alasan apa sudah menitipkan Maha untuk menjaga Mustika seemenjak kedatangan Maha ke rumah mustika pertama kali dulu, menurut mama Mustika,  di umur 17 nanti, Mustika akan di jemput oleh keluarga ayahnya. Keluarga mereka.

Dilihat sekilas, tidak ada yang berbeda dari Mustika, kecuali memang kecantikannya yang luar biasa walau tanpa satupun bulu hadir ditubuhnya.  Namun dasarnya  manusia, selalu tidak bisa menerima apa yang berbeda dengan mayoritas mereka. Beberapa teman sekolah yang tau dengan ‘perbedaan’ Tika  , membuat Tika selalu menjadi bahan ejekan.  Tika Sakit, cuma itu yang bisa diberikan penjelasan oleh Mama Mustika. Dan memang cuma Deares Mahayana, yang bersedia berteman dan selalu berada di samping Tika,  mungkin satu orang lagi, Hari Maulana, ketua OSIS mereka di SMA sekarang sekaligus pangeran tampan sahabat Maha, yang entah bagaimana tertarik dengan Tika yang semenjak SMA mulai memutuskan memakai hijab. Dan sepertinya, perasaan itu juga tidak bertepuk sebelah tangan..

**

Maha sendiri, sebenarnya juga bukan remaja biasa, dia memiliki kekuatan yang belum bisa dijelaskan dari mana mana asal muasalnya. Lewat sentuhannya, Rama mampu mengisi kembali tenaga barang-barang elektronik yang berada disekitarnya, Namun  dari komik-komik Amerika milik pamannya yang dia konsumsi semenjak kecil, dia tau, bahwa dia bertanggung jawab untuk sesuatu yang lebih besar dari sekedar mengisi batre handphone atau laptopnya.

Rama tau masa ini akan datang, ketika Peluru, manusia super hasil eksperimen pemerintah, kehabisan energy, maha yang kebetulan sedang berada disana pun membuat batrai kostum peluru kembali  bekerja maksimal, sehingga superhero yang mengandalkan kecepatan super ini pun bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik. Atau ketika Sangsaka, mantan polisi tahan peluru yang sekarang memakai topeng dan jubah merah putih, kehabisan energi yang akan membuatnya dalam bahaya, Maha kembali bisa membuatnya segar dan memberinya kekuatan ekstra, walau cuma sementara. Semenjak saat itulah, Maha mendapat nama baru: Charger, walau itu cuma beredar di kalangan para pahlawan super, khususnya anggota PKS, Persatuan Ksatria Super, yang selain beranggotakan peluru atau Petra Loransius, dan Sangsaka alias Lambang Mahardika, yang sudah disebutkan diatas, juga beranggotakan Lumba dengan nama asli Putra Samudra, milyarder yang tanpa kostum super miliknyapun mampu bernafas dengan bebas di dalam air , kemudian Srikandi alias Dewi Arjunawati, ahli panahan cantik yang dibekali sebuah panah super canggih hasil buatan perusahaan Samudra.  Kemudian Ki Dukun yang dengan dibantu kekuatan Maha yang juga bisa mencharger ulang chakra ki dukun yang terbatas, membuat Buto ijo jelmaan ki dukun bisa bertahan lebih lama dari biasanya.

**

Beberapa bulan yang lalu..

Ketakutan mama Mustika pun datang, malam itu di acara ulang tahun mustika yang ke 17 yang cuma di rayakan bersama  Maha dan  Hari, genderang perang mereka benar-benar datang, pria pria tampan dna wanita cantik dengan kostum kerajaan datang mengepung mereka, Sesuai rencana, Maha sudah meminta pertolongan PKS lewat jam yang diberikan Lumba. Tapi sayang, mahluk-mahluk ini terlalu cepat dan kuat, mereka berhasil membawa Mustika serta Hari yang tanpa rasa takut menggenggam tangan Mustika sangat erat, seperti sudah tau kalau ini akan terjadi. Keduanya menghilang, tepat sesaat sebelum Lumba dan yang lain menunjukkan diri mereka.

**

Maha terbangun .

dan ternyata dia sudah berada di depan singgasana yang diduki oleh Mustika.

“Tika..” Maha mencoba mengumpulkan energy dan kesadarannya.

“Kamu baik-baik saja?” Kali ini Maha mencoba berdiri.

“Kami sudah berusaha mencarimu…” Lanjut Maha. Tertarih.

Kali ini Maha mencoba mendekati Sahabatnya itu, tapi lelaki bertopeng yang berada di samping singgasana, segera menghantamnya dan membuatnya kembali berada di posisi semula.  Dadanya serasa terbakar.

“Seperti yang kau lihat Maha, mereka sudah mempersiapkan semua hal baik untukku disini, aku lebih dari sekedar baik, aku..luar biasa” Jawab Mustika dengan Ekspresi yang belum pernah dilihat Maha sebelumnya.

Namun, sepertinya Maha sudah bisa membaca situasi. Komik dan film-film kartun itu jelas tidak membuatnya lebih bodoh seperti yang dipikirkan banyak orang.

“Jadi, untuk apa kau membawaku kesini?”

“kau tahu, tak lama lagi akan terjadi perperangan antara duniaku dan duniamu, kamu kubawa kesini, agar ksatria-ksatria dengan kekuatan terbatas dari duniamu itu  tidak punya kekuatan tambahan untuk mengalahkan pasukanku”

Maha masih merasakan sakit didadanya, “Tapi.. bagaimana mungkin kau bisa melupakan dunia yang..”

Mustika berdiri, dan dengan heels di sepatunya, Gadis itu menekan dada Maha “ Dunia yang menghina dan menganggap aku berbeda. Maha,  mungkin sudah saatnya aku membalas mereka, dengan cara yang lebih kejam”

Maha memilih untuk tidak menjawab, walau tidak percaya, dia mengerti. Bukankah itu lebih baik daripada sekedar percaya tapi tidak mengerti?

“Maha, aku tau selama ini kau sudah sangat baik kepadaku, karena itu aku menawarkanmu kehidupan disini , disisiku.  Kau akan menjadi sumber kekuatan baru untuk dunia ini”

Maha meludah. Darah, “Bagaimana kalau aku menolak?”

Mustika tersenyum, melepaskan kakinya dari dada Maha, dan kembali ke singgasananya.

“Masih ada beberapa pemilik sumber energy lain di duniamu, dan aku akan menemukan mereka secepatnya,  dan kau Maha,  akan menyesali pilihanmu!”

Mustika kemudian menjentikkan jarinya.

Detik berikutnya, Sebuah wajah Lain yang tak kalah akrab, muncul di hadapan Maha

“Hari ..Mau..”  rintih Maha.

Hanya dengan tangan kirinya saja, Hari mengangkat tubuh Maha.Tinggi

“Tidak ada lagi Hari Maulana, Maha. Sekarang, aku adalah Cindaku, pasukan sang ratu Mustika”

Perlahan tubuh Hari sebelah kanan dipenuhi loreng-loreng, dan sebuah cakar raksasa siap bersarang  ke dada Maha..

Walau mugkin sudah sadar kalau semuanya sia-sia, Di detik yang mungkin akan jadi detik terakhir hidupnya, Maha masih mencoba menekan jam tangannya. Tidak bisa disalahkan, PKS juga sedang sangat sibuk dengan tugas mereka masing-masing : Sangsaka sedang menghadapi  organisasi ekstrimis religius yang mengancam akan meledakkan istana kepresidenan, sementara Peluru sedang memburu organisasi kiri yang diduga akan meresahkan pemerintah, Buto ijo dalam beberapa waktu kedepan, belum bisa meninggalkan pertapannya, karena akan membuat desa di kaki gunung merasakan amukan si gunung yang sedang marah,  Srikandi sedang sibuk shoting film terbarunya, sementara pemimpin PKS sendiri : Lumba sedang berada di luar negeri sebagai pembicara utama di sebuah eksibisi tekhnologi termutakhir yang diciptakan perusahaannya.

Nasib. Charger yang biasanya membantu para pahlawan, sepertinya belum ditakdirkan mendapat hal yang sama ketika dia benar-benar membutuhkannya..

Salah siapa? jelas tidak ada. kadang, memang begitulah cara dunia bekerja.

Jadi, apakah semuanya cuma akan berakhir disini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s