6.5.2016

 “Jadi Rayes itu siapa? pacar kamu waktu SMA ya?”

“Cici percaya, Anda ama Rayes ini pasti ada sesuatu, Ci yakin kalian tu bakal jadian, liat aja”

Pertanyaan pertama itu satu datangnya dari pacarnya Elfi yang sekarang, yang sempat curiga kalau saya adalah salah satu mantan pacar yang belum disebutkan Elfi ketika mereka saling bercerita tentang petualangan dan kisah masa lalu mereka. Yah, belakangan, kalau ponsel Elfi berbunyi, tanpa melihat caller id pun, pacarnya akan langsung menebak dengan tepat :  Rayes nelpon tuh. Sementara pernyataan penuh keyakinan yang kedua itu dari Cici, sobatnya Anda yang saya yakin sampai sekarang masih belum menemukan, mendefinisikan, dan masih tidak mengerti bagaimana hubungan seorang Ayu Putri Andahayani dan Rayes Mahendra. Kami akan selalu ketawa kalau ingat muka kesal si Cici kalau kami jawab : kita udah lebih dari pacar kali Ci..

Dan setelah menjadi saksi hampir di sebagian besar pemandangan laut indah sekaligus badai yang mereka lewati, saya menghadirkan tulisan ini, sebagai sedikit bentuk ucapan selamat. Karena kebetulan, keduanya akan berlabuh di hari yang sama :  6.05.2016.

**

IMG_20160502_090030.jpg

IMG-20160416-WA0004

3 tahun satu kelas di masa SMA membuat saya mengenal Elfi dengan cukup baik, bahkan mungkin jauh lebih baik dari Elfi mengenal saya. Apalagi, mantan-mantan makhluk satu ini : dari anak mapala, pujangga, ataupun mapala nan pujangga, kebanyakan berasal dari lingkaran pertemanan saya juga: mulai dari teman sekelas, teman main, sampai teman sekamar. Beberapa mantannya bahkan saling kenal dan hidup berdampingan dengan rukun dan damai, Mirip di sitkom luar sana. Sementara para lelaki Anda, mereka berada di luar garis pertemanan saya semasa kuliah, kebanyakan lelakinya memang berada beberapa tahun diatas umur kami : lebih dewasa dan kebapakan. Wajar sih, karena saya percaya, lelaki seusia saya, tidak akan bisa menghandle Wonder woman satu ini. Hampir semua lelakinya : dari pengusaha sampai wartawan. cuma hadir dalam bentuk cerita, chat, atau telfon dari anda.

Anda adalah partner saya main basket, nonton serial TV, begadang,  main Nintendo, sekaligus lawan diskusi dan debat tak berkesudahan.  Sementara Elfi adalah teman belajar dan bikin tugas Akutansi, tempat nyontek PR matematika, juga korban tulisan-tulisan saya, mulai ‘puisi-puisi’ mellow di binder zaman SMA sampai cerpen-cerpen ga jelas yang saya kirim ke email kantornya. Dan sekarang, Elfi sudah menemukan Rangganya, seperti  Anda sudah menemukan Supermannya. 6.5.2016, mereka akan menikah.

**

Mungkin saya sudah pernah bercerita, atau belum, kalau saya sering mengalami ‘masalah’ akan Pertemanan dengan kaum hawa, mulai dari kesalah pahaman yang datang dari si individu sendiri, sampai dari pasangan mereka yang tidak tau bagaimana sebenarnya seorang Rayes Mahendra. Tapi syukurnya, dengan dua orang ini ,saya berani katakan, kami berada di jalur yang aman. Elfi sampai detik ini keukeuh tidak  pernah naksir saya, sementara Anda seperti biasa, malah balik nantangin : lo bakal gimana kalau ternyata gw naksir ama lo?

Masa-masa di SMA, adalah masa penuh  cerita cinta Elfi, kadang sampai nangis. Elfi suatu ketika pernah nanya kenapa cuma dia yang rajin cerita  sementara  saya hampir tidak pernah cerita apa-apa. Tapi, seperti yang saya sering katakan:  semua ada waktunya. Buktinya, memasuki dunia nyata paska kuliah adalah giliran saya untuk bercerita dan membuka siapa saya sebenarnya kepada Elfi. Yah, belakangan giliran saya yang lebih banyak cerita dan menerima nasehat dari Elfi yang sudah beranjak dewasa : sudah rajin ke salon, zumba, luluran dan nangis pas nonton Hari Untuk Amanda. Sementara dengan Anda, sedikit berbeda. Tanpa ceritapun, dia tau bagaimana saya. Insting jurnalisnya bisa mendeteksi dengan tepat di  titik mana harus menyentuh saya. Anda, atau yang biasa saya panggil Kak Puput, memang lebih dewasa di banding saya dan kebanyakan teman-teman lainnya, sekaligus lebih laki. Kami sempat percaya, kalau kami menikah, yang ada adalah tuan Anda, bukan Nyonya Rayes.

dan keduanya, benar-benar akan menikah di  6.05.2016

**

Begitulah, sebenarnya ada rasa berat harus ‘melepas’ keduanya, karena sudah  hampir dipastikan,  tidak akan ada lagi curhatan, tawa dan gosip tengah malam bareng Elfi. Entah kapan lagi ada waktu begadang waktu saya balik ke padang, diskusi soal serial tv, film, gay, illuminati, alien, bahkan Tuhan bareng Anda. Tapi siapa saya berhak menahan mereka? illuminati bukan, alien enggak, tuhan apa lagi…

life must go on…..dan Semua orang berlari dengan tempo yang berbeda..

Satu hal yang menarik, buat saya, walau mereka menikah di tanggal yang sama, sebenarnya keduanya menikah di ‘waktu’ yang berbeda. Dengan segala kisahnya, melankolis-romantisnya, dramanya, saya tebak teman SMA saya ini akan menikah lebih cepat, tanggal ini sudah telat buat seorang Elfi Syukriana. Sementara buat kasus Anda, dengan semua mimpi, pemberontakan, dan petualangannya, tanggal ini buat saya terlalu cepat. C’mon mate, how come? 😀

Apapun itu, tetap saja, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak bahagia menerima kabar dari keduanya. walau karena satu dan lain hal,  saya harus minta maaf,  saya tidak bisa datang dalam bentuk raga nan utuh di salah satu hari yang paling luar biasa buat mereka ini.

maka, buat keduanya :

simply close ur eyes, and u can see me …there.. lagi ngabisin makanan dan sop buah di pojokan 😀

Terakhir,saya ga mau bilang semoga samara blablablabla, Soalnya, kawan-kawan yang lain walau cuma copy paste, pasti juga udah doain yang begituan. Pesan saya singkat aja : Jangan baper lah baca tulisan ini, dan ingat, jangan pernah selingkuh..

kecuali…

**

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s