Homo Seriusensis

 Sebelum dimulai, ada sedikit catatan : Judul diatas dibaca serius-ensis (1)  ya kawan-kawan, bukan seriu-sensis (2). Soalnya akan terjadi kekeliruan kalau kawan kawan membaca yang nomor satu, menjadi nomor 2. Yang mana nomor (1 ) secara etimologi  berarti makhluk hidup yang terlahir untuk selalu serius sementara yang (2)  dapat diterjemahkan sebagai makhluk hidup yang sensinya sudah sampai di level serius. Walau secara genetika beberapa penelitian mengatakan kalau yang (2) merupakan evolusi dari yang (1)

konon, dari kitab Asal Usul Manusia ( 666 BC ) yang berupa kumpulan daun lontar yang berisi tulisan kuno yang ditemukan di Tibet. Sejatinya,  memang manusia diciptakan untuk serius. karena mungkin itulah fitrah sejati manusia,dan cuma dengan cara ini lah manusia mampu untuk bertahan hidup. Seandainya Nabi Adam tidak serius mencari Siti Hawa, tidak serius untuk berdoa, maka mungkin tuhan tidak memepersatukan mereka kembali. Nabi Adam akan beratus-ratus tahun, mengutuki malam minggu dan mengisinya dengan nonton serial tv dan film.Sendirian.  Atau seandainya  Snyder tidak serius bikin film BVS yang serius itu, mungkin kerusakan kotanya gak separah itu, yang mati dan yang nonton juga mungkin gak serame itu.

Intinya, keseriusan adalah keharusan,  ( apalagi di usia 27 tahun, Ray )

Memang benar, ada kalanya dimana kita harus melemaskan otot dan  going with the flow. Ada masa-masa dimana kita kudu menikmati hidup kaya film-film Marvel Universe : segar, penuh canda, penuh warna,  penuh tawa. Ada masa masa dimana tidak semuanya harus di bicarakan dengan serius dan formal, sebaliknya bisa sambil tertawa menikmati segelas kopi, secangkir teh manis atau sebotol bir. Meminjam kepercayaan yang sempat pernah ngehits pada beberapa tahun belakangan : santai kaya di pantai-slow kaya di pulau. Percaya atau tidak yang begini-begini kadang bisa menemukan solusi dan menyelesaikan masalah lo. Semua ada jalan keluar, dan .. semua ada waktunya kok.

Tapi apa memang begitu idealnya hidup ? no-no-no. tentu tidak, sebagian besar dari kita pasti tidak menyetujuinya

Sekali lagi, karena tagline jokeray ini sudah ditulis jokes are serious thing maka khatib mewasiatkan, marilah lebih serius menghadapi hidup ini. Apalagi baru-baru ini sebuah penelitian di Kairo, Mesir, membuktikan bahwa orang-orang tidak serius dan super santai itu biasanya adalah para antagonis, atau mereka yang nantinya tidak mendapat apa-apa selain kerugian. Penelitian ini mengambil sampel dari tiga film : yaitu The Dark Knight ( 2008 ) Hari Untuk Amanda (2009 )  dan juga yang terbaru Batman V Superman (2016 ). Mari kita telaah : siapa yang selalu bercanda dan mengatakan : why so serious ? Joker. Siapa yang santai ga jelas, dan ga bisa hidup list by list? Hari. Bagaimana nasib Joker? dan apakah Hari mendapatkan Amanda? Selanjutnya mari kita lihat bagaimana Lex luthor yang santai dan mencoba sok asik malah jadi annoying alih-alih psycho? Trus ujung-ujungnya dimasukin penjara dan dibotakin deh. Maka, memang begitulah kebanyakan nasib mereka mereka yang tidak serius ini. Mungkin itu memang cuma film, tapi kalau kita mau lihat dalam kehidupan sehari-hari, pasti ada aja yang begini. Ambil contoh grup whatsapp apa aja : di dalam grup pasti selalu aja yang bawaannya pengen becanda mulu- ga tau orang lagi serius,  biasanya  ( walau tidak semuanya ) orang itu adalah yang menduduki posisi terbawah di rantai makanan grup tersebut : tidak cakep tidak kaya, tidak sukses, tidak pintar. Tak lebih dari sekedar pengurai,  bakteri yang kadang becandaannya garing, dan lebih parahnya, jika menilik ke klasifikasi diatas, dia juga punya kecendrungan tergolong dalam spesies ke 2  : homo seriu-sensis ! Misalnya….seperti saat sekarang ini. 😀

Jadi, di kesempatan yang berbahagia ini, marilah bersama-sama kita tingkatkan keseriusan kita dalam hidup ini, karena cuma dengan seriuslah kita bisa mencapai apa yang kita impi-impikan di dunia dan akhirat. Dan tidak kah kamu mengambil pelajaran dari para lelaki sebelum kamu yang ditinggalkan ketika wanitanya sudah ingin serius?

Maka, sekali lagi, mari belajar dari Hari Umbara  di film Hari Bukan Untuk Amanda

“Hari, kalau ama kamu, selalu aja, liat aja nanti. Selalu ada yang lebih seru, dibanding yang lebih penting. Kalau ama Dodi, aku tau yang penting buat aku”

(Amanda, yang udah ditonton entah berapa kali dan dikutip entah berapa puluh kali pula)

Berdasaarkan kutipan diatas, ada satu hal lagi yang menjadi komplementer serius : P-E-N-T-I-N-G. Karena ada lo orang yang sangat serius mengerjakan hal yang ga penting. hahaha. Serius. Kembali ke pokok persoalan tadi bahwa : selalu dahulukan yang penting, bukan yang seru. Jadi kalau sesuatu yang akan dikerjakan dan dikatakan itu tidak begitu penting, maka sebaiknya coba dikurangi mulai dari sekarang, ( misal : save as foto Zaskia Mecca dan kepoin IG Dian Sastro ) karena hal-hal seperti ini cuma ngabisin kuota atau menumpuk menjadi hal-hal yang tidak berguna. Kalau dianalogikan Ke grup WA : hal –hal seperti ini cuma akan bikin berat aplikasi, menuhin notifikasi dan  cendrung mengganggu ketenangan teman-teman se grup yang punya kegiatan lain yang lebih serius, karena sering bunyi.

Sekian, semoga bermanfaat, karena ternyata, selain  serius dan penting, yang kita lakukan di dunia ini juga harus bermanfaat. Maka. Jikalau tulisan ini tidak bermanfaat, jangan dibaca sampai akhir, tapi kalau sudah terlanjur baca,  maka jangan ditanggapi dengan serius, itu yang penting!

Wassalam

Advertisements

2 thoughts on “Homo Seriusensis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s