Glissando

Indonesia, buatku akan selalu jadi negeri yang ajaib, Makanya sepulang menyelesaikan kuliah jurnalistik di London, aku memutuskan bergabung dengan INTRO, TV berita baru yang aku percaya akan jadi TV berita nomor satu di negeri ini. Disini aku mendapatkan posisi sebagai koordinator liputan. Apa itu koordinator liputan? Ah, cut the crap, tak usah terlalu serius, pembukaan ini tidak ada hubungannya dengan cerita selanjutnya. Soalnya….

ini cuma berita cinta.

**

Pemirsa, pertemuan pertama kami sederhana saja, malam itu syukuran internal launching nya INTRO, dan lelaki ini menjadi salah satu pengisi acara. Walau bukan artis, wajahnya cukup cute. Don’t get me wrong, tapi  aku cuma mengaguminya sebatas itu. Aku sudah punya Rama, tunanganku, seorang penulis muda asal Indonesia yang saat ini sedang stay di Inggris, dan tidak lama lagi kami akan melangsungkan pernikahan. Doakan ya!

A million suns are glowing in the night
Everything is quiet
Except for all the voices in my head
That say your name

Tonight I’m letting go
About to give in ..

Damn, aku tersenyum, Bukan cuma permainan pianonya,ternyata suaranya boleh juga. Aku agak merinding.Apalagi sepetinya dia sedang melihat ke arahku..

Salahkah aku, Rama?

**

Pagi-pagi. Lagi-lagi. Lelaki itu tersenyum, tapi apa memang itu untukku?

Ah, peduli setan, tidak salah dan dosa juga kan kalau aku membalas senyumannya?

Aku kemudian kembali sibuk briefing dengan rekan kerjaku, walau diam-diam aku kembali melirik ke arahnya yang ternyata sudah tidak ada disana. Mataku mulai mencari-cari ,tapi sepertinya dia sudah kembali ke ruangannya yang entah dimana dikantor ini. Maklum, seperti yang sudah aku katakan, kantor ini tergolong baru, jadi  sangat wajar aku belum kenal semua makhluk yang ada disini, cuma  mereka yang terkait dengan lini kerjaku saja yang aku sudah lumayan kenal, itupun belum semua. Bukannya sombong, aku memang belum punya waktu untuk berkeliling dan berkenalan.

Panggilan dari temanku untuk menemui Bu Dinda, atasanku, membuatku kembali ke dunia nyata. Tapi ternyata, beliau tidak ada diruangannya, padahal aku sangat butuh tanda tangan nya ssat ini ! Ponselnya juga tidak bisa dihubungi.Kemana ya? Setelah mencari dan bertanya, akhirnya aku bisa melihat beliau di depan ruang musik dengan lelaki itu, ya, lelaki itu. Keduanya ternyata sedang asik duet dengan iringan gitar akustik di tangan masing-masing. Menarik, sayangnya, pertunjukan itu harus berhenti sejenak saat aku mendekat. Aku sudah tau sih Bu Dinda itu mantan anak band, tapi baru kali ini aku melihat dan mendengarnya langsung. Boleh juga!

Masalah tanda tangan pun kelar, namun masalahku bertambah ketika Bu Dinda mengajakku bergabung dengan mereka. Here’s the deal, Aku memang suka menyanyi, tapi cukuplah itu dikamar mandi atau saat karaoke dengan teman-temanku. Bersama Rama saja, aku tidak berani mengisi suara dua seandainya dia sedang memutar playlist mobilnya. Bisa-bisa dia mengejekku tanpa ampun.Jadi,akhirnya, aku memilih menolak dengan sopan, mengucapkan terimakasih, dan berlalu dari sana diiringi suara mereka..

I surrender myself
Into the arms of a beautiful stranger
I surrender myself to you, to you
I surrender myself
Into the arms of a beautiful stranger
I surrender myself to you, to you…   

**

Pagi itu, dengan terburu buru aku memasuki lift yang sudah penuh sesak, tak lama beberapa orang di dalam pun keluar duluan seolah sengaja menyisakan aku dan lelaki cute yang belakangan sering muncul tiba-tiba di depanku .Wajar sih sebenarnya, kami kan satu kantor dan….  siapa kami  mau  protes pada  siapapun yang mengatur kebetulan klise ini ? toh, sejatinya kita semua cuma tokoh cerita dari pemilik Maha rencana di atas sana.

Kami saling lirik kemudian mengangguk kecil. Cuma itu, tidak lebih. Dan demi menghilangkan suasana awkward, aku memutuskan mengirim pesan kepada Rama.

aku tidak akan main api, aku janji.

Sayangnya, kalimat tersebut tidak aku kirim, cuma terketik di dalam hatiku.

dan…Thanks God !! pintu lift pun terbuka!!

Kami serempak keluar, dan entah kenapa kami sempat-sempatnya bersinggungan, Padahal pintu lift tersebut cukup besar untuk kami berdua.

“Sorry,” ucap kami bersamaan.

kemudian seperti kejadian di film atau serial TV komedi romantis, kami pun mengambil arah yang berbeda, dan detik berikutnya baru sadar kalau kami sama-sama salah arah . Akhirnya, kami berbagi senyum dengan rasa yang sama, dan melangkah lagi  ke arah yang berbeda. see, too cliché, isn’t it?

Aku melangkah dengan cepat dan tersipu sendiri. My sexy-bear,help me!! kenapa sih kekasihmu ini?

There is only one bridge left for me
My heart is almost free
Beautiful by my side
But all I think about is you..

Dan tanpa sadar aku pun bernyanyi..

**

Pagi itu, beberapa hari setelah kejadian awkward di lift…

Aku baru saja sampai di mejaku, dan sebuah flash drive dengan namaku sudah ada disana. Anehnya, tanpa berpikir dua kali aku langsung memasukkannya ke port USB, Entahlah, mungkin otakku sedang berpikir : Siapa tau ini dari narasumber rahasia, seperti di film kantor berita atau  agen rahasia yang pernah aku konsumsi!

Oke. cuma ada satu file disana, dan aku pun membukanya dengan hati yang…

Tapi ternyata tidak, seperti aku bilang di awal, ini cuma berita cinta…

 

Puluhan senyum kita pernah bertemu

tapi tak berkata apa-apa

maka kali ini, biarkan aku bicara

tapi tidak lewat suara

“aku mengagumimu”

karena ‘cinta’ terlalu luar biasa untuk kita definisikan

dan sepertimu, aku punya kisah bahagia sendiri

maka, biarkan tetap seperti ini

biarkan aku jadi lelaki biasa yang berharap kita tetap seperti biasa

berbagi senyum ratusan makna

tanpa harus berbalas cinta.

Dari :  Kamu-Tau-Siapa

Aku termangu sebentar, kemudian tersenyum. Aku berjanji akan membalasnya, walau saat ini aku belum memikirkan caranya. Satu hal  yang pasti, aku sudah lega, karena aku akhirnya percaya, walau kita sudah memiliki seseorang di sisi kita, tidak ada yang salah dengan mengagumi, bahkan mencintai ! Masalahnya adalah bagaimana kita menempatkannya di tempat yang tepat dan porsi yang pas.

And tonight I’m letting go
About to give in ..
I surrender myself
Into the arms of a beautiful stranger
I surrender myself to you, to you
I surrender myself
Into the arms of a beautiful stranger
I surrender myself to you
Who really loves me?
You really love me
My beautiful stranger
You really love me
Like I love you..*

Sekarang cuma tersisa satu pertanyaan : kenapa belakangan aku merasa lagu satu ini terlalu sering muncul di kuping dan keluar dari mulutku ? Apa ada hubungannya dengan si lelaki cute yang sampai sekarang bahkan aku tidak tau namanya itu?

Entahlah, kadang tidak semua pertanyaan harus di jawab, seperti halnya tidak semua hubungan harus diberi nama.  Biarkan saja mengalun.Biarkan saja mengalir…

END

 

 

*Saybia- I surrender*

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s