Reuni (sebuah fanfiksi serial SUPERNOVA)

“Selain tempat ini, aku tidak bisa melihat dengan jelas bagian lain dari mimpiku semalam” Alfa berdiri sambil memandang keluar jendela kedai kopi kecil dimana mereka berada sekarang.

“Seorang pasienku meninggalkan alamat ini di klinik” sambung Elektra dari kursinya, sambil menyalakan rokok dari percikan api di jari, tepat saat Gio meninggalkan Bodhi yang masih sibuk melihat koleksi buku di rak.

”Zahra,apa teman kecil mu mengatakan sesuatu,?” tanya Gio  yang dijawab Zahra dengan gelengan.  “Aku sendiri tidak pernah percaya dengan sebuah kebetulan, semua pasti sudah direncanakan, walau caranya mungkin agak menjengkelkan, paling tidak, pasti ada cara selain dengan membuat aku jatuh cinta” lanjut Zahra, memandang sinis pemuda yang sedang menyajikan kopi mereka.

“Silahkan diminum. Selain Zahra, mungkin belum ada yang tau siapa aku” Pemuda berkacamata tersebut kemudian menarik kursi, mendekati mereka. “Namaku Ray, cuma seorang penyampai pesan, sementara orang yang mengumpulkan kalian..”

Penjelasan Ray terhenti saat seorang wanita masuk dan bergabung di meja mereka.

“Di kehidupan sekarang, atau di kehidupan sebelumnya, kalian mungkin  mengenalku dengan berbagai nama, tapi aku lebih suka dipanggil dengan ..”

 “Ibu Suri” potong yang hadir disana serempak,tanpa sadar.

Wanita itu tersenyum, “Sepertinya, kita sudah berada pada halaman yang sama. Jadi, apa kalian siap mendengarkan tugas baru kalian?”

END

Advertisements

3 thoughts on “Reuni (sebuah fanfiksi serial SUPERNOVA)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s