Game of Life

Hidup, selalu memberi kita kejutan-kejutan. Ga harus besar,seperti bertemu jodoh di perpustakaan,misalnya, tapi kadang kejutan itu berbentuk hal kecil dan ringan tapi kita ga pernah duga dan kemudian bikin kita senyum-senyum : seperti kemaren ketika saya mau menjarah film dari laptop seorang teman, saya menemukan sebuah game ringan nan simple namun berhasil membuat saya kecanduan. Mungkin, game ini sudah dirilis lumayan lama, dan kawan-kawan sudaah memainkannya, namun bukankah sebuah game akan tetap jadi game baru untuk orang yang belum memainkannya seperti halnya sebuah buku akan selalu jadi buku baru untuk orang yang belum membacanya, tak peduli dirilis kemaren atau 200 tahun lalu?

sebuah game ringan dari HASBRO berjudul : game of life

gol

game of life, setelah saya telusuri ternyata bermula dari sebuah board game, sementara yang saya mainkan sekarang sudah di adaptasi menjadi mungkin sesuatu yang kita sebut pc-board-game. Seperti judulnya, game ini yang memang didesain layaknya kehidupan beneran, walau kehidupan di game ini dimulai ketika kita / karakter harus memilih: mau berkuliah atau langsung terjun ke dunia karir? Dengan memutar roda yang berisi angka 1-9 sebagai pengganti dadu, dari sinilah hidup kita pun bergulir dan kita akan mengalami berbagai hal dalam hidup, mulai dari hal-hal besar seperti : perkawinan ( yang menyediakan pasangan sejenis juga ), punya anak, kena musibah, sampai hal hal kecil seperti bayar pajak, tamasya, nonton premiere film bioskop, ataupun beli tv.

Gamenya terlihat simple, karena awalnya memang diperuntukkan bagi anak anak, tapi seperti hidup, its not that easy, banyak pilihan pilihan yang muncul : mengganti pekerjaan atau bertahan, sekolah lagi atau lanjut dengan pekerjaan, mengganti rumah atau tidak, berjudi atau menyimpan uang, dan sebagainya. Jalan yang dilalui pun pun didesain layaknya hidup, ada mendaki,menurun, bahkan dilengkapi petir dan angin topan.

Saya sendiri di permainan pertama, setelah mengakhiri kuliah, saya memilih karir sebagai akuntan, membeli sebuah mobil-rumah ( yang didunia nyata saya juga sangat saya idam idamkan, terlepas saya sudah bisa nyetir atau belum, ) dan kemudian menikah, punya 2 anak, dipaksa ganti rumah, dimana tetap beli rumah mobil, tapi yang lebih besar dan mutakhir, dan kemudian mengganti karir sebagai atlet, sampai akhirnya memilih pensiun ke daerah pedesaaan. Kalau ada yang peduli, saya tidak punya kesempatan menulis buku, karena setau saya, tidak ada pilihan sebagai writer atau author di profesi. Namun, lawan main saya, sempat menulis buku dan jadi best seller ditengah perjalanan hidupnya sebagai dokter. Even in the simulation, I have no chance…

Pokoknya, saya sangat salut dengan yang punya ide bikin beginian , karena, bukankah hidup sejatinya memang cuma sebuah pertaruhan roda roda nasib yang diputar?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s