Kost-an Si Fadli

Rezky atau Fadli, sodara saya yang dulu pas SMP pernah pingin berhenti sekolah karena pengen jadi pelukis, dan satu satunya anak Bunda dan Papa yang ‘benar benar lelaki’, akhirnya akan mulai berkuliah di jurusan desain komunikasi visual, jurusan yang punya visi dan misi sama dengannya,walau ‘nyasar’ ke Universitas yang  (mungkin) jauh dari impiannya.

*Sabar ya bro…

Dan, dua hari yang lalu, setelah turun travel dari bandara, makhluk ini  langsung saya boyong menuju tempat kost nya di sebuah pinggiran kota Bandung,
**

ini Fadli
           ini Fadli

Memakai kalimat Fadli, tempat yang saya ceritakan ini lokasinya cukup strategis. Berada 5 menit dari kampus, 10 menit dari jalan utama, walau tidak ada jogging track, yang penting hari Senin harganya tidak naik.

Tempat ini merupakan tempat kost yang pertama kali saya datangi dalam proses pencarian sebulan yang lalu, dan saya… langsung cocok. Katakanlah, mungkin karena tempat ini memang berjodoh dengan Fadli ( atau dengan saya?).

Saya suka dengan suasananya yang damai, sederhana dan bersahaja (??), serta kamar dan kamar mandinya yang bersih. Fasilitas kamar standarlah : gak perlu bawa kasur dan lemari lagi, bahkan selimut pun di sediakan, trus bonusnya juga ada meja patah kaki buat Fadli corat-coret. Dan yang terpenting, penjaga kostannya yang ramah dan enak diajak ngobrol. Saya sampai dua kali main kesini sebelum Fadli ke Bandung, cuma bela-belain buat ngobrol dengan yang jaga kost, berkenalan dengan security komplek, tukang baso yang biasa lewat, enci yang biasa nongkrong…

Lho? Siapa yang kost dimana?

Kebiasaan.Saya sepertinya memang lebih berbakat menemukan hal-hal baik buat orang lain dibanding diri saya sendiri.

Atau sebenarnya…saya saja yang kurang bersyukur selalu melihat yang didapat orang lain lebih keren ?
**

Mencoba bermalam untuk pertama kalinya di kost ini membuat tempat ini semakin keren di mata saya, pasalnya karena di bagian luar, ada sebuah space buat meeting nongkrong anak anak kost, dimana bisa order mie rebus dan kopi ama yang jaga kost, tempat dimana saya ngobrol dengan beberapa penghuni kost sampai lewat tengah malam.

Cmon, ngobrol dan gegitaran sampai pagi ditemani mie rebus dan kopi?

It’s a simple classic happiness.

Paginya lebih super lagi : Gorengan!

Siangnya? Es pisang coklat!

Hahaha, buat saya, ini jenis kost yang akan membuat saya bahagia lahir bathin, dan angka 100 di timbangan tinggal hitungan hari…
**

Untunglah, its not just me, Fadli juga menyukai tempat ini.

KOMIK DINDING
   KOMIK DINDING

Tadi, beberapa jam sebelum tulisan ini dibuat dia lagi asik nempel kamarnya dengan scene-scene dan shot ekspresi keren dari berbagai manga : Zone nya Aomine di Kuroko no Basuke, Luffi yang membela crewnya, Natsu Fairy Tail yang bahagia ngajak berantem lagi, trus..pertama kali manga-nya Ashirogi Mutou akan jadi anime di Bakuman, dan banyak gambar lain yang belum di tempel. Semalam, dia juga sudah ngobrol, minjam gitar, dan ikut main gaple bareng…

Okay Broda, selamat kuliah ngekost lah, moga betah.

**

NB : Geboy, Ardi, Hendra, Nurul, trus dua cewek kamar atas yang belum saya kenal, trus, 4 orang yang kemana-mana bersama dan gak pernah gabung, anak-anak lain yang cuma saya senyumin, juga om yang jaga kost ….tenang saja, saya akan kembali.. Jadi… please jangan kangen!
**

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s