Saya dan acara 17 an

Dimulai dari 17 tahun lalu, bahkan mungkin lebih.

Buat saya 17 agustus selalu menjadi hari yang mendapat tempat spesial di kepala saya.

Bukan, bukan karena hari ini adalah hari kemerdekaan bangsa saya.

ya, jauh jauh hari sebelum hari tersebut, saya harus memikirkan…..

kemana dan apa alasan saya untuk menghilang kali ini?

**

Aneh memang, ketika anak anak seusia saya sangat menantikan momen ini, jelas bukan karena mereka ingin menghargai jasa para pahlawan. Bukan.

namanya juga anak anak

Apapun itu, yang pasti, teman-teman seusia saya ini sangat menantikan berbagai banyak permainan dan acara di sekitar tempat tinggal kami, bahkan beberapa teman saya malah sengaja berkunjung ke kelurahan sebelah untuk melihat dan mengikuti bagaimana perayaan di sana, semacam..safari 17 an.

Sementara , saya memilih berkutat dengan buku atau Nintendo tua di dalam rumah, dengan alasan simple : kurang enak badan. Atau, ketika saya sudah lebih dewasa, saat alasan kurang enak badan tidak lagi cukup, dan ‘kewajiban’ pun sudah berevolusi dari sekedar peserta menjadi panitia : saya sudah bisa dipastikan tidak kelihatan di rumah atau sekitar komplek, saya akan berada di kediaman salah seorang teman, atau sekedar berjalan tidak tentu arah, sampai rangkaian acara selesai. Bahkan ketika saya berada di usia 20 an, saat masih duduk di bangku kuliah, pernah saya memilih untuk tetap berada di padang, cuma untuk melarikan diri, dari ‘kewajiban’ mengikuti rangkaian acara tersebut.

ketika KKN ( kuliah kerja nyata ) saya hampir gagal, karena apalagi sih hal ‘nyata’ yang nyata bisa dilakukan di lokasi KKN, kalau tidak menjadi panitia agustusan? Untungnya, disaat kawan-kawan saya sibuk mencari batang pinang, yang cewek membuat bendera dan bendera,menyusun acara dan sebagainya, saya punya kesibukan sendiri : melatih beberapa anak SD untuk teater 17 an.

Ada apa?

jelas bukan alasan pilosopikal, semacam panjat pinang adalah buatan penjajah untuk membuat pribumi saling injak demi hadiah, atau mungkin, bagaimana memasukkan belut kedalam botol adalah alusio hubungan …sex ?

bukan bukan itu. Saya tidak sekeren itu, percayalah

Lagian, yang diatas mungkin cuma persepsi yang diada-adakan, di hubung-hubungkan, dan terkesan di paksakan, seperti halnya mengutuk para pencinta jejepangan karena melupakan sejarah berdarah bangsa ini. dan seterusnya dan seterusnya…

selalu ada dua sisi koin.

Bukankah panjat pinang itu masalah strategi dan kekompakan?

dan seterusnya..dan seterusnya..

intinya, Saya tidak tau kenapa,

bahkan Hari ini pun, ketika saya sudah mendekati 30, ,Saya masih belum tertarik dengan acara acara tersebut.

**

Jadi sampai kapan Ray?

Entahlah,

Mungkin nanti, mungkin di angka 70, dimana saya sudah mulai tua dan bijak, dimana saya sudah harus sadar bahwa para pahlawan sudah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan ini dan kita berkewajiban mengisi nya dengan hal hal keren lagi baik. Mungkin di usia 70 juga saya akan lebih membuka diri, dan yang paling penting : menghargai pilihan dan benar benar menerima perbedaan..

Saya ngomong apa sih?

Apapun itu, selamat ulang tahun Indonesia, terimakasih Tuhan, terimakasih para pahlawan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s