Dilan 1.5

tujuan pacaran adalah untuk putus, bisa karena berpisah, bisa karena menikah

– Pidi Baiq

Kutipan diatas, yang juga merupakan tagline buku ini, buat saya ini semacam tantangan untuk menebak :

apakah Dilan dan Milea akan berpisah,atau menikah?

dan untungnya jawaban saya benar.

**

just a lucky guess.

Karena saya bukanlah pembaca blog nya sang pengarang seperti kawan saya si Edo, yang mungkin sudah tau isi ceritanya sebelum buku ini diterbitkan, seperti yang terjadi di buku pertama. Buku kedua? Lebih hebat lagi, Edo tinggal tanya endingya ama si Egik yang udah baca buku ini duluan, dan ketika sudah di jawab, Edo tinggal manggut-manggut. Langsung paham dan bisa menyimpulkan.

ah, seandainya saya punya kemampuan seperti kawan saya ini, tentunya saya tidak perlu membaca semua buku di dunia ini.

dilan-2-5588d079df720

Buat saya, Dilan jilid dua ini, sesungguhnya bukanlah sebuah sekuel dari Dilan.Buku ini semacam Dilan pertama ditambah jawaban tebakan dari ending pertanyaan diatas. ( ini seperti yang terjadi dengan comic 8 : king casino king yang juga seharusnya tidak di bagi menjadi 2 part ) Dan tentunya harus ada sebab donk kenapa mereka harus nikah ( atau pisah) di ending ? nah, disinilah munculnya konflik.

sisanya?

sisanya adalah nostalgia Milea tentang siapa Dilan, dari berbagai sumber, kebaikan, kekerenan, kelucuan, baik yang sudah ditampilkan di buku pertama, atau beberapa tambahan lain, dan tentunya jutaan dialog gombal tapi manis ala Dilan yang bikin saya senyum-senyum dan tentunya bikin cewe seantero dunia jatuh cinta kepada sosok yang hampir menyamai kesempurnaan mas Boy ini.

skip.

Seandainya, saya disuruh memilih antara buku pertama dan kedua, saya jelas memilih…

kedua…nya,

maksudnya, dua buku ini digabung dan di jadikan satu buku aja. PAS

Beda dengan Konflik di buku yang pertama cukup terasa, di buku kedua ini cuma ada konflik konflik kecil yang terjadi dalam rentang waktu pendek, seakan cuma melengkapi konflik akhir, yang membawa kita ke jawaban pertanyaan di atas.

nikah, atau berpisah?

Saya tidak akan spoiler, tapi di sinilah kerennya : kesedihan ini di tutup dengan tempo yang cepat…

Mungkin perpindahan yang cepat inilah yang membuat saya tak sempat untuk bersedih, atau mungkin karena saya sudah menebak hasilnya, atau mungkin keduanya, yang pasti ini tidak seperti yang diceritakan teman-teman saya, terutama si Oni, pemilik buku bertanda tangan ayah ini, yang mengaku sesenggukan di ending.

Selain kemampuan luar biasa untuk ‘menyamar ‘menjadi seorang wanita, ( serius, kalau saya tidak tau Pidi Baiq adalah seorang cowok, maka saya pasti akan berpikir ini adalah kisah nyata curhatan sma beliau ), saya juga sangat kagum dengan dialog yang muncul di novel ini, tik-tok antar karakter lancar dan… hidup. Ini menjadi semacam pembuktian kalau tidak semua cerita hebat harus bergantung pada narasi dan deksripsi yang panjang. Dan sekali lagi, pilihan tempo cepat di ending adalah sesuatu yang tepat, endingnya pun sudah berada di tempat yang pas. Bahwa tidak semua kisah cinta harus berakhir dengan….

Terakhir, mudah-mudahan ini bukan spoiler , pertemuan kembali Dilan dan Milea pun tidak dibuat mengharu biru,

manisnya pas.pahitnya pas.

Sekali lagi, pacaran mungkin berhenti saat pisah, atau saat nikah

tapi ..

cinta tidak…

**

Aku mencintaimu, biarlah, ini urusanku. Bagaimana kamu kepadaku, terserah, itu urusanmu

-Pidi Baiq-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s