Comic Ant-man 8 Pixels

“Ant-man atau Pixels?”

Ini adalah pertanyaan pertama saya kepada Adil, seorang teman yang udah duluan balik ke tanah ini. Masalahnya, banyak film menarik yang muncul sewaktu saya masih berada di provinsi tanpa jaringan XXI  atau 21 ini, dua diantaranya adalah yang sudah saya sebutkan di atas, sementara satu lainnya yang bisa saya anggap setara adalah: comic 8 – kasino king, film lokal wajib tonton yang alhamdulillah berhasil membuat saya kecewa. Saya yang mengharapkan perbaikan gizi candaan malah beberapa kali harus menepuk jidat dengan jokes yang dipaksakan bin scene yang di panjang-panjangkan binti karakter yang di rame ramekan…

“Ant-Man. Pixels di rotten cuma sekian persen”

Seperti biasa, Adil menjawab setelah merujuk kepada satu dari dua pedoman hidupnya yang kalau berpegag kepada keduanya maka selamat dari kekecewaan nonton film, dunia dan akhirat : rottentomatoes dan IMDB.

Saya mengangguk,walau entah kenapa ada keinginan lebih besar untuk menonton Pixels.sementara Ant-man..terbilang kecil.

Dan akhirnya tadi malam saya menetapkan pilihan.

**

PIXELS.semenjak pertama kali trailer nya muncul sudah menarik minat saya,selain adanya beberapa tokoh game classic yang  pernah menjadi ‘teman’ saya sewaktu kanak-kanak, hal kecil lainnya yang membuat saya tertarik adalah keikutsertaan  Peter Dinklage yang semenjak di GOT sudah membuat saya terkesan.

 Pixels-UK-Poster-900x1333

Sesuai dengan kepercayaan Adil, Pixels bukan film istimewa, tipikal film komedi nya Sandlers, jalan cerita pun tertebak. Space invaders datang – tim dikumpulkan – menang. Tapi meminjam kata orang bijak yang entah siapa :

We know who will win.but the important thing ..how?

Sementara, kalau mau berbicara lebih jauh.saya pribadi sedikit kecewa dengan keputusan memasukkan cheat di pacman stage kedalam plot, karena tanpa hal itu plot (mungkin ) akan lebih menarik :Sandlers bisa dikalahkan dan itu membuatnya manusiawi,Alien tidak di rugikan dan bumi pun tidak melanggar aturan, kemudian menang 3-2:dengan susah payah setelah ‘pertandingan’ final antara Sandlers dan Dinklage untuk menyelamatkan Violet yang disandra Donkey di puncak empire state. ( deja vu ? ) dan Sanders menang ! Wonder kid? Dia sudah berada di jalur yang benar. Presiden? Dia sudah punya skenario sendiri : Tuhan membuatnya memimpin Amerika untuk menghadapi ini. Seandainya presiden bukan dia,tentu ceritanya berbeda.

Tuhan memang punya cara maha unik untuk berencana..

ok.sip.

Next..Japan ? Mana Japan?

Next.. scene si jendral nonton itu untuk apa? Red herring?

Lagi. Kalau saya yang jadi penulis naskahnya saya akan plot dia jadi salah satu antagonis. tapi kan penulisnya bukan saya,tentu ceritanya berbeda..

Next..

However, buat saya pribadi, ada rasa puas ketika menonton film ini.Ya, ini lebih dari sekedar nostalgia dan bahagia, ini puas ! Tidak ini lebih dari puas, saya menyebutnya DENDAM TAWA YANG TERBALASKAN ! karena saya akui, Segaring-garingnya jokes di film ini, terutama bagian tengah kebelakang, tawa yang muncul masih jauh lebih banyak daripada ketika saya menonton film comic 8, bahkan beberapa di beberapa titik saya melakukannya dengan keras dan..SENDIRIAN di saat yang lain diam ! Dan saya tidak peduli,karena semenjak awal entah saya sudah menahan diri untuk tidak bertepuk tangan atau berteria di beberapa dialog dan referensi konspirasi dan budaya populernya!

Bicara tentang kesendirian,kebetulan menonton film ini sendirian…dan ..saya sengaja memilih duduk di deretan bangku yang hanya diisi satu pasang : tepat di sebelah mereka.

Iri? Dont get me wrong. Buat saya ada jenis film yg bisa dinikmati bersama pasangan ( atau lawan jenis walau bukan pasangan ) dan ada film yang harus dinikmati sendirian ( atau dengan sekutu yang berada di sekte yang sama ).dan buat saya pixels adalah film jenis kedua. Tapi tentunya saya tidak bisa memaksa semua orang setuju dengan saya,misalnya saja pasangan disamping saya ini,walau awalnya terlihat ragu, tapi niat itu akhirnya tetap terlaksana.

Saya pribadi tidak habis pikir bagaimana mungkin di film seperti ini : elo-elo masih sempat ciuman? Ini bukan amazing spiderman 2 saudara saudara!

Again, dont get me wrong, tetap ada sedikit sakit dari tindakan sadomasokis ini

Dan bicara mengenai ciuman.saya mau mengutip salah satu lines terbaik di filn ini :

“Nerds are great kisser..because we appreciate it more”

Benarkah itu wahai bloody nerd?

**

Lalu bagaimana dengan Ant-man?

Entahlah… lets see..

Faktanya, saya punya dana terbatas untuk ke bioskop dalam satu rentang waktu, jadi mengorbankan beberapa film buat saya adalah hal biasa,apalagi untuk menonton Abraham Lincoln the vampire killer di format 3D,jelas saya kan berpikir puluhan kali !

Jangan tertawa.teman sekamar saya melakukannya!

Advertisements

2 thoughts on “Comic Ant-man 8 Pixels

  1. Rencana awal browsing informasi BPJS Pensiun selama perjalanan menuju kantor gagal gegara mampir k blog ini..

    Keep writing Ray.. Percayalah masih banyak yg ngintip atau jd silent reader disini.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s