Menebar Spora

 “Mas Rayi harus baca SPORA, tulisan ini jenisnya sama dengan spora”

Komentar si nenek tentang GENESIS yang sudah saya posting disini lah yang menjadi moment pertama kali saya mengetahui ada novel berjudul Spora di dunia ini. dan tak lama kemudian , novel  itu pun hadir di kostan saya, bersama bulan yang sudah saya review, di sini.

Awalnya saya pikir ini akan saya jadikan sebuah referensi untuk belajar menulis lebih baik, tapi ternyata spora lebih dari itu. Di beberapa halaman awal, saya merasa begitu akrab dengan gaya di tulisnya Spora…….

**

spora-kupasbuku

Spora bercerita tentang misteri kematian di sebuah SMA, dimana kepala tiap korbannya pecah  seperti diledakkan dengan sesuatu, meminjam istilah dibuku: seperti ditembak denga shotgun dalam jarak dekat. Alif, siwa kelas 2 ,anggota OSIS, tokoh utama kita, yang juga merupakan  yang pertama kali menemukan korban pertama , musti terlibat dalam misteri kematian demi kematian berikutnya, apakah penyebabnya? benarkah ini ada hubungan dengan masa lalunya, atau ini ada hubungan dengan team KIR  yang baru pulang dari Brazil dan membawa sesuatu dari perjalanan mereka?

 CMIIW, parasyte, anime dari komik tahun 1988 yang artworknya sudah diperbaharui ini, saya tebak sebagai landasan dari mana spora ini tumbuh, sementara bagian dongeng kurcaci, jelas punya referensi besar dengan kisah fantasi lainnya, terutama Lord Of The Ring dan The Hobbit nya Tolkien. nothing new under the sun. lagian penulis berhasil meramunya dan menghasilkan sebuah ide luar biasa yang saya pikir baru dan berani, apalagi untuk Indonesia. Salut.

Jujur, di bagian awal, saya tidak terlalu tertarik, baik dari karakter maupun penceritaan, tetapi saya bertahan karena saya pribadi menyukai ( dan suka menulis ) tulisan sejenis ini : terinspirasi dari anime , sahabat cewek yg tomboy dan gadis cantik yang jadi fantasi serta  ketua OSIS yang perfect dan jadi saingan. Kemudian, perlahan, saya menikmati proses penceritaan dan penokohan, ini semua karena karakter utama: Alif,  memang punya background story yang kuat, yang memegang peranan penting dalam  kesinambungan cerita.  Walau, saya pribadi berpendapat sebuah flashback untuk Alif akan membuat pembaca semakin dekat dengan tokoh ini.

Walau tak ada action yang menarik ditengah cerita, karena memang sejatinya ini bukan cerita action, ini NOVEL HOROR, -seperti yang bisa dibaca di cover keren novel ini-, yang bagi saya pribadi bisa di terjemahkan sebagai novel sci-fi yang berhasil membawa rasa takut dalam ceritanya, Alkadri sang pengarang berhasil merangkai rasa takut ( lebih ke penasaran sih sebenarnya ) saya, dan inilah yang membuat saya bertahan sampai ke bagian yang menurut saya merupakan bagian terbaik dari buku ini : the ending.

Namun, sebelum ending,  ada satu hal yang agak menganggu di sepanjang penceritaan novel, sebuah hal kecil yang mungkin  terbilang biasa saja bagi orang lain :  ketika si ketua OSIS menyuruh Alif dan Fiona, untuk mencari kotak yang pernah di gunakan untuk meminta sumbangan untuk di gunakan lagi di kegiatan minta sumbangan kali ini. Berapapun stubborn-nya sang ketua OSIS diceritakan,  dan walau pencarian ‘tak penting’ ini berujung pada hal penting,  tetap saja buat saya kegiatan mencari kotak tersebut  bisa saja diganti dengan kegiatan lain.

Terakhir, ending adalah bagian yang menurut saya paling kuat dan paling keren. yah, pilihan yang ‘tega’ dan hadirnya sebuah konspirasi, menurut saya cukup berhasil menutup buku ini dengan keren. Kenapa? pertama, karena bikin ending itu gaK mudah, lo bisa aja bikin cerita keren, dan kemudian lo gak tau bagaimana mengakhirnya. kedua, karena di GENESIS pun saya kurang lebih menghadirkan hal yang sama. itu saja kok. makanya keren. subjektif sekali.

karena seperti yang  sudah saya tulis diawal, si nenek tidak salah,saya merasa spora adalah bentuk cermin tulisan saya (khususnya GENESIS )  dengan kadar yang entah berapa kali lipat lebih baik. tapi tetap saja, di beberapa titik saya terhubung dengan tulisan ini, dan mungkin spora ini juga tumbuh di kepala saya.

dan kemudian..

MELEDAK!!

eh, barusan bukan spoiler kan ya?

Advertisements

One thought on “Menebar Spora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s