Membaca Bulan

Tak lama lagi umat Islam akan memasuki bulan ramadhan, maka agar tidak terjadi lagi perselisihan umat, maka saya memutuskan untuk ikut serta dalam budaya..membaca bulan..

BOHONG

Lagian kegiatan itu pun tidak pas dinamakan membaca bulan, saya sekedar menghubung hubungkan saja. memaksa maksakan.

TUlisan Ini cuma sebuah cecurhatan setelah membaca buku Fantasi Tere Liye terbaru  berjudul BULAN, lanjutan dari BUMI yang pernah saya bahas disini

Jadi, percaya atau tidak, ternyata perbedaan bumi dan bulan adalah kurang lebih satu tahun, atau seperti diceritakan di novel :  bulan mengambil setting 6 bulan setelah peristiwa terakhir, dimana dengan sangat ajaib  Ali berubah menjadi beruang raksasa,  dan si kurus tanpa mahkota, kembali   terperangkap di penjara bayangan.

nyari di google
nyari di google. Kamera ponsel berpixel rendah dan kurangnya cahaya membuat saya harus menunggu waktu yang tepat, mungkin besok saya ganti dengan versi asli.Makasih udah mau baca caption sepanjang ini.

Jangan salah, walau novel ini berjudul BULAN, kali ini petualangan Raib, Ali dan Seli, dan seorang tokoh baru, Ily, bersetting di dunia klan matahari : dunia berteknologi paling tinggi, ( karena klan bintang masih belum ada kabar), dunia dimana orang orangnya berpakaian warna warni,  sehingga pakaian hitam hitam, yang sekarang sudah menjadi trade mark raib dan rekanannya  menjadi pakaian yang amat mencolok.

Diceritakan,  Trio ini, ditambah Ily,lulusan akademi klan bulan, kemudian  Av si penjaga perpustakaan dan Selena, guru sexy matematika garis miring petarung klan bulan, datang ke klan matahari, untuk menghimpun kekuatan melawan Tamus yang diduga akan lolos dari penjara setelah 3 angka sama dan bangkit kembali dengan cara yang tidak diketahui. Namun, perundingan tak berjalan lancar dan semudah itu anak muda, karena ternyata disana 4 anak muda ini, harus menjadi peserta kesepuluh festival mencari bunga matahari yang pertama kali mekar.

Yap, nama festival nya memang demikian,saya tidak bohong, atau, paling tidak, seingat saya demikian..

Festival ini merupakan tradisi tahunan yang di anggap berbahaya karena tidak ada yang tahu dimana bunga pertama akan matahari mekar, kecuali mungkinJKT48, jadi para kontingan dari 9 faksi  + kontingen tokoh utama kita, akan menyelusuri hampir seluruh wilayah klan matahari dan menemukan petunjuk demi petunjuk untuk mencapai tempat dimana bunga pertama mekar. matahari . di hari yang ke sepuluh

Keren ?

Masih belum, karena 4 anak muda terpilih masing masing faksi akan menjelajah wilayah klan matahari  dengan tunggangan hewan raksasa masing masing faksi, ada yang naik salamander raksasa, kambing raksasa, kelinci raksasa. Dan karena tokoh utama kita keren, senjata keren dan baju mereka keren,maka mereka akan naik..harimau putih.. keren kan? Keren apalagi dibandingkan dengan cerpelai dan kelinci.

GAME ON!

 Di 80 persen novel, kita akan melihat bagaimana petualangan 4 orang ini di alam liar klan matahari, a la-a la Hunger Games. Akankah mereka berhasil menjadi yang pertama menemukan di mana bunga …..pertama …mekar akan..bunga ..matahari..

pokoknya begitulah Silahkan baca sendiri…

Dari segi petualangan, saya lebih menyukai yang pertama , tense nya lebih berasa. Sementara  dibuku ini walau petualangannya panjang,terasa agak monoton serasa naik kapal  ke mekah milik pengarang yg sama di sini Beberapa hambatan dari alam yang mereka lalui terasa tidak terlalu signifikan, dan mungkin terlalu mudah, pasalnya sama sekali tidak membekas di kepala saya. Mungkin harusnya  beberapa team yang digambarkan di awal dengan megah harusnya bisa saling bertemu dan mengalami sedikit kles.

Apalagi, entah kenapa, team tokoh utama ini terasa sangat di untungkan, semua yg dikunjungi, semua petunjuk, tebak-tebakan a la Lord Of The Ring, bantuan penduduk setempat, sepatu peselancar dan kekuatan baru raib membuat team ini..

.. meminjam istilah nenek muda, pemilik sah buku ini sebelum saya : bermain aman…

Yang agak berkesan di buku ini, adalah pertarungan di beberapa halaman terkahir, yang lagi- lagi, its not a major spoiler, menghadirkan versi beruang dari AlI..

yang memunculkan pertanyaan :

Kalau memang beruang ini muncul sebagai bentuk perlindungan klan bumi kala ada bahaya, Ali harusnya sudah beberapa kali memunculkan beruangnya,kenapa Cuma di ending? Kan kasian, beruangnya, sudah dua buku Cuma kebagian di ending, lagian kalo dibikin film, CGI nya kan sayang banget.saya sebagai sutradara akan sangat keberatan.

Okay, mungkin segitu dulu, karena kalau terlalu banyak, saya akan menjadi mahluk yang persis sama  seperti yang diakatakanTere Liye  Ali di halaman 296 :

“sepertinya cuma aku yang memperhatikan detail dari petualangan ini, kalian sama seperti pembaca novel yang kadang tidak memperhatikan detail, lalu kemudian protes kenapa begini kenapa begitu …”

Hal menarik terakhir :  saya gagal menebak siapa yang mati. Awalnya saya sudah menebak dengan benar, tapi kemudian menjelang akhir, saya di sesatkan dengan kenyataan bahwa B sekarat, ah, ternyata si B toh yang mati, dan saya senyum, kemudian di beberapa halaman berikutnya, ketika si C tersambar petir, wah,bukan, si C!!

 ternyata saya salah, dan ternyata tebakan saya sudah benar

Sekian dulu..

Maaf kalau yang diatas agak spoiler, look at the bright side :  kawan kawan yang belum bava sudah siap untuk sedih, dan paling tidak saya tidak memberi tahu kawan-kawan siapa yang mati, karena…

I Love You

all…

Nb : kemungkinan ada typo di halaman 297, harusnya itu buku kehidupan, bukan buku kematian. Kecil tapi agak berbahya.Karena rasanya sudah cukup seorang saja yang punya buku kematian, tidak usah dua.Ya, Kira di Death Note sudah  lebih dari cukup.

Advertisements

2 thoughts on “Membaca Bulan

  1. ..nenek muda..???
    ..baiklah..
    ..mas rayiii..okelah..dipublish ini reviewnya..di laman sosmed yg lain..kita udh cecurhatan soal ini buku..smoga kekecewaan saya tersampaikan..sana..bikin review yg lainnya..jangan malas2..*ahahahahaha..felt like a boss..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s