Bukan The Genius

vXNVPUJ

Pertama kali berkenalan dengan program ini adalah ketik iseng ngikutin seorang teman nonton salah satu episode dari season 3..

 dan..

 Seperti yang sudah saya share di facebook , saya langsung jatuh cinta, dan mau tak mau pun akhirnya langsung mengejar ketertinggalan saya dari 2 season sebelumnya.

The genius, adalah game show korea yang berisi orang orang dari berbagai latar belakang profesi : Pengacara, Penyiar, Dosen, komikus, penulis, pemain poker,anggota senat, , mahasiswa dari korea university sampai lulusan Harvard,  dan tentunya : personil boyband dan girlband !!

Permainannnya sendiri terdiri dari 2 game, yang pertama disebut main match, yang merupakan permainan yang melibatkan seluruh peserta. Pemenang dari permainan ini akan mendapatkan hadiah yang disebut garnets yang mana nanatinya akan di total untuk jadi hadiah akhir di final, dan pemenang juga mendapatkan token of life yang menyebabkan pemiliknya selamat dari permainan kedua : death match.  Permainan di main match sendiri adalah semua jenis permainan,  tidak cuma menggunakan logika atau matematika, tapi juga negosisasi, persuasi, psikologi dan bahkan pengkhianatan!!

Death match sendiri adalah hasil dari main-match : merupakan permainan man to man, walau kadang tetap tergantung kepada siapa yang lebih banyak mendapat dukungan peserta lainya.  Permainannnya  sendiri Ada poker, yang kalah dari death match akan di eliminasi tiap minggunya.

Berat ? boring ? kaku?  Jangan khawatir, panitia penyelenggara sepertinya sengaja ‘menyisipkan’ casting comedian agar penonton acara ini tetap waras , sebut saja,  Hang Cul di season 2, dan Dong Min season 3.

**

1, 2 ….atau 3?

season 1 menurut saya adalah season terbaik sejauh ini, season ini memang lebih banyak menunjukkan kerja sama team yang baik, dan  skill individu yang tak kalah keren. Pemenang season 1 memang menunjukan kalo dia seorang genius.*fanboys mode on *

Sementara di season 2 saya melihatnya lebih banyak drama. ya,  kesepakatan untuk mengeliminasi kontestan hanya demi mendapatkan garnet yang lebih banyak menurut saya sedikit kejam. Pengkhianatan demi penghianatan pun, menurut saya mengambil peran yang amat penting di season ini, walau saya belajar satu hal yang cukup make sense :

pengkhianatan adalah kesetian, karena berkhianat pada pihak lain, kadang adalah bukti kesetiaan pada pihak yang satunya.

Apalagi drama token immortality dan semuanya, membuat season ini season paling lebay buat saya, karena di season 3 lagi-lagi kita akan lagi lagi melihat skill individu dan kerjasama yang luar biasa. Intimidasi, ancaman, kembali mendapat tempat penting di genius, walau mungkin kita sudah bisa menebak siapa yang menjadi juara di season ini, karena mereka memang mengontrol permainan dari awal dan tidak banyak mendapat perlawanan.

Terakhir, semoga season 4 di akhir tahun ini akan menyajikan sesuatu yang lebih baik dari season sebelumnya, game yang baru, skill individu yang lebih mumpuni, kerjasama apik, pengkhianatan keji, dan tentunya casting cewe yang lebih sexy, baik visual maupun otaknya…

 dan saya akan menutup dengan pembukaan genius season 3:

ada banyak ‘kejeniusan’ di dunia ini : logika, matematika, lingusitik, spasial. interpersonal, intrapersonaL, hingga seorang jenius bukanlah seorang yang punya IQ tinggi saja, tapi  seorang jenius adalah seorang yang punya sebuah ’bakat’, yang melebihi orang lain..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s