Dunia (Lain) Dalam Cerita

Sebenarnya saya sudah memposting tulisan ini kira kira seminggu yang lalu, berbarengan dengan tulisan ANIMA-ANIMUS tapi entah kenapa yang berhasil di posting cuma cerpen tersebut, sementara yang satu ini entah kenapa jadi gagal, dan kemaren….

saya baru tau alasannya.

**

Walau tidak pernah punya rencana karir sebagai paranormal atau ustad yang jago bikin lukisan serem, saya memang lumayan tertarik dengan dunia yang satu ini. Hal ini dibuktikan semenjak dahulu kala saya suka mengkonsumsi majalah misteri, mistis dan hidayah

hasil pencarian iseng
hasil pencarian iseng

Selain itu, saya selalu tertarik kalau ketika berkumpul teman-teman saya mulai menceritakan cerita mistis dari berbagai sumber :  baik dari pengalaman sendiri, pengalaman oranglain yang di tambah tambahkan, atau lagi lagi dikutip dari majalah misteri dan mistis, Saya sendiri biasanya menceritakan kembali kisah diceritakan oleh nenek saya yang dulu memang punya segudang cerita mistis yang biasanya diceriakan ketika nonton kismis seusia saya pasti tau apa itu kismis dan Caroline Zahrie.  program tivi lawas yang masih akan tetap lebih menyeramkan apabila dibandingkan dengan semua program sejenis yang sedang tayang di televisi kita sekarang.

tvguide.co.id
tvguide.co.id

Saya tidak tau kenapa, tadi saya memang sedikit penasaran dengan dunia yang demikian, selain ikut di forum forum misteri, sewaktu muda belia dulu saya sering nongkrong di primbon, website yang fotonya lebih banyak editan dibanding asli, selain itu, waktu saya masih bersekolah dan berambut belah pantat, saya juga  ngefans sama gambar gambar hasil fotokopi tukang jual obat pinggir jalan.

Here’s the deal,

Walaupun dari dulu memang jenis percaya ada peristiwa gaib, tapi saya juga jenis orang yang tidak mengenyampingkan hal hal tersebut ada yg bisa dijelaskan dari segi ilmiah, misal trance dan histeria dalam psikologi. Atau ada juga kesurupan lewat latihan atas pemintaan tim kreatif dan produser. Ada

**

Begini ceritanya…

Beberapa hari yang lalu menginap di  rumah salah seorang teman, dan entah kenapa dari sebanyak channel tv luar dan dalam, kami bertiga memilih untuk menikmati sebuah siaran tv yang hampir sebagian besar acaranya tv nya bertema sama. Malam itu ceritanya  siaran uji berani tersebut sedang shooting di sebuah pabrik tua di sukabumi, seperti yang mungkin sudah  kawan-kawan tebak, para remaja yang di ajak shooting ini  akhirnya  kesurupuan dan kemudian dari bersaya saya dan kalem mereka berubah memakai bahasa sunda yang terdengar dan terlihat mengerikan…

 semua berjalan normal, sampai akhirnya teman saya berkomentar :

“seandainya yang ikutan orang padang, atau orang ternate sana yang dibawa. baru aing percaya kalo ini beneran !!  kalau anak anak sini mah.. semua juga lancar sundanya…”

100 buat teman saya…

Namun sekali lagi, saya percaya, ada diantara mereka yang benar-benar pernah kesurupan, atau memang ada suara yang terdengar, atau memang ada barang jatuh tanpa ditarik benang pancing. Tapi seperti yang saya katakan diatas juga,  kadang di negara ini  yang asli suka dicampurkan dengan yang palsu, saya tidak akan mencontohkan apa, sehingga menjadi semacam acara ‘oplosan’. Menurut hemat saya, hal ini sangat merugikan masyarakat :  masyarakat yang percaya akan ‘dibodohi’ karena ada kerja ‘kreatif’ dalam disana, sebaliknya masyarakat yang apatis akan terus apatis…. sementara mahluk-mahluk tersebut memang ada di sekitar kita

tapi, kembali ke rating, saya pikir semuanya bisa dimaklumi, , TV yang mau idealis pun akhirnya perlahan  harus going mainstream demi mengejar rating…

lagian kalo saya berada di posisi para peserta ini, juga saya tidak berani, paling juga lima menit saya langsung nyerah, mungkin. Tapi kalo saya di briefing untuk peran kesurupan, paling tidak, saya pikir saya akan mencoba gaya lain selain gaya harimau yang sedang trend di peristiwa kesurupan manapun di televisi.

**

Dahulu kala..

seorang teman pernah menawarkan saya untuk membuka mata saya untuk melihat mahluk-mahluk tersebut, karena menurut ini saya punya potensi untuk itu, apalagii ketika dia tau saya suka mengajak mahluk mahluk itu berbicara ketika mendengar suara suara ribut, atau sekedar permisi ketika melewati tempat tempat yang saya anggap sebagai tongkrongan mereka.

Tapi saya dengan ‘rendah hati’ menolaknya. Kenapa? mungkin saya berani mengajak ketika tidak tampak tapi ketika mereka menunjukkan diri akankah saya masih ‘seakrab’  sekarang ini?  saya tidak begitu yakin, kecuali seperti yang saya katakan di beberapa kesempatan sebelumnya mereka muncul dalam bentuk keren, misalnya : samurai dan prajurit berzirah seperti dua sosok roh pendamping di  manga  Shaman King.

 Shaman-king-283109

Di lain kesempatan juga , seorang senior saya berkata, kalo ada 3 jenis ‘anugrah’ untuk berinteraksi dengan mahluk tersebut :, yaitu audio, visual dan audio visual, sementara menurut dia, saya kebagian audio, sama seperti dirinya. Entahlah, pokoknya waktu itu saya merasa menjadi mutant….level rendah

atau mungkin amat rendah. Lebih rendah dari  Zach, seorang pemuda yang tubuhnya mampu bersinar dalam gelap di film Sky High (2005)

http://disney.wikia.com/wiki/Zach
http://disney.wikia.com/wiki/Zach

**

Saking tertariknya saya dengan dunia seperti ini,  saya membentuk aliansi kecil kecilan bersama beberapa orang kawan  : ada yang memang bisa meramal, ada yang memang diikuti 3 sosok astral, ada yang cuma punya satu pendamping, ada yang memang berpengalaman dengan ilmu kebathinan karena memperdalam ilmu agama, ada yang pernah liat UFO raksasa, dan ada yang mampu berinteraksi dengan lampu jalan.

dan ada yang tidak mampu apa-apa, saya.

Dulu OWL ini adalah semacam sekte rahasia, sekarang sudah tidak lagi, karena anggota sudah sibuk dengan dunia masing masing :  ada yang sibuk menjadi memburu  hantu jodoh, ada yang sudah jadi ibu rumah tangga, ada yang jadi guru les.

Ada yang masih tidak  tau mau sibuk apa. Ada.

**

Lalu kenapa tulisan ini?

Beberapa waktu belakangan beberapa misi membuat saya harus pulang lewat tengah malam, dan karena angkot ke daerah kostan saya sudah tidak beroperasi di jam segitu, maka  berjalan pelan dan menikmati malam dengan rokok di tangan  adalah pilihan keren yang harus di lakukan.

Sebenarnya ini bukan hal baru, tapi sudah beberapa hari ini mata saya melihat hal hal yang agak beda – saya melihat banyak kelebatan : Ada mahluk hitam yang berdiri di pinggir jalan, mahluk mirip anjing yg menyeberang, dan mahluk biru yang tiduran, juga mahluk tingi besar di belokan kostan…

Seperti yang saya katakan di atas, saya masih membuka peluang untuk penjelasan mata-saya-lelah atas kemunculan pemandangan seperti ini, tapi entah kenapa saya memberanikan diri untuk berbicara permisi dan kemudian mengajak komunikasi…

dan untungnya, tidak ada yang membalas saya….

Entahlah, sepertinya saya harus kembali mengaktifkan OWLS.

Atau  apakah di tengah mimpi saya yang sepertinya masih mentok ini, saya memperdalam hal-hal ini saja?

**

Sampai Dua bintang diatas adalah tulisan yang seharusnya saya posting seminggu yang lalu….

tapi ternyata Dengan menunda dirilisnya tulisan ini, Tuhan memberikan saya kesempatan untuk membuat ending yang lebih menarik untuk tulisan ini. , tuhan yang scriptnya jutaan kali penuh twist dibanding Christoper Nolan, memberikan saya sedikit twistnya..

Begini ceritanya..

Sepulang menemani adek saya bersantap sahur di sebuah burjo yang tidak begitu jauh dari kostan, kami sibuk membicarakan tentang lahirnya OVJ rasa baru di sebuah tv swasta di negeri ini, tapi tiba-tiba omongan ini terhenti ketika saya  mendengar …

SUARA WANITA MERINTIH DAN HAMPIR MIRIP DENGAN NYANYIAN NYANYIA- TEMBANG JAWA..

seperti biasa, saya pun berhenti dan mencoba mencari sumber suara…

saya tidak melihat apa-apa,  tapi kemudian perlahan bulu bulu di leher dan tangan saya mulai bereaksi

maka …  saya akhirnya saya memutuskan untuk mempercepat langkah.

Tidak berlari, cuma berjalan cepat.

Lagi lagi, seperti biasa saya masih membuka kemungkinan kalau ini cuma perasaan saya, efek karena seorang teman baru saja menceritakan pengalaman horror lewat BBM, atau itu cuma suara angin yang kebetulan mirip tembang jawa..

sampai  adek saya mencolek saya dan berkata :

“Santai  bro, aden danga lo mah*  
*saya juga mendengarnya

Damn, mendadak belokan-belokan menuju kostan menjadi panjang, maka jangankan berkomunikasi dan mengikuti dengan suara dua atau mencoba acapella…

seperti peserta gerak jalan, jalan kami makin cepat, dan suara itu masih saja mengalun pelan..

**

Advertisements

2 thoughts on “Dunia (Lain) Dalam Cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s