YANG TERLEWATKAN

Akhirnya sampailah kita di hari terakhir tahun ini, karena saya sudah membahas banyak yang ‘sudah terjadi’ di paragraf pertama postingan , maka saya sekarang akan menggunakan istilah ‘banyak yang sudah terlewatkan’. Misalnya, sekarang ada bule cantik dari Serbia yang baik dan menggoda iman di kostan Gesti,dan saya melewatkannya. terus bagaimana ternyata alun-alun bandung sudah jadi lapangan terbuka nan hijau, bagaimana panglima ISIS chapter Indonesia menentang panglima TNI,Kamen Rider Gaim sudah digantuikan Drive. Korra jadian dengan Asami, dan serial ‘news room’ berakhir dengan cukup manis ….

ini maksudnya lewat atau terlewatkan sih ?

pokoknya, banyak yang sudah lewat dan terlewatkan, begitu juga seperti dua kisah yang seharusnya sudah saya bagi dari kemaren-kemaren kepada kawan-kawan..

selamat menikmati, selamat tahun baru 2015

**

  1. MUTHIA DAN FAHMI

Dulu, di waktu senggang yang amat panjang ( baca : menganggur ) saya memutuskan untuk mengisinya dengan suatu kegiatan yang menurut saya amat sangat bermanfaat dan merupakan bagian dari dunia yang sudah saya hilang : desain grafis. Singkat cerita, disinilah, saya bertemu dengan dua mahluk menarik ini, sebut saja mereka Mutia dan Fahmi.

Mutia adalah yang pertama kali saya kenali di kursus ini selain intruktur nyentrik dan menarik yang bernama Boric, (serius, saya tidak mengarang ini demi sebuah rima). Mutia, ternyata bercita cita jadi seorang fashion designer, dan selain alasan tersebut dia mengambil kursus ini adalah karena semua keluarganya adalah designer. Ini Serius. Tentunya yang menjadi pertanyaan aa Boric kenapa dia tidak belajar di rumah saja? tanpa menunggu jawabannya saya pikir kita sama sama tau bagaimana rasanya belajar dengan keluarga….

Sementara, Fahmi baru bergabung beberapa hari belakangan, walau begitu mahluk ini ternyata sudah punya kemampuan dasar photoshop dan corel draw yang mengagumkan. Ternyata sasarannya adalah 3d max, tapi dia mau melancarkan dulu kelas ini.

cakep, dan beberapa hari berinteraksi dengan mereka, akhirnya saya tau fahmi itu seorang pelukis, dan mutia seorang penulis.

**

Kedekatan kami dimulai ketika setelah kursus kami sengaja meluangkan waktu dulu ke sebuah café keren, tepat di sebelah tempat kursus kami. Serius, cafenya keren tapi harganya sangat cocok dengan kantong mahluk standar seperti kami,misalnya : dengan 6000 saja saja kita sudah bisa mendapatkan chicken katsu, yah rasa dan penampakan pasti sesuailah sama harganya, tapi.. tetap saja lumayan kan?

Nah, di sinilah perbincangan dimulai. Cerita asal muasal, disIni saya menemukan kalau keduanya ternyata masih junior saya lah. Ok, paling tidak saya bukan yang tertua kelas, masih banyak kok bapak bapak yang belajar photoshop dan corel, atau hal ini wajar karena harusnya anak muda seangkatan saya sudah menguasai ini sebagai fitur bawaan?

Seperti yang saya ceritakan tadi, Fahmi seorang pelukis, maksud saya benar benar seorang pelukis, saya sudah melihat karyanya, dan yang menjadi objek lukisannya adalah band-band legendaris yang saya saja tidak tau..Tunggu, paling tidak, saya tau seseorang. John Lennon, ya dalam posenya yang cukup terkenal. Sementara Mutia sudah menelurkan buku romance sci-fi….

**

2 hari yang lalu…

Setelah satu tahun lebih tidak bertemu.Tidak ada angin tidak ada hujan, Mutia menghubungi saya untuk berkumpul kembali, semacam reuni kecil kecilan di café yang sama dan pastinya spot yang sama, dan saya yang semalaman mencoba menamatkan game sampai pagi, terpaksa tidak tidur karena Mutia memutuskan jam 9 sebagai waktu pertemuan.Maka, secangkir kopi besar saya putuskan untuk memenuhi janji ini.

Akhirnya, Mereka datang duluan, saya telat, karena ketiduran…

Pertama kali kami bertemu dia masih sangat fashionable, sementara sekarang, dia masih fashionable dan lengkap dengan hijab, sayangnya bukan hijab yang sedang happening sekarang, melainkan jilbab yang panjang yang tetap membuatnya terlihat cantik. ini mungkin ada pengaruhnya dengan jaket ala korea yang dipakainya sebagai luaran.Mungkin. Apapun itu, akhirnya saya bisa melihat langsung metamorfosisnya, karena display pictures BBM nya nya sekarang cuma berisi hadist dan tausiah.

Sementara tak banyak yang berubah dari Fahmi, makin kurus dan makin gondrong, dia masih dengan kemeja ransel jeans belel dan sneakers, keren abis. Sementara saya kurang lebih terlihat seperti Fahmi versi gendut.

Dan kemudian kami bercerita, awalnya standar, tentang kegiatan masing masing, fahmi masih sibuk memperdalam ilmu 3d dan webdesainnya sambil bantuin abangnya di toko peralatan olahraga extreme. mutia sendiri sempat bekerja di salah satu vendor hijab besar tapi akhirnya memutuskan untuk berdagang kaos dan boneka imut. kemudian perbincangan sedikit beralih ke hal yang agak serius, misalnya syiah dan isis, dan akhirnya ‘diskusi’ kami pun di potong adzan.

……dan sudah bisa ditebak, mutia menjadi yang pertama untuk mengingatkan kewajiban shalat . Saya sih menyambut positif perubahan ini, dan sekaligus berdoa mudah mudahan belakangan dia tidak memutuskan untuk bercadar.

**

Setelah dari masjid makin banyak rencana yang kami rencanakan, setelah sebelumnya rencana kami buka bisnis bareng gagal, kami memilih untuk memilih rencana yang tidak muluk-muluk, misalnya hiking, walau tetap terdengar agak mustahil juga buat saya. Untunglah, ada obrolan yang lebih menarik sore itu: rencana untuk ketemu lagi dua minggu setelah hari ini untuk membahas tulisan masing-masing. Ide ini di mulai ketika fahmi bercerita dia ingin mulai menulis sebuah kisah fantasi, maka saya dan mutia yang sudah duluan mulai di dunia tulis menulis pun ( sok ) berbagi tips kepada Fahmi, dan yang terjadi akhirnya kami sepakat untuk membuat kisah fantasi masing-masing dan mengumpulkan dua chapter dalam dua minggu berikutnya..

Dua minggu ? ah, sepertinya saya butuh stock jamur ajaib fahmi. Mahluk ini tertawa menyanggupi..dan seperti sebelumnya, mutia cuma geleng geleng kepala..

Fahmi , mutia dan saya, diperankan model
Fahmi , mutia dan saya, diperankan model

2.Pasar Seni ITB 2014

rex
dari koleksi google

Patung t-rex berskala 1:1 mungkin adalah hal yang pertama kali membuat saya kagum ketika memulai petualangan di pasar seni pagi itu. walau dari jauh cuma terlihat seperti gundukan seng, tapi tetap saja patung ini keren,soalnya ini t-rex dalam pose nya paling terkenal yang mungkin tidak akan kita lihat lagi di Jurassic world, juraassic park terbaru yang tayang tahun depan, karena dari trailernya kelihatannya dinosaurus yang menjadi teman setia ranger merah ini akan punya tangan yang lebih panjang.

Lupakan,

toh pada kenyataannya ternyata tidak semua orang mengenal kalau mahluk di depan ini adalah Trex.

**

Saya berangkat pagi-pagi sekali, menjelang pembukaan, karena menurut Adil, nanti siang bakalan susah jalan, dan sialnya teman saya ini benar. Pagi itu saja, ramenya sudah tidak wajar untuk event yang ada seni dibelakangnya. Jujur, saya kagum akan kecintaan masyarakat kota ini akan seni , saya juga kagum akan banyaknya kamera. Adil teman saya malah dua bawa kamera, karena menurut Adil, ga enak ganti lensa pas lagi rame, jadi dia kemudian memutuskan membawa dua kameranya, satu untuk lensa tele, dan satu untuk wide. Okay..

Saya yang tidur cuma dua jam semalam karena sibuk main dragon quest di emulator akhirnya memutuskan beristirahat sebentar ketika adil sudah sibuk kesana kemari memburu mangsanya pagi itu, soalnya mata saya mulai berkunang-kunag dan sejurus kemudian Adil sudah menghilang..

Setelah sebatang rokok dan secangkir kopi, saya kemudian berjalan sendirian, mulai menikmati stand stand yang cukup menarik hati, ada 3d printer, ada banyak kaos dengan kata kata dan gambar lucu , ada yang jualan printer, ada banyak marketing bank juga dan ada yang lempar pisau..

Tuhan maha lucu, kadang kita tidak menemukan orang yangkita ingin temukan, tapi tuhan malah mempertemukan dengan orang lain..

Seperti hari ini, di pasar seni sebenarnya saya sudah janji dengan Iwed, teman sesama blogger yang ngajak ketemuan , tapi sayangnya mahluk initidak bisa dihubungi. Saya malah bertemu dengan ira, senior saya yang bertanggung jawab untuk event salah satu harian besar di bandung. Belakangan kita cuma BBM an, tanpa sempat ketemuan, akhirnya bisa ketemuan disini, foto-foto setelah hujan….

IMG_20141124_143052

Adil kemudian datang, sayangnya orang ketiga adalah syetan

IMG_20141125_144438

tenang, saya baru akan memulai bicara tentang seni

**

Kemudian saya dan Adil melanjutkan perjalanan. Kita melewati beberapa stand keren, diantaranya stand wisata mistis yang cukup menarik perhatian saya, karena selama ini saya cuma mendengarnya dari cerita teman-teman. Saya dan adil juga menyempatkan diri masuk ke ruang pusaka mereka : ruangan 1 x 1 tanpa cahaya, cuma berisi wewangian, dupa, bunga rampai kemenyan, keris keris dan lukisan manusia harimau. Tak kalah menarik, kita ketemu Hatsune Miku yang pake kebaya, lewatin booth star trek yang keren juga, sayangnya saya bukan trekkies, dua film star trek yang udah beredar saya belum pernah nonton sampai sekarang, sementara Adil adalah fansnya Dr.Who

sayangnya itu inggris, jadi fans nya disini kurang , kalau star wars dan star trek kan amerika

keluh Adil, ketika ternyata tak jauh dari star trek ada starwars nya juga, tapi alhamdulillah, Adil bisa sedikit terhibur ketika seorang pengunjung cewe di booth starwars terlihat kecewa kemudian berkata :

“star warsnya ga ada”

kawan –kawan mengerti maksudnya apa? kalau mengerti maka berbahagialah, karena saya dan adil sama sekali tidak mengerti..

Selanjutnya , ada yang namanya cyber wayang, jadi main wayang pake ohp gitu, dan karakternya pun dibikin baru, cakep cakep, dari hasil tanya-tanya, mereka ngambil epos ramayana…

Ya, kami masih di pasar seni kok..

**

Makan dulu, baru shalat ternyata jadi pilihan yang bijaksana siang itu karena selain bisa menghindari Salman yang waktu itu ahamdulillah penuh banget. Sehabis zuhur, saya dan adil (yang ternyata juga cuma tidur 3 jam ) langsung tewas dan bangun beberapa menit menjelang ashar dan setelah azan ashar saya adil dan kini ditambah reza adek saya yang sudah keliling sendirian dan beruntung melihat pemeran telanjang seorang cowo ketika tuhan melindungi mata kami dari itu, ikut bergabung untuk melanjutkan perjalanan. setelah sebelumnya sempat mengabadikan teman kami yang pacaran di masjid.. romantis –religius.

setelah foto-foto di tiang gantungan yang berhasil diperankan dengan baik oleh adek saya ini, kami kemudian melanjutkan perjalnan. Sore yang mulai gelap sepertinya tidak menyurutkan para pencinta seni , fotografi atau seni fotografi untuk datang meramaikan pasar seni ini, kamera keren maikn banyak terlihat

tapi ada satu hal yang menurut saya agak berbeda..dan agak membahagiakan…

Saya kagum sendiri melihat ternyata begitu banyak kaum hawa yang memakai hijab panjang. Saya seperti terlempar ke beberapa waktu yang lampu dimana hijab masih menjadi barang langka dan modelnya pun masih seperti saya-saya lihat sekarang : panjang . Tidak ada maksud apa-apa, saya cuma sedang menikmati pemandangan yang ada, dan ternyata bukan cuma saya yang berpikir demikian, adil bahkan sampai mengeluarkan fatwanya, kalau seorang wanita di depan kami…

memancarkan aura seorang ibu yang akan mengajarkan anak anaknya untuk menghafal alquran…

bangsat, saya bahkan cuma sampai di prasa: ‘bidadari surga’’

Next, setelah melihat kerennya action figure Pak Jokowi, sepertinya tidak ada lagi hal menarik yang saya dan Adil temukan , selain lagi-lagi , gadis gadis cantik yang berseliweran dengan berbagai macam tipikalnya, ada yang sendirian, ada yang dengan pacar,bahkan gadis yang memancarkan aura seorang ibu yang akan mengajarkan anaknya untuk menghafal alquran tadi terlihat dirangkul erat oleh seorang lelaki yang hampir pasti adalah suaminya. Ada juga yang satu rombongan cantik-cantik semua, yang menurut adil , itu karena sesuatu yang bernama …cheerleader effect.

oke, noted, dan tolong dicatat juga pemirsa : saya masih berbicara tentang seni

**

Panggung utama yang berisikan band indie yang lebih terdengar bagai jampi jampi ritual magis menjadi tempat peristirahatan terakhir kami…. di pentas seni ITB 2014 ini. Merokok sambil menikmati minuman sambil sesekali memanfaatkan lensa tele Adil untuk menjadi stalker membuat sore itu menjadi begitu indah, dan satu hal yang sampai sekarang saya masih yakin, suatu saat nanti akan ada cinta segitiga yang melibatkan saya dan Adil, karena di beberapa kesempatan kami berhenti pada wanita yang serupa tapi tak sama…

Terakhir, saya mau menyimpulkan dan membuat semacam pengakuan bahwa saya ternyata belum begitu mengerti seni. Begitu banyak lukisan pahatan, yang jangankan bagaimana cara membuatnya, apa maknanya saja, saya masih bingung. Saya cuma sampai pada kesimpulan : ini seni kelas tinggi yang rumit.

dan jelas itu bukan statement yang membanggakan..

Terakhir lagi, diantara semua seni yang hadir disana, sepertinya saya masih mengagumi karya seni ciptaan tuhan, ya, seni yang di ukir tuhan dengan luar biasa agar adam tidak galau , seni yang kita kenal dengan nama..wanita. Tapi jangan terlalu terburu-buru menilai saya mengerti karya seni yang satu ini, percaya atau tidak : mereka lebih rumit sekaligus luar biasa..

walau akhirnya sesampai di kostan saya mendapat cerita menarik kalau ternyata wanita Randi salah mengenali patung trex yang saya ceritakan di awal sebagai patung…anjing yang sedang terbalik..

**

begitulah, mudah-mudahan ketika 2014 berakhir, sudah tidak ada lagi yang terlewatkan, tidak lagi perasaan tak tersampaikan, tidak lagi sisa sia penyesalan, tidak ada lagi hutang yang tersisa di warung dekat kostan. yup, mari mulai sesuatu yang baru di 2015.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s