Run for your maze of life

Awalnya pengen banget nonton ini film di bioskop setelah baca reviewnya di sebuah majalah film beberapa bulan lalu, ternyata… biasa..

MV5BMjUyNTA3MTAyM15BMl5BanBnXkFtZTgwOTEyMTkyMjE@._V1_SX640_SY720_
Run Thomas. RUN !!

Bukan,bukan filmnya, maksudnya,seperti yang sudah di ceritakan beratus-ratus kali di blog ini, ketika film ini muncul ketika sedang sibuk.. sibuk untuk berhemat. Maka jadilah saya musti sabar menunggu sampai unduhan-nya muncul..

biasa..

**

Maze Runner, tak seperti dua film adaptasi novel remaja-distopia yang belakangan happening,  sebut saja ‘Hunger Games’ dan ‘Divergent’ yang memasang cewe sebagai tokoh utamanya, film ini hampir 90% memanjakan kaum hawa dengan menghadirkan sederetan tokoh cowo-cowo keren yang keringatan, kumal, tapi tetap keren. sebut saja Thomas, si cowo terpilih, Minho si bad-ass asian, atau si Jojen Game of thrones. Ok, ada Teressa, satu itu doank.

Maze runner, bercerita tentang cowo-cowo keren hilang ingatan yang didatangkan lewat sebuah box bersama kebutuhan bulanan ke  sebuah tempat yang di batasi oleh sebuah maze, semacam labirin yang berganti tiap harinya, bukan cuma itu, di maze tersebut juga ada mahluk mematikan bernama grievers. Ketemu jalan keluar aja udah untung, pakai ada yang nyusahin lagi. Tapi sebenarnya ada yang lebih gawat, Mereka hidup dengan pekerjaan masing masing yang begitu-begitu aja ( ya wajar sih, mau ngapain lagi? ), ada sih kelompok yang dikenal sebagai runners, yang mencoba mencari jalan keluar, tapi ya juga gitu-gitu aja, stuck, mandek,  dan 3 tahun pun berlalu  begitu saja, sampai Thomas muncul, seorang pembawa kabar gembira dan peringatan kepada mereka, dan mengubah pandangan yang lama, ada yang setuju untuk ikut sang nabi Thomas ini,sementara ada juga yang sudah merasa cukup nyaman, dan melarang merusak tatanan yang ada….

 a little de javu?

Saya yakin bukan cuma saya yang melihat Maze Runner sebagai penggambaran hidup manusia dalam skala kecil, dimana kadang kita sudah terlalu nyaman dengan semua yang ada didepan kita sampai kita susah menerima perubahan. lebih jauh, nrimo, tanpa mau mencari tahu dan mengenali apa yang si tetapkan dan di suapkan kepada kita.

padahal?  menurut hemat saya pribadi, tidak ada salahnya mempertanyakan dan mencari  tahu apa yang ada di sekitar kita, apa yang diberikan kepada kita,  kalaupun akhirnya kita harus kembali dan ternyata aturan itu memang demikian, paling tidak kita sudah mencari dan mencoba memahami, bukan karena di ktp kita dan bukan karena orang tua kita percaya hal yang sama.

seperti yang di pilih Thomas dan beberapa orang kawan-kawan : mencari tahu kenyataan,

yah, kenapa tidak ?

I think it’s time we find out what were really up against.” -Thomas

**

Karena saya tidak belum membaca bukunya, dan cuma menilai dari filmnya saja, buat saya film ini sudah tergolong baik …..dalam menyampaikan pesan. walau harusnya karena judulnya maze runner lebih banyak adegan  lari di ruangan maze tersebut, misalnya di awal paling tidak diperlihatkan bagaimana  para runner mengumpulkan kode kode dan mambo jambo maze yang di terangkan Minho kepada Thomas di pertengahan film. temponya juga terlalu cepat untuk seorang yang baru datang bisa langsung jadi sekeren itu, IMHO. Acting sih buat saya masih dalam ketegori bisa,   Dylan O Brien belum berhasil memainkan perannya sebagai natural leader, malah  akting si Thomas Brodie menurut saya paling oke dan menjanjikan,naksir deh. Sementara casting si antagonis  ‘tokoh orthodok’ menurut saya kurang kuat dan kurang mendominasi. Selain itu, sepertinya pihak adaptor ( yang mengadaptasi ) lupa kalau tidak semua orang membaca bukunya, jadi dia lupa menjelaskan beberapa kejadian sehingga universe film bisa dimengerti oleh orang yang tidak membaca buku, misalnya saja : kenapa salah satu tokoh bisa tiba tiba muncul di tempat Thomas dan kawan kawan yang bahkan harus mengorbankan banyak pion pion figuran, saya tidak mau spoiler lah sampai harus bilang kenapa Gally bisa sampai disana tepat waktu? di buku sih saya yakin ada, cuma di filmnya ini lho..

gitu aja sih,mudah mudahan kalau dibikin sekuel ada perbaikan, penjelasan, dan ada karakter cewe tambahan, misalnya ….

BORA et labora- lagi terhipnotis banget ama bidadari ini
BORA et labora- lagi terhipnotis banget ama bidadari ini

**

sekali lagi ,  kita sama sama tau kalo hidup adalah maze itu sendiri, kenapa kita tidak mencoba menelusuri, dan menikmati tiap belokannya, tiap hari akan selalu ada kejutan seperti maze yang berubah berubah, mari lari, dan menikmati setiap perubahan dan kejutannnya. Trus, hidup kayanya  juga punya grievers kaya di maze runner kok, wujudnya aja beda, teman yang bikin kesel, bos yang pemarah, gebetan yang cuek, pacar yang posesif, kang warung yang suka sms ingetin hutang . udahlah, nikmatin aja semuanya.siapa tau ini semacam test..

lari aja terus.. kalo ga sanggup ya jalan pelan..

hasilnya, serahkan pada  WCKD tuhan yang sudah mengatur semuanya..

Advertisements

One thought on “Run for your maze of life

  1. Bukunya jauh lebih bagus..saya udah bilang mas rayi buat baca bukunya..
    nanti..mas rayi bakal teriak2 histeris buat si Newt alias Sangster..dia pentingbanget soalnya..
    Yok nungguin Scorch Trials..lanjutannya..September atau Oktober 2015 apa ya..kalo bisa nonton bareng..biar greget..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s