Uang Rokok

Tuhan. Entah rokok yang keberapa aku matikan ketika aku memutuskan menulis keluhan ini.biar gaya.
Kopi hitam sudah yang ketiga. Makin hitam.makin pahit.makin gaya.
Tuhan.kataku kau selalu melihatku dari atas sana.tapi aku takut itu sama seperti kopi dan rokokku. Cuma gaya.
Tuhan.kalau boleh aku minta uang buat beli rokok dan kopi. Biar terus gaya.
Yang ini serius.bukan gaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s