RAHASIA

“Salam buat amaktu

amaktu adalah bahasa slang anak muda daerah ku untuk menyebut kekasih, biasa digunakan oleh anak-anak muda. Sebenarnya berasal dari kata amak yang berarti mama, ibu. Jadi ini semacam ekspresi harapan terhadap kekasih akan menjadi calon istri dan ibu dari anak-anak mereka nanti , tetapi kenyataannya tidak banyak yang sesial itu.

Lupakan. Informasi di atas tidak terlalu berpengaruh untuk ceritaku berikutnya. Mari kita lanjutkan…

Kawanku ini cuma tersenyum, ia kemudian berlalu, aku tau, dia tidak akan menyampaikan ‘salam-salamku’, walau itu sungguh amat tulus, berasal dari hatiku yang terdalam. Tapi aku tak heran, sudah berapa kali, dia langsung tak langsung mengatakan kalau dia tau statusku sebagai pemilik senyuman dengan daya pikat luar biasa, jenis mahluk yang menurut kepercayaannya paling berbahaya didekatkan dengan wanita mana saja, apalagi kekasih barunya yang notabene cantik jelita, yang menurut pembicarannya di telpon adalah wanita yang paling cantik didunia, dan di dunia parallel lainnya. Entahlah, dia terlalu banyak menikmati komik dan film manusia-manusia super berbaju ketat tersebut.

Satu hal tentang kekasihnya ini, aku sama sekali belum pernah melihat wajahnya, bahkan semua jenis media sosial pun di rahasiakan dariku.

Dan satu hal tentangku, aku bohong. Sebenarnya bukan cuma senyuman, aku punya rahasia lain, aku akan membaginya dengan kalian, hari ini juga. Mungkin bagian berikutnya akan bermanfaat bagi kaum adam, tapi mungkin juga akan berhadapan dengan kaum hawa, untuk berhati-hati dengan aku, atau spesiesku, atau mereka yang sudah berevolusi karena membaca cerita ini.

**

“Suka buku-buku Ayu Utami juga?” kata gadis yang baru ku kenal kemaren, anak ekonomi 2 tahun di bawahku, beda angkatan, beda fakultas.

“Suka, tapi cuma beberapa” ujarku sambil melempar senjata terbaikku, senyumanku.

Aku bohong, aku bohong , aku cuma membaca beberapa…. judul bukunya dan kemudian membiarkannya bercerita.

Gadis ini masih bercerita, aku terus menatap matanya, sesekali mengangguk menunjukkan perhatianku.

Silahkan dicatat bagi kawan-kawan yang memerlukan.

Tatap matanya, ingat ma-ta-nya, walau seberapa menarik bagian tubuhnya yang lain, maksudku rambut , hidungnya atau bibirnya , tetap tatap matanya dan tunjukkan ku perhatian dengan apa yang dia katakan, terserah kau mengerti atau tidak, terserah kau suka atau tidak. Aku sudah mensurveynya, ini mungkin berlaku bagi sebagian besar manusia bumi, tapi kawan-kawan, ini akan berkerja lebih untuk perempuan, karena mereka butuh perhatian lebih banyak dari spesies lainnya di jagad raya ini, jadi, lakukanlah.

Mungkin kau bertanya, bagaimana kalau seandainya kau memang suka dengan buku yang dia juga suka, atau film yang dia juga suka, atau lagu, atau apa saja, kau bisa ganti sesukamu, apakah kau perlu berbohong sepertiku? jelas kasusmu lebih baik, tapi kalau kau bertanya padaku, aku sarankan kau tetap berbohong, jangan sampai kau memonopoli pembicaraan dengan memamerkan pengetahuanmu tentang music-lagu-film tersebut, beberapa dari kaum hawa mungkin suka itu, tapi percayalah, sebagian besar dari mereka tidak. Kembali ke kasusku ku yang tadi, walaupun seandainya aku suka dan punya koleksi lengkap di koleksi buku di rumahku, aku akan tetap mengatakan kalau aku tidak begitu tau, dan ini akan membawa kita ke dialog berikut

“ Baca deh, menarik”

“ Okay, kamu punya semua?”

Mahluk manis didepanku tersenyum, dia jenis gadis yang pintar, dan aku suka itu. Jelas dia sudah bisa membaca gerakanku. dia sudah tahu kalau kuda putih ini akan bergerak masuk ke wilayah pertahanannya.

“Iya, tapi aku ga bakal minjemin”

Aku balas tersenyum, dia sudah menggeser mentrinya.

“Ya udah, berarti aku bacanya kapan-kapan aja”

jangan terlalu menunjukan ketertarikan yang sama dengan hal yang dia sangat suka. Percayalah kutub yang berbeda itu tarik menarik.

Dia tertawa, kemudian membalas, “ Okay, aku pinjemin, tapi bacanya cuma boleh di kostan aja “

Aku tersenyum, mentri pun berhasil ku taklukan, aku benar benar sudah masuk ke barisan pertahannya, saat tiba-tiba handponenya berbunyi.

“Iya, kesini aja, ama temen kok” ujarnya tak lama kemudian

keberuntungan, walau matematika dan statistik itu lebih penting, kadang kita membutuhkan hal ini.

“Teman aku mau kesini” uajrnya seolah bisa membaca pikiranku, mungkin dia bisa membaca? ah, entahlah pikiranku sudah di racuni komik-komik teman sekamarku

“Kebetulan, aku juga mau jalan” ucapku kemudian

“lo, kok?”

“Aku ada janji ama anak-anak “ terangku, yang jelas bohong.

Dia menatapku sejenak, “ya duah, Kapan mau ke kostan kabarin aja” ujarnya kemudian.

Tak lama temannya datang dan kami berkenalan, aku menghabiskan teh talua di mejaku.

kau tau teh talua? itu minuman khas daerahku, dan kebetulan, ini minuman favoriteku.

Ah, satu lagi catatan, jadilah dirimu sendiri, misalnya :kau tidak perlu mengganti teh talua dengan thai tea karena sedang di depan gadis pujaanmu, walau kedua minuman ini sebenarnya relative mirip,Paling tidak menurutku, dan sepertinya aku sudah bilang, relatif.

Aku kemudian pamit, berbelok menuju toilet dekat kantin yang untungnya sedang sepi, ya, keberuntungan lagi. Kemudian aku kembali ke meja dimana dua gadis itu berada.

klise, mereka masih membicarakanku, dan untunglah aku sekarang sedang berdiri disitu.

**

restauran khusus masakan jepang ini terlihat rame sore itu. Aku tidak begitu suka, seperti yang aku katakan pada temanku, makan disini tak lebih dari prestise, padahal mungkin sebenarnya, aku tidak begitu suka dengan harganya yang membumbung sekali makan, buatku lebih baik aku makan makanan padang dengan rendang atau dendeng , daripada masakan jepang, tidak bermaksud rasis atau apa, ini cuma pilihan pribadi, dan ini cuma berkaitan dengan isi kantong, dan lagi-lagi keberuntungan masing-masing. Atau bisa juga sebagain besar dari mahluk didepanku ini adalah mereka yang sejensi dengan teman sekamarku, mereka yang terhipnotis untuk menikmati sekedar ramen, mie favorite Naruto, ninja kuning itu. Dont get me wrong, siapa yang tidak kenal ninja itu? aku yang tidak suka membaca komik pun hafal dengan kisah cinta nya dengan teman satu teamnya, Sasuke.

kembali ke dunia nyata, awalnya, aku tidak ingin masuk ke sini, tapi ketika aku melihat seorang manusia yang aku kenal, maka aku pikir ini adalah hari keberuntunganku, aku pun mengikutnya kesini, dan mereka jelas tidak menyadari keberadaanku,

Yah, pria tampan berkacamata berkaos superman itu adalah teman sekamarku, dan lihatlah, itu gadisnya yang cantik jelita. Dia tidak bohong, sepertinya memang agak susah menemukan jenis demikian di seantero galaxy ini, kali ini aku tidak bohong. Kalian harus tau, tidak semua wanita di planet lain itu seperti wanita bumi, kalau kau pernah kencan dengan wanita mirip ikan bermata tiga, maka kau akan bersyukur. tapi serius, bahkan untuk ukuran mahluk bumi, gadis di depanku ini amat cantik.

dan seperti yang sering kukatakan, kadang kau cuma perlu keberuntungan, bangku didepan meja mereka kosong , aku duduk disana dan membiarkan mereka bercerita.

Aku memencet beberapa tombol di ponselku, dan kemudian ponsel temanku ini berbunyi. saat dia mengangkatnya aku pun mematikannya.

“Siapa?” tanya gadis disebeleahnya

“Hantu” jawab temanku sekenanya, dia memang suka memanggilku demikian, karena menurutnya aku suka tiba-tiba muncul dan menghilang tanpa dia sadari. Dan aku tidak bisa menyalahkannya.

Detik selanjutnya, semua bergerak sesuai keinginanku, cerita dua sejoli ini berkisar tentang aku si hantu. Sayangnya pertanyaaan-pertanyan dari si jelita itu dijawab sekedarnya dan kadang faktanya banyak yang merugikanku.

Ini dia, pesanan mereka datang, dan sepertinya, aku harus melakukan sedikit pertunjukan.

***

“Tadi aku ketemu temanmu ”

Aku yang sibuk mengetik tulisan untuk majalah kampusku minggu ini, melihat ke arahnya,

“Maksudmu?” Tanyaku kemudian.

“Tadi waktu makan ramen, tiba-tiba mangkokku berpindah sendiri “

aku tertawa

“Kamu tidak percaya?”

“Maaf, tapi mungkin kamu sedang lelah, ini versi lain dari kaus kaki melayang ? ” balasku tanpa mengalihkan mata dari notebook ku. Kaus kaki melayang adalah.. ah, sudahlah, kalian sudah pasti bisa menebaknya.

“Tidak, kali ini aku yakin tidak berhalusinasi, aku melihatnya berdua dengan Lana”

Aku kemudian menatapnya serius “Kalian yakin?” ulangku

“Aku cukup yakin” dia mengambil nafas “ Tapi Lana berteori itu terjadi karena perubahan panas mangkok”

Aku tertawa lagi

“Tapi, berpindahnya kira kira segini” ujarnya kemudian menunjukkan jarak perpindahan mangkok

Dia bohong, kalian tau kalau aku lebih tau jarak yang sesungguhnya.

**

Sepertinya cukup untuk kali ini. Aku yakin kalian sudah tau rahasiaku. Permintaan ku cuma satu jangan beri tau teman sekamarku, karena aku tidak mau dia tau rahasia kecilku ini, seperti aku sudah tau rahasia kecil dia dan malaikat kecilnya dari percakapan sore tadi.

Terakhir, aku akan membagi nasehat Sun Tzu di chapter 3 Art of War nya yang sudah di perkosa di berbagai macam tulisan :

know your self, know your enemy, u can winner numerous battle.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s