Ada Apa Dengan Anda, Cinta, dan Persib Juara?

Baru beberapa hari kemaren rasanya ,saya membaca tentang bagaimana kang Emil, walikota keren ini,  ikut bertelanjang dada demi menunujukkan bahwa dia seorang bobotoh sejati ketika atribut persib dilarang di laga semifinal Persib dan Arema  …

“Rayes, ikut nonton bareng ?”

Tanya seorang Bapak sehabis shalat magrib kemaren malam, ketika bapak-bapak yang lain sibuk memasang layar raksasa di halaman belakang masjid. Saya baru ngeh, hari ini adalah laga penentuan, yang mungkin saja akan menjadi bersejarah bagi hampir semua orang di kota ini. Saya cuma tersenyum dan kemudian  langsung membayangkan kalau surat surat terpendek akan menjadi pilihan imam untuk shalat isya nanti, atau mungkin, karena kebetulan tadi malam hujan, pengurus masjid sepakat untuk meniadakan isya berjamaah khusus untuk malam ini…

just kidding. im going to hell for this

saya bukan penyuka dan penggiat sepakbola. Tapi , hari ini saya melihat  langsung bagaimana layar dan bendera besar memenuhi pinggiran jalan ketika gelar juara liga Indonesia sedang di perebutkan.  Mobil dan motor sepi,  bahkan saya harus menunggu supir angkot yang sedang menyaksikan nonton bareng di pinggiran jalan.

saya harusnya tidak kaget. Karena beberapa saat setelah menginjakkan kaki pertama kali di kota ini, saya sudah merasakan kalau PERSIB adalah bagian yang tak terpisahkan dari kota ini. namun, baru hari inilah saya melihat langsung tua muda, dewasa, anak kecil ,laki laki-perempuan, semua  memenuhi jalan, klakson bersahutan, bendera dan spanduk berkibaran,  dan kenal atau tidak mereka saling menyapa, saling mengucapkan selamat, berhenti di jalan, bernyanyi, dengan semangat laur biasa, bertelanjang dada  ( sayangnya cuma yang lelaki saja ), terlihat amat bangga: Persib juara, BANDUNG JUARA!

Sementara saya dan Anda, wanita di samping saya, cuma bisa tertawa, ikut berteriak dan memperhatikan  mereka dari pinggir jalan raya, tanpa benar-benar ikut merasa bahagia.

**

Bagaimana seandainy ada yang melanjutkan film Ada Apa Dengan Cinta, a la before trilogy  ? Saya membayangkan Rangga kembali ke Indonesia setalah jadi penulis besar, kemudian bertemu lagi dengan cinta yang ternyata sudah menikah dengan seorang pengusaha…. #eh

Kemaren malam, berawal perbincangan dengan seorang junior tentang Nicholas saputra yang naksir reza rahardian, pikiran itu muncul di kepala saya.

saya bukan sahabat line, makanya saya tidak tahu menahu kalau ternyata apa yang saya bayangkan tadi sedang jadi hits di dunia maya. Saya pertama kali mengetahuinya  di postingan blog seorang teman yang menyertakan  videonya , kira-kirasekitar jam 9 malam kemaren, disanalah saya langsung merasa luar biasa, menjadi alay dan langsung update status facebook dan personal message di BBM !  Pertama, karena apa yang saya bayangkan langsung menjadi kenyataan, walau dengan ending yang berbeda. Kedua, karena ..karena ini Ada Apa Dengan Cinta!!!

Melihat geng cinta arisan dengan kecantikan yang makin matang ( bahkan  Sissy milly Priscillia sudah  mirip Ria Irawan ), saya sungguh ..bahagia.., karena beberapa waktu lalu saya cuma mendapat fotonya mereka, dan itu saja sudah membuat  rindu terobati ( saya sampai sempat menjadikan foto yang ini menjadi wallpaper selama beberapa hari) .

IMG_20141023_132127
kalau lagi puasa liat foto ini kemungkinan besar langsung batal

Saya ingat, Konon, katanya mereka lagi reunian di Seoul .  Jadi , kembali ke mini drama tadi, saya agak curiga kalau bandara keren di ending (  dimana lagi lagi cinta bisa masuk ) itu ada di Korea, bukan di Soetta. Selain itu hal yang menambah kecurigaan saya,  pakaian dan make up cinta  juga rada-rada korea, Maura  sih standar,dia sukses memerankan Titi kamal,  Karmen makin keren, Milli tadi udah dibahas, Alya ? buat saya dia adalah juaranya. Mamen?

dari malesbanget.com
dari malesbanget.com

Terlepas dari  ini cuma iklan yang digarap serius dengan closing line yang cheesy, buat saya dan (saya yakin) kawan-kawan yang dibesarkan jauh sebelum ganteng-ganteng srigala, drama ini ini tetap juara dan berhasil  bercerita banyak dan menghadirkan kembali nostalgia salah satu film terbaik Indonesia ini.

Sementara, saya dan Anda, cuma bisa bercerita sedikit saja….

**

Gue udah di hotel, dari tadi

Anda, partner in crime saya,sedang  liburan di kota ini bersama rekan kantornya. Maka setelah terpisah 1 tahun lebih, kita pun akhirnya janjian ketemuan di ciwalk. Kenapa ciwalk? alasannya klise, bukan karena ciwalk tempat hangout oke atau anda mau shopping something, tapi karena, saya tidak tau dimana persisnya lokasi hotel Anda yang katanya berada di jalan Cihampelas.

Saya bukan tuan rumah yang baik, selain gagal mengenali lokasi hotel si Anda  tanpa bertanya kepada pak supir angkot yang sedang bekerja, walau sudah beberapa lama di kota ini saya masih tidak bisa menjawab pertanyaan  Anda, Jenis  pertanyaan yang sama yang diajukan teman-teman kalau main ke kota yang katanya super asik ini :

“Tempat paling asik di sini dimana sih?” yang di ikuti dengan “ Ajak gue kesana donk”

Pasalnya, buat saya tempat terasik di kota ini adalah kostan saya, dan saya tidak yakin mereka sependapat dengan saya.

Masih di Ciwalk, setelah mutar muter nyari toilet yang masih buka, saya dan Anda memutuskan untuk mengabadikan pertemuan kami

IMG_20141108_091136

dan tak lama, satu pertanyaan lagi, yang awalnya saya pikir akan saya jawab dengan mudah.

“Nyari skoteng atau bandreks yuk, dimana ya?”

saya tersenyum,kalau begini saya yakin saya akan menemukannya dengan mudah.  Keluar ciwalk, saya mencari warung warung pinggir jalan yang saya pikir menyediakan bandrek, ternyata tak semudah pikiran saya, tapi karena si Anda tidak berkeberatan, kami memutuskan untuk  nangkring disana. Belum berapa menit kami duduk,dan ketika pesanan kamu baru datang,  ternyata Anda harus , jadilah kami  ke tempat makan yang untunglah  tidak begitu jauh dari tempat kami berada.

Sedingin es jeruk yang tadi dipesan anda, seperti itulah saya merasa percakapan yang terjadi antara kami berdua, omongan  serial tv serasa ala kadarnya saja, tak seperti biasa. Walau beberapa kali kami mampu berteriak ketika iring-iringan selebrasi persib muncul di depan kami, saya merasa ada yang tak terdengar dari suara kamu. Bahkan, permainan menyalakan- lampu-jalan yang biasa kami lakukan pun, tiba-tiba tak menarik.  Tak ada kepuasan dan kebanggan  ketika melihat lampu itu menyala, redup, dan mati ketika kami bergantian bergerak menjauh dan mendekat. Kami sepakat, lampunya rusak. Itu saja.

hampir jam 12 , ketika mengantar anda kembali ke hotelpun, semuanya  tak berubah, tak manis, tak renyah, tak berasa, persis seperti roti bakar yang  tadi saya pesan. Hambar.

“Gw cape” Jawab Anda  dan tertutupnya pintu lift menutup cerita kami malam tadi.

Ada apa? Perasaan saya saja, atau Anda juga?

Ah, maaf Anda, seandainya saya  menemukan skoteng atau bandreks untuk menghangatkan pertemuan pendek dan cerita panjang kami  malam ini, mungkin kisah kita malam tadi sama seperti dua kisah sebelumnya,sebahagia masyarakat Bandung ketika  Persib menjadi juara, dan seindah pertemuan kembali Rangga dan Cinta.

Advertisements

2 thoughts on “Ada Apa Dengan Anda, Cinta, dan Persib Juara?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s