All Children, Except One, Grow Up

 Belakangan di tengah ketidaksibukan saya, ponsel saya kembali sibuk berdering, menandai pesan masuk silih berganti dengan kecepatan entah berapa pesan per sekon ( BPPS ). Semua ini terjadi karena ada lingkaran pertemanan yang bangkit dari kubur :

mahluk mahluk yang dulunya berada di Sekolah Dasar yang sama dengan saya… sekarang kembali bergentayangan di dunia maya..

Sekolah Dasar ( setelah ini cuma akan disebut SD ), buat generasi saya, generasi yang mungkin belum mengenal kerennya home schooling, masa ini adalah masa istimewa, kenapa? Pertama, jelas, karena kita melewati masa tersebut selama 6 tahun ( beberapa kawan mungkin 7 atau 8 tahun tidak usah malu, ambil hikmahnya, kawan-kawan akan selalu menjadi yang paling di takuti di kelas ) dan dengan 6 tahun itu, jelas akan begitu banyak kisah yang terukir, dibanding SMP dan SMA yang cuma 3 tahun, dan kuliah yang ….seharusnya cuma 4 tahun ( namun beberapa kawan, seperti saya, mungkin mengalami 5/6/7 tahun tapi sekali lagi, mari ambil hikmahnnya, kita akan selalu menjadi yang paling tahu di kelas, dan para junior cantik biasanya akan memanfaatkan kita untuk itu )

kedua, ngomongin sekolah, ga lengkap kalo ga ngomongin cinta. Jangan bohong lah, beberapa dari kita ( lagi-lagi termasuk saya ) pertama kali mengenal sesuatu yang belakangan kita kenal dengan ..C-I-N-T-A, ( terlepas itu cinta beneran atau tidak ), adalah di masa ini. Saya sampai sempat mengirimkan surat kepada salah seorang teman sekelas saya . Buat generasi di bawah saya, perlu dicatat bahwa surat adalah hal paling romantis di zaman itu, mungkin setelah bunga mawar, tamagochi, dan tazos… juga Walkman.Nama cewe itu Hevy, saya memanggilnya Epi, dan sekarang dia sudah menikah dan punya anak. Saya sendiri tidak tau kenapa saya sampai mengirimkan surat itu. Itu terjadi begitu saja, lugu lucu dan sangat anak anak..

ketiga, Jelas, ini di masa kita masih belum begitu punya beban, kalaupun ada, itu mungkin bagi beberapa mereka yang terjebak di kasus no 2, percayalah, membuat rambut belah pantat ala jimmy lin pada zaman itu bukanlah perkara mudah, apalagi buat anak yang terlahir dengan volume otak besar dan darah keriting murni seperti saya.

Saya bersekolah di SD 09 Balai-Balai Padang Panjang, yang merupakan salah satu SD favorit di zamannya, di kota dimana saya dibesarkan, tapi sayangnya walau dengan tingi badan melebihi kawan-kawan, dan wajah yang mirip pemeran drama india di salah satu tv swasta, saya bukanlah tergolong cowo favorit,karena beberapa hal:

1.saya bukan atlet

percayalah kawan-kawan, bahkan bocah SD pada masa itu sudah menetapkan atlet sebagai salah satu standar cowo yang patut di kagumi. Paling tidak mereka yang memasuki garis finish di urutan pertama sampai ke tiga akan mendapat tepuk tangan dan senyuman manis dari kaum hawa, sementara saya yang di belakang sana, bertahan tidak pingsan di tengah perjalanan saja adalah prestasi tersendiri. Bermain kasti juga bukan ladang terbaik saya, mungkin saya bisa memukul bola, tapi lagi-lagi harus ada lari didalamnya? begitu juga sepak bola, makanya saya memilih main catur magnet yang saya bawa dari rumah. Kenapa sendiri? Karena ketika berdua, kemungkinan saya untuk menang juga relative kecil. Tidak heran nilai olahraga di raport saya tidak pernah lebih dari 6

2.Saya bukan yang tertampan

saya sengaja memakai kata ‘ter’ disana, karena biar bagaimanapun saya harus mensyukuri karunia yang diberikan Tuhan kepada saya, karena masih banyak kawan-kawan saya yang berada dibawah garis ketampanan di bawah saya. Jangan takut, kalaupun kalian membaca, saya tidak akan menyebutkan nama kalian satu persatu. Menjadi seorang cowo dengan kadar ketampanan biasa-biasa aja itu melelahkan, beberapa teman SD yang dulunya cantik, semisal Lola, Tari..

tunggu!

Dulu?

Iya, maksud saya, Sekarang sih mereka tidak cantik lagi, mereka sudah pada merit, kecuali tari, dia mah masih cantik. Sementara seperti Magikarp yang berevolusi menjadi Gyarados, yang dulu terkesan biasa-biasa saja, sekarang banyak yang tiba-tiba menjadi menarik, dan tetap saja, mereka akan memandang saya sebelah mata, karena saya mah gini gini aja, akan tetap setampan ini.

Kembali ke jalan yang benar..

Para bidadari zaman dahulu kala itu, pasti lebih memilih si Nanda atau Ari yang oriental, atau Budi yang waktu itu menurut saya satu level dengan Aliando dan Alghozali di zaman sekarang, dan ini Budi sadar sekali kalau dia tampan, bahkan dia menyebut dirinya : si penahluk wanita

Sementara itu saya dan beberapa teman yang berada di bawah garis ketampanan harus rela mendapat sisa perhatian dari cewe cewe tersebut, maka dari itu, berdirilah GERAKAN ANTI BUDI, yang jelas tujuannya adalah mengembalikan kesetaraan di mata cewek-cewek. Saya masih ingat akan gerakan ini, entahlah kawan-kawan yang senasib seperjuangan.

3.Gambar saya bukan yang paling canggih

Saya percaya kalo saya bisa menggambar, melebihi beberapa anak lain, tapi itu belum cukup, di kelas saya maish ada Bona, ( tidak pink, tidak berbelalai panjang), yang jago banget bikin Dragon Ball dan Sailormoon, sepasang karaker jepang yang waktu itu happening banget, soalnya kebetulan munculnya rada barengan, bahkan sampai sekarang hentai antara keduanya juga masih cukup banyak beredar.

4.Koleksi prangko saya juga bukan yang paling oke

Filateli, asti jadi hobi yang keren di waktu SD, mungkin berdiri sejajar dengan korespondensi – istilah keren untuk kenalan dengan bocah wanita lainnya dari foto hitam putih belakang LKS- KUNTI, Tekun dan Teliti-

Nah, saya dulu sangat iri dengan si Ari yang punya koleksi prangko keren-keren ,ga heran, anaknya emang terbilang gaul di zaman itu, Sementara saya Cuma modal beli prangko palsu dan prangko Pak Harto yang waktu itu sudah sama banyaknya dengan jumlah hijabers di zaman sekarang. Tapi yang lebih hebat adalah, entah dari galaxy mana, teman saya yang namanya Komel ( nama aslinya : Meldi ), punya koleksi prangko luar biasa ( perlu dicatat, komel waktu itu jelas bukan tipikal cowo berhati lembut pencinta pranko, ) dan sialnya dia dengan sangat mudah membagi-bagikan prangko tersebut dengan syarat-syarat tertentu , yang masih jelas teringat di memory saya adalah ketika dia mengadakan lomba menggambar dengan hadiah 5 prangko, saya selalu ikut, dan saya selalu kalah dengan Bona. Saya mau nulis  gajah kecil berbelalai panjang, tapi pasti garing.

5.Saya amat sangat melankolis

Awalnya saya mau bikin saya ini suka nangis, tapi saya pikir melankolis adalah kata yang akan membuat saya terlihat lebih keren. .

Jadi , pada masa itu, ada suatu kesepakatan tidak tertulis di sekolah saya,kalau seandainya terjadi perkelahian, yang menang adalah yang tidak mencucurkan air mata, dan aturan itu sangat merugikan saya, karena ..saya suka mendadak sedih ketika saya terjebak dalam sebuah perkelahian, sumpah, ini bukan alasan, mungkin karena saya aslinya cinta damai.

Dengan ukuran tubuh melebihi rata, dan besar di semua bagian ( hm, kecuali satu-dua hal), termasuk lengan, simpang ayun, kepalan jari dan juga kepala, saya harusnya bisa menjadi penguasa tertinggi di hirarki jagoan kelas saya, mengalahkan Gusmariki, Rocky atau Komel. Saya tidak bohong, tapi keadaan justru sebaliknya, dan hal ini terjadi karena saya akan selalu mencucurkan air mata setiap kali berkelahi, tidak peduli saya berhasil menang dengan lawan saya atau tidak, Saya tidak takut, sumpah, saya tidak gentar, beneran, tapi semakin kuat pukulan tangan ini ke kepala teman saya, saya akan keinginan untuk menangis akan semakin kuat. Bahkan seandainya perkelahian itu dimulai dengan intro saling mengumpat dengan durasi yang lumayan panjang , maka sudah bisa sipastikan saya akan menangis di titik itu…

cacad..

Harusnya kan sIstem penilainnya tidak demikian? Tapi apa mau dikata ? tidak ada yang peduli.

U fight, u cry, u lose

Dan sekali lagi, itu sangat bangsat * nangis pas nulis bagian ini*

6.Saya bukan anak pindahan

Bukan Cuma di FTV dan Teenlit anka pindahan itu keren, di SD saya juga. Buktinya hafiz anak pindahan dari Jakarta langsung menarik perhatian, apalagi penampakan fisiknya juga ok, jago olahraga pula ( sampai jadi wakil sekolah di lomba bidang studi, ampun dah! ) Trus si Tari juga a, dia langsung terlihat cantik, padahal matanya gede, ga cocok dengan ukuran tubuhnya yang tergolong mini, tapi karena dia anak pindahan, dia tetap terlihat cantik.

7.Saya bukan yang terupdate soal teknologi ( bahkan sampai tulisan ini diturunkan )

Pada zaman dahulu kala ini, saya punya teman yang namanya Septian, anak sd ini juga, tapi sekarang dia sudah almarhum, kecelakaan waktu SMA ( semoga tenang disana Sep), dan mahluk ini menurut saya yang sangat update soal gadget dan sejenisnya, saya masih ingat saya sudah nontonin dia main prince of Persia yang kalau kena tusuk sekali langsung tewas di komputernya waktu anak anka seusia kami masih belum percaya computer itu beneran ada atau tidak. Terus ada Prima yang jadi pusat perhatian pas weekend karena dia punya super Nintendo! Anak ini juga yang menjerumuskan saya ke dunia keren bernama playstation yang membuat saya kecanduan sampai titik ini! Trus ada Arif, yang waktu itu pernah ngaku punya DVD player, tapi pas sampai di rumahnya, dia dengan kalem bilang,rumahnya dikunci,dan kami bubar. Masih tentang Arif, entah kentah kenapa saya curiga teman saya ini sudah mengenal dunia xxx semenjak SD! Semoga ini salaah rif, kalau benar, sebagian besar dosa saya saya harap bisa di masukkan ke bill dia ya Tuhan!

8.Saya bukan….

Sebenarnya, masih banyak yang mau saya ceritakan ( baca: curhat) disini, tapi saya baru sadar kalau saya sudah nulis sepanjang ini, dan sumpah, saya sudaha lama ga nulis sepanjang ini di kolom cecurhatan, jadi sebaiknya saya sudahi saja….sebelum saya masuk ke tahap lebih kalap!

Penutup, tanpa bermaksud menyombongkan diri dan mengulang lagi hal yang sudah berapa kali saya tulis disini, kalau ada yang bisa saya banggakan sewaktu SD itu cuma kenyataan bahwa selama enam tahun tersebut saya adalah seorang pemuncak kelas , walau saya tidak bisa memakai kata ‘selalu’,soalnya di beberapa titik ada pergantian formasi dengan Nes, Arif dan Septian, dan saya sempat naksir nes juga, karena hal ini ( anehnya, posisi saya sebagai ketua kelas juga digantikan dnegan orang-orang ini juga )

tetapi setelah sempat menyombongkan diri di paragraph sebelumnya, saya berpikir lagi, kalau hal demikian bukanlah suatu yang istimewa,

karena…

Ketika nanti mahluk mahluk yang sekarang sedang bergentayangan di grup bbm ini memutuskan untuk kembali berkumpul di dunia nyata, saya yakin hal itu bukan hal yang menarik untuk diperbincangkan, pertanyaan : masih ngoleksi prangko ga? Masih main Nintendo ga? Masih suka berantem ga ? masih ada kesempatan kedua untuk jadi pemilik hatimu ga?

dan beberapa pertanyaan saya yakin punya kesempatan besar untuk muncul, tapi pertanyaan..

Masih juara kelas ga?

Saya pikir bukanlah pertanyaan yang penting untuk ditanyakan, lagian kalaupun ditanyakan saya paling cuma bisa senyum, dan menjawab pasrah : karena kenyataannya saya tidak mampu mempertahankan gelar tersebut di jenjang jenjang berikutnya…

Dan ketika mereka semua sedang sibuk dengan suami dan istri mereka, sibuk menjodohkan anak anak mereka, atau paling tidak membagi-bagian undangan untuk pesta pernikahan, saya akan menghilang, mencari pojokan, dan kembali menangis..

Sakitnya tuh disini..

 NB : judulnya nyolong dari kalimat pertama  novel The Adventures Of Peter Pan nya J.M Barrie

Advertisements

2 thoughts on “All Children, Except One, Grow Up

  1. masa2 ini adalah masa2 suram bagiku… karna aq lewati 6 tahun dengan banyak kesedihan…tapi jujur aq gak bisa lupakan kalian semua… aq rindu tuk bisa berkumpul lagi bersama kalian semua kawan2 q… kisah lama adalah sebuah kenangan yang selalu q simpan dalam diary hatiku… yang pahit saat itupun kini q rasakan sangat manis… karna q rindu kalian semua…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s