Beruang Yang Suka Memeluk

“Kenapa beruang paman?”

Aku yang sedang menikmati gelas kopi kedua ku sore itu tersontak kaget.

“Beruang?” Aku masih belum menangkap apa maksud dari pertanyaan gadis cantik di depanku ini.

“Iya, kenapa beruang paman,kenapa banyak yang suka beruang,kenapa teman-teman beli boneka beruang, kenapa mama belikan beruang? Kenapa tidak…, ” dia berpikir sejenak “… Lumba lumba, kenapa beruang paman?” Ponakanku ini mengulang pertanyannya sambil tetap mendekap bonbeka beruangnya.

“Paman pasti tahu kenapa beruang , cerita donk paman, kenapa beruang?”

Aku tersenyum, De, nama mahluk kecil ini memang punya kecerdasan yang menurutku melebihi anak-anak seusianya, kecerdasan disini bukan berarti dia mampu membobol data keamanan CIA, FBI dan NSA. Bukan, bukan itu. Tapi anak pertama dari adikku ini memang suka sekali menanyakan hal-hal yang kadang kita tidak mengerti kenapa harus demikian. Dan aku yang memang suka sekali bercerita kepadanya tentang binatang dan mahluk-mahluk khayalanku mau tidak mau harus siap dengan pertanyaan-pertanyaan ini. Tapi, aku sama sekali tidak terganggu, aku malah suka, rasa ingin tahu buatku adalah sebuah bukti ponakanku ini cerdas, walau aku harus memaksa otakku berputar lebih cepat untuk menjawab pertanyaanya..

“Konon, dulu, di sebuah belahan bumi ini, ada mahluk yang sangat istimewa, seekor beruang” aku memulai ceritakusambil menggendongnya ke pangkuanku. “ tapi bukan beruang biasa, beruang ini tinggal satu-satunya di dunia, namanya …,” aku berpikir sejenak sambil melihat mata peri kecilku ini

“ Beruang yang suka memeluk” aku berdehem, akhirnya menemukan sebuah tokoh untuk ceritaku.

“Banyak binatang yang datang ke rumah si beruang,hanya untuk merasakan pelukan si beruang…..”

“Kenapa begitu paman?” tiba-tiba dia menyela , kemudian menatapku “Tunggu..tunggu, kenapa cuma ada satu beruang?”

Aku meminum kopiku. Jujur, aku bingung, baru mulai dan cerita ku bolong dimana mana. Spertinya aku harus memutar kincir-kincir di kepalaku lebih cepat. God, help me please ! ..dan tak lama aku kemudian menemukan jawabannya….

“Sabar, nanti di akhir cerita kamu akan mengerti” Jawabku pasrah

Begitulah, tuhan tidak selalu memberikan apa yang kita mau, tapi kadang memberikan apa yang kita butuh saat itu.

“Jadi ada apa dengan pelukan beruang ini paman?”

Aku tersenyum dan memain-mainkan boneka beruang yang ada ditangannya.

“ Konon, semua binatang yang di peluk oleh si beruang menjadi nyaman dan aman, semua yang sedih jadi bahagia”

Mata si kecil berbinar, sepertinya dia semakin tertarik

“Beruang pemeluk ini selalu terlihat gembira di tiap harinya, selain itu, menurut cerita, si beruang juga pendengar yang baik, dia tidak akan bosan mendengarkan kisah sedih teman-temannya, sebaliknya dia akan menceritakan kisah menarik untuk menghibur teman-temannya”

“Jadi semua yang ada disana berbahagia donk paman?” tanyanya kemudian.

Aku memainkan rambutnya, menatapnya serius “ tidak..tidak semua Dee” Aku menghela nafas,“Ada mahluk yang sebenarnya sangat butuh pelukan beruang, tapi dia tidak bias mendapatkanya “

“Siapa paman? lumba lumbakah ?” tanyanya lagi. Aku kemudian jadi teringat boneka lumba lumba yang aku belikan di ulang tahunnya kemarin, serta sebuah cerita pendek tentang lumba-lumba. Mungkin hal ini lah yang membuatnya tertarik dengan mamalia laut ini.

“Tidak, beruang masih bisa memeluk lumba lumba” balasku cepat

“Waktu beruang ke tepian pantai, lumba lumba mendekat dan beruang memberikan pelukannya.”

Si kecil sepertinya cukup puas dengan jawaban tersebut.

“Kalau bukan lumba-lumba, lalu siapa paman?”

“Menurutmu siapa? ”Aku bertanya balik

Aku tersenyum, “Mahluk itu adalah beruang itu sendiri Dee”

Dia menatapku dengan mata heran “Beruang itu sendiri? kenapa paman”

Aku menurunkan dia dari pangkuanku, kemudian menatap matanya “ Karena, mahluk yang paling membutuhkan pelukan itu adalah si beruang tadi, sayangnya dia tidak bisa memeluk dirinya sendiri”

“ Kenapa dia butuh pelukan juga? apa dia juga sedih” Kata ponakanku sambil memandang beruangan di tangannya.

Aku menghapus air mata yang tiba-tiba muncul di sudut mataku. Kemudian aku tertawa.

”Begitulah Dee, beruang yang suka memeluk tadi tersebut ternyata adalah yang paling sedih diantara semuanya?

Kali ini diam. Bingung, tidak percaya, atau campuran diantara keduanya.

“Itulah kenapa sampai sekarang orang orang lebih menyukai beruang daripada binatang lain, kenapa para wanita lebih memilih boneka beruang untuk memeluknya saat tidur” Tutupku dengan sebuah senyuman, tapt ketika adikku bergabung bersama kami.

“Papa!” Dee pun menyongsong kedatangannya “Paman baru saja menceritakan tentang beruang yang suka memeluk ”Sambung Dee yang di balas dengan senyuman oleh adikku ini.

“Oh ya?”

“Iya pa, tapi beruangnya kasihan”

Adekku tersenyum dan mengacak ngacak rambut anaknya “Sana, ditunggu mama di belakang,” ujarnya kemudian. Aku baru saja akan menyalakan rokokkku, ketika adikku ini tiba-tiba bertanya

“Ngomong-ngomong soal kesepian, apa abang masih belum kepikiran buat nikah?”

END

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s