Lelaki Yang Tidak Bisa Membaca Peta dan Perempuan Yang Tidak Suka Mendengarkan

 “Nah bener kan.. “ Seorang perempuan di akhir 20-an yang memakai tas punggung besar terlihat sedang membaca peta di ponsel pintarnya. “Kita disini, berarti habis ini kiri”

Teman lelakinya yang  sedari tadi diam, sekarang menggeleng “Tapi, kata bapak di ujung jalan tadi ..kita harusnya ke kanan”

“Gue kan udah bilang gak usah nanya, makin bingung kan, ini peta jelas jelas bilang kiri”

“Tapi mending nanya kalo ragu, peta gak selalu benar “ si lelaki mencoba membela diri.

“Hello, ini 2014 tuan, lo nya aja yang gak bisa baca peta” balas perempuan sambil menggoyang-goyangkan handpone di tangannya. Lelaki berkacamata itu kemudian cuma mengangkat bahu, memperbaiki posisi ranselnya kemudian menganguk “Yuk jalan, mulai panas nih”

Dia tau, dia tidak mungkin benar, tidak mungkin menang.

**

 “Kenapa ga pake taxi aja sih” si lelaki tiba-tiba bertanya ketika memperbaiki tali sneakernya yang lepas. Si perempuan menggoyangkan  jari telunjuknya “Yah, kalo pake taxi dimana serunya, bentar juga nyampe”

Si lelaki mengelap wajahnya dengan tissue kemudian meminum air mineral yang dari tadi di tangannya.

“Cape ya?” tanya si perempuan

 Yang di tanya menggeleng kemudian memperbaiki kacamatanya yang turun dari hidung karena keringat .Sementara si perempuan tersenyum manis, kemudian  meneguk  air mineral dari botol berwarna kuning, warna favoritenya, yang baru saja dia keluarkan dari  ransel berwarna senada.

“Mau istirahat?”  lanjut si perempuan

Si lelaki yang sudah selesai memperbaiki sneakernya kemudian kembali berdiri

“Yuk lanjut”

“Yakin?” si perempuan masih menggoda si lelaki.

Mahluk kurus tinggi itu  tidak menjawab, dia cuma berjalan terus mendahului si perempuan.

“Belok kiri” teriak si perempuan dari belakang. Si lelaki mengangkat jempolnya, pertanda bahwa dia mengerti. Tapi nyatanya si perempuan harus tetap tertawa ketika si lelaki berbelok ke arah kanan, kemudian setelah menunggu sebuah mobil yang lewat di depannya, dia kembali  menyeberang ke kiri. Si perempuan kemudian berlari menyusul sahabatnya itu.

“Ini masih mending, gue butuh 3 kali nyasar di persimpangan dekat rumah lo”

Si perempuan tertawa lagi ,dan  mereka  terus berjalan menelusuri kota tua ini.

“Jadi menurut lo gue harus gimana?” tiba tiba si perempuan bertanya.

Si lelaki kaget “Masih mikirin yang yang semalam?”

**

Si perempuan keluar dari kamar mandi kostan si lelaki dengan kaos panjang yang menutupi celana pendeknya. Meminjam istilah si lelaki, malam itu dia terlihat minimalis-menggairahkan. Walau sebenarnya si lelaki didepannya lebih horny melihatnya  dengan jeans, kets dan kemeja yang dipakainya ketika tadi di stasiun. Mahluk manis berlesung pipit itu sekarang sedang  duduk di kasur sambil melihat koleksi buku-buku si cowo di rak yang terletak di bagian atas tempat tidurnya ini.

“Sengaja di rapiin ya?” kata si perempuan dengan rambut pixie tersebut, kemudian dia mengambil sebuah buku dan turun bergabung di lantai bersama si lelaki yang cuma tersenyum kemudian kembali sibuk mengetik di notebook nya.

“Masih belum yakin nih sama dia” ujarnya sambil membolak balik  halaman buku di tangannya

“Tunangan lo?”

Si perempuan mengangguk, sementara si lelaki masih belum memindahkan matanya dari layar, masih sibuk dengan ketikannya

“Serius amat, deadline besok ?”

 “Lusa, editor udah ngamuk-ngamuk, tapi kan besok seharian ..”

“Trus gue musti gimana?” Si perempuan lagi-lagi memotong si lelaki yang kemudian menghela nafas dan mematikan abunya di asbak Batman di sampingnya.

 “Ga usah terlalu dipikirin lah, jalani aja, nikahnya juga bukan besok ini, mungkin ketika lusa lo  udah menyelesaikan semuanya ama sohib gue itu lo bisa lebih lega”

“Iya sih, makanya gue kesini, gue pengen semuanya clear sebelum gue nikah” si perempuan berhenti sejenak “Lebay sih, tapi gue pengen gue ama dia bener-bener udahan”

“Trus, lusa lo mau jalan kemana?” tanya si lelaki sambil terus mengetik, sementara si  perempuan sudah berpindah ke sebelahnya.

“Ga tau sih, tapi mungkin  makan malam romantis dengan sebuah ciuman sebagai endingnya ? ”

“Yakin?“ si lelaki sekarang berhenti mengetik dan menatap mata mahluk manis disebelahnya tersebut.

Si perempuan terdiam sejenak “Ah, jangan deh, gue takut”.

Lawan bicaranya ini kemudian mengerenyitkan alisnya.

“Gue takut sohib lo itu makin susah ngelupain gue, gitu”

“Ya udah, kalo gitu ama gue aja” selesai berkata begitu, jarak wajah mereka semakin mengecil sampai  si perempuan mendorong kepala si lelaki menjauh.

“Sama lo mah basi, yang gue pengen itu ciuman romantis. Semacam last kiss gitu” si perempuan diam sejenak “Mungkin kaya ciuman Rangga ama Cinta pas di bandara gitu” *

Si perempuan kembali duduk di kasur “kalo ama lo mah, nafsu doank, ga ada romantis-romantisnya”

Si lelaki cuma tertawa dan kembali menekuni ketikannya sambal terus mendengarkan cerita si perempuan yang entah kapan berakhirnya.

**

Keduanya terus berjalan, sampai mereka menemukan persimpangan.

“Iya, gue masih kepikiran  ama tunangan gue, makin dekat makin gue ga yakin”

si lelaki berdiri disebelahnya, memegang pundaknya

“Kan dari semalam gue juga udah bilang, lo masih punya waktu buat mikir, nikah ini tentang seumur hidup, lo masih punya banyak waktu, dan banyak kesempatan buat mikir, dan yang penting, masih banyak kok yang sayang ama lo di luar sana, bukan cuma tunangan lo, bukan cuma sohib gue itu”

Si lelaki menatap mata si perempuan, menggenggam erat tangannya. Mereka menyebrang dan terus melanjutkan perjalanan.

*Adegan ciuman antara Rangga (Nicholas Saputra)  dan Cinta (Dian Sastro)   dalam film Ada apa dengan cinta (2002) (mungkin) adalah salah satu ciuman ‘legendaris’ yang pernah ada di film Indonesia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s