Puzzle?

Tak ada yang tau bagaimana seseorang masuk di kehidupan kita ….

Senja. Saat langit sudah memerah, perempuan berambut sebahu berwajah lembut putri keraton itu terlihat mempercepat jalannya. “Hujan” katanya pelan. Ramalannya benar, karena tak lama titik-titik air itu mulai turun dan semakin deras. Perempuan tadi kemudian terlihat memacu sneakersnya  dengan  cepat menembus hujan dan akhirnya bisa berteduh di bawah sebuah bioskop tua sekaligu bioskop satu-satunya di kota kecil ini. Walau menggunakan kata ‘bioskop’ sebenarnya gedung ini sama sekali tidak menayangkan film terbaru seperti bioskop normal lainnya.  Film yang tayang di gedung ini adalah film sejenis dimana Reynaldi, bintang film yang namanya menjadi salah satu standar tampan seorang pelawak di tv, masih mengalami masa  jayanya.  Senja itu, hujan masih belum menunjukkan tanda tanda akan mengalah saat  seorang lelaki memarkir motor tuanya tak jauh dari si perempuan senja. Di dinding penuh grafiti bomber bomber yang mengaku generasi terbaru kota ini. Si lelaki memakai t shirt hitam polos , jeans senada yang agak kumal dan ransel butut yang semuanya sudah  basah oleh hujan. Si perempuan kemudian tak sengaja mencuri pandang kepada si lelaki saat menggeleng-gelengkan kepalanya, mengeringkan rambut gondrongnya. Si lelaki yang merasa di perhatikan kemudian mengganggukkan kepalanya dan memberikan senyum termanis yang ia punya kepada si perempuan. Kaget, si perempuan senja cuma  membalas dengan senyuman sekenanya. Mukanya memerah.

“Punya korek?” tanya si lelaki hujan sambil mengeluarkan rokoknya. Beberapa saat  setelah kecanggungan itu hilang.

Si perempuan hujan mendelik, dia yakin pertanyaan barusan cuma akal akalan si lelaki untuk memulai pembicaraan. Standar. perempuan itu kemudian menggeleng.

“Aku bohong” si lelaki itu tersenyum kemudian mengeluarkan korek dan kemudian menyulut rokoknya “Sorry, aku cuma pengen kenalan” ujarnya kemudian.Pasrah.

“Udah tau” balas perempuan senja pendek “Basi”

Sambil tertawa si lelaki pindah mendekatinya , mengulurkan tangan. Perempuan itu kaget, tapi kemudian menyambut juga uluran tangan si lelaki tersebut. Entah kenapa.

**

Hujan Adelaide Nyolong dari google..
Hujan Adelaide Nyolong dari google..

Tak ada yang tau bagaimana seseorang masuk  dan menjadi bagian kehidupan kita, orang yang sama sekali asing kemudian menjadi orang terdekat kita.

Dua complete stranger, perempuan senja dan lelaki  hujan yang entah sesiapa sekarang sudah berada di café di kota kecil mereka,duduk berhadapan di satu meja. Cafe ini memang menjadi tempat hangout favorit bagi anak muda kota mereka. Karena selain  tempatnya yang cozy, variasi makanan dan harganya memang  terbilang cocok dengan lidah dan kantong anak muda kota kecil ini. Si lelaki hujan sore itu memilih kopi hitam tanpa gulanya dan si perempuan senja di hujan kali ini memilih  hot lemon tea untuk menghangatkan tenggorokan mereka. Namun, sepasang muda mudi ini menjadi seperti ‘complete stranger’ lagi : si perempuan sibuk dengan novel yang baru dibelinya di toko buku sebelum mereka berbelok ke café ini, sementara si lelaki sedang mencoba menyelesaikan puzzle super besar yang ada di depan mereka.

Sesekali si perempuan melirik si lelaki yang sedang serius, mencoba mencocokkan puzzle yang menguasi lebih dari separoh meja tersebut. Menggelengkan kepala, dari awal si perempuan sudah tau kalau ada anak kecil yang terperangkap di tubuh si lelaki di depannya ini.

“Apaan, ga gampang kali bikin yang beginian,ini bukan mainan anak kecil !” ujar lelaki hujan seolah mampu membaca pikiran si perempuan.

“Aku ga bilang gampang kok” Si perempuan menghentikan sejenak kegiatannya.

“Mata kamu yg bilang begitu” lanjut si lelaki tak mau kalah.

“Terserah”si perempuan kembali menekuni bacaannya

Namun tak lama, entah kenapa, si perempuan menjadi tertarik, dan kemudian ikut membantu menyelesaikan puzzle jumbo tersebut. Lelaki itu tersenyum, dan membiarkan si perempuan menyelesaikannya sendirian. Beberapa ratus menit berlalu, dan si perempuan hampir berhasil menyelesaikan satu puzzle tersebut, kalau saja…

“Ah,hilang kemana sih, jadi ga lengkap gini” si perempuan terlihat kecewa, dia mencari-cari kepingan tersebut, bahkan sampai ke bawah meja.

Si lelaki tertawa, “Udahlah, kadang kehilangan satu kepingan akan membuat sesuatu menjadi lebih sempurna”

Si perempuan mencibir.

 **

Tak ada yang tau bagaimana seseorang masuk  dan menjadi bagian kehidupan kita, orang yang sama sekali asing kemudian menjadi orang terdekat kita. Kemudian, tak lama akan menjadi orang asing lagi..

“Ternyata langit lebih dulu menangis daripada aku” ujar lelaki  ketika hujan mengguyur  langit bandara sore itu.

“Gombal” kata si perempuan

“Serius, aku nanti pasti bakalan nangis”

Si perempuan melihat jam tangannya “Ya udah, sebelum kamu nangis, sebelum aku berangkat, mungkin ada yang mau di katakan?”

Setelah diam sejenak, lelaki itu menggeleng, menatap si perempuan serius.

 “Hati-hati di negeri orang”

Perempuan itu kemudian berbalik dan menarik kopernya dengan emosi

“Bodoh” bisiknya perlahan  sambil  menyeka air matanya.

**

Tak ada yang tau bagaimana seseorang masuk  dan menjadi bagian kehidupan kita, orang yang sama sekali asing kemudian menjadi orang terdekat kita. Kemudian, tak lama akan menjadi orang asing lagi. Dan saat semua sudah benar-benar asing, kita ingin kembali mendekat…

Waktu-waktu berikutnya, mereka cuma berhubungan lewat sodial media. Komunikasi di telpon pun cuma sesekali. Si perempuan sibuk dengan kuliahnya, sementara si lelaki juga sibuk dengan persiapan studynya ke Inggris. Makin lama mereka makin berjarak, bukan karena jarak dalam artian sebenarnya,tapi jarak yang lebih jauh dari jarak yang mereka keluhkan.

Malam itu, si perempuan sedang berada di sebuah restaurant, makan malam romantis bersama seorang lelaki, senior di kampusnya. Si perempuan baru saja menerima pernyataan cinta sang lelaki. Tak heran, siapa yang bisa menolak perhatian dan perjuangan seseorang yang memang mati-matian dari awal, dan juga menutupnya dengan sebuah makan malam romantis?

Ponsel pintar nya berbunyi. Ada kabar dari orang tua si perempuan, kalau temannya si lelaki hujan baru saja menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumah sakit karena kecelakaan di hujan sore tadi. Yah, si lelaki hujan memang sudah dekat dengan kedua orang tua si perempuan senja, sering main ke rumah dan di kenal sebagai teman yang baik. Satu-satunya yang berani bersikap demikian, kata si perempuan pada suatu ketika. Maka, tak heran kalau malam itu, setelah moment bahagianya, si perempuan menangis sejadinya. Sampai dia tertidur.

**

Hujan sore itu,si perempuan senja kembali berteduh di bioskop tua, kemudian tiba-tiba seseorang yang pernah dia sangat kenali muncul lagi di hadapannya.

“Jangan takut, aku cuma sebentar” Wajah itu tersenyum.

“Kamu…..kamu?” Si perempuan tak sanggup menahan air matanya, apalagi saat kemudian si lelaki menggenggam tangannya, memberinya sebuah potongan puzzle.

“Maaf, harusnya aku memang menyelesaikannya sebelum terlambat” ujarnya kemudian.

Lelaki itu pun pergi seiring hilangnya hujan dari pandangan senja.

Tak ada yang tau bagaimana seseorang masuk  dan menjadi bagian kehidupan kita, orang yang sama sekali asing kemudian menjadi orang terdekat kita. Kemudian, tak lama akan menjadi orang asing lagi. Kemudian, saat semua sudah benar-benar asing, kita ingin kembali menjadi dekat.  Seperti puzzle yang membingungkan, saat kita bertanya: benarkah ini kepingan yang kita butuhkan?  Dan saat kita tau jawabannya, dan semua hampir sempurna, namun kepingan itu sudah tidak bersama kita, bisakah puzzle tersebut tetap menjadi puzzle yang sempurna?

Advertisements

One thought on “Puzzle?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s