Jumat Bersama Adil,Sabtu Bersama Bapak

“ini adalah sebuah cerita tentang seorang pemuda yang belajar mencari cinta. tentang seorang pria yang belajar menjadi bapak dan suami yang baik. tentang seorang ibu yang membesarkan mereka dengan dengan penuh kasih. dan ….tentang seorang bapak yang meninggalkan pesan dan berjanji selalu ada bersama mereka”

pertama kali saya melihat buku ini di  DP bbm  nya  Gia : cewe manis yang jadi rebutan para lelaki di grup noteseven , sebuah grup random yang sekarang pindah ke line setelah tidak ada lagi orang di facebook.  Kembali ke Gia. Pada kenyataannya cewe ini tidak lagi sendiri. Dan kalaupun tidak sendiri, cewe ini pun sudah menentukan pilihannya….

Adil, adalah orang  kedua yang menyinggung buku ini. Jumat malam lalu,  kita ngopi-ngopi lucu di salah satu pojok kota ini.

“Ow. adhitya mulya, salah satu nabi Edo tuh”  komentarku.

Edo sendiri juga anggota grup yang sama dengan Gia dan Adil yang aku bicarakan diatas. Berbeda dengan Adil, Edo  adalah lelaki yang merasa punya chance paling besar untuk mendapatkan hati Gia seandianya Gia tak sendiri, karena  bagi Edo.. Gia itu..seperti open book..

Lupakan..

Intinya Gia sekarang sudah punya Pangeran dan Edo adalah seorang pengagum Adithya Mulya

“Kalau Adhitya mulya, wak iyo lo mah” kata Adil

ok

,saya tidak mau berkata apa, sepertinya cuma saya yang tidak terlalu ngefans dengan pengarang ini, sama halnya dengan kopi lucu didepan saya ini, sepertinya saya lebih memilih kopi sachetan saja.

**

cover

Lagi, untuk kesekian kali, buku bertema keluarga ( dan kehilangan )bukanlah bacaan yang cocok untuk saya konsumsi karena sanguinins-melankolis seperti saya cuma akan berada dalam kesedihan yang berlarut larut, tketakutan yang tak berkesudahan. Tapi berkat rekomendasi Adil  bahwa buku ini masih bisa membuat dia tersenyum bahkan tertawa,  dan pamungkasnya:  berkat sebuah kutipan yang bahkan di abadikan Adil di handpone pintarnya, maka malam itu juga saya memulai membaca novel  ini dikostan Adil…

Memakai alur maju mundur, dan kehadiran video rekaman  almarhum ayah buat dua anaknya Satya dan Cakra, membuat buku ini menjadi sedikit lebih ‘rumit’ dan ‘dalam’.Meminjam bahasa Adil: Tulisan Adhitya mulya menjadi sedikit lebih berisi, sementara humor hanya menjadi bagian lain, bagian cerita yang tidak bisa dipisahkan sebagai ciri khas Aditya Mulya.

Halaman demi halaman, kita akan melihat bagaimana Cakra dan Satya  tumbuh berbekal nasehat nasehat ayah di  video. Kita juga akan melihat  bagaimana bu Itje bertahan demi kedua orang anaknya ini dan tentuny a bagaimana nasehat sang ayah menjadi solusi dalam tiap permasalahan yang dihadapi Cakra dan Satya, walau saya percaya, harusnya aditya mulya bisa memasukkan momen-momen kehadiran video ini menjadi lebih smooth dan tidak menjelma seakan Doraemon yang selalu punya solusi dan contoh tiap kali masalah datang. Saya yakin saya tidak sendiri ketika merasa, kalau di bagian video –video  sang ayah perlahan Novel ini menjelma menjadi buku motivasi dan self-help.

Selain kasih sayang keluarga, cinta  menjadi bumbu paling manis dalam cerita ini,. ya buat saya pribadi yang notabene bukanlah  family man, belum menikah, dan sedang tidak punya pacar,  bagian pencarian cinta Caka adalah bagian yang paling menarik dalam novel ini. semantara porsi bu Itje dan pak Genawan, serta Satya,Risa dan anak-anaknya hadir menjadi bagian yang (sekali lagi) membuat  novel ini menjadi tidak sekedar lucu dan romantis, tapi berisi dan berbeda dari novel Adit sebelumnya.

walau tidak begitu ngefan dengan Pengarang Jomblo ini, tapi saya percaya harusnya yang menjadi porsi utama dalam buku ini adalah humor-humor khas beliau, tapi entah kenapa di novel ini banyak sekali kutipan kutipan manis ( dan dalam ) yang  membuat saya tersenyum-senyum, bahkan sampai di ujung ketika saya menutup novel ini, saya sempat berpikir : jatuh cinta, nikah dan kemudian punya anak dan keluarga ternyata lucu juga ya.

GAWAT

 jadi buat para kawan-kawan seusia saya, lewat 20 an, mendekati 30 an, buat para penganten baru, buat para ibu muda, dan sejenisnya :  buku ini diciptakan untuk anda. Market yang mungkin berbeda dengan cinta cinta ala jomblo dan gege atau hantu yg pengen eksis di televisi.  Spesial juga buat kawan-kawan noteseven yang sepertinya sudah berada di usia yang pas untuk berumah tangga. 😀

Terakhir, saya akan membagi kutipan yang diperlihatkan Adil kepada saya, sebagai modal awal saya untuk tertarik  membaca novel  ini :

“Mas pernah bilang, bagi Mas, saya itu perhiasan dunia akhirat”

“Iya”

“Kamu pintar.That goes without question.Kamu cantik. Itu jelas”

“Itu semua dunia “ potong Ayu

“Dan karena pada waktunya, saya selalu lihat sepatu kamu di mushalla perempuan.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s