7  :  selamat ulang tahun

“Kak, bentar lagi aku ulang tahun, bikinin cerita donk” ujar gadis cantik pemilik suara di seberang sana di ujung perbincangan telpon kami sore itu, setelah sekian lama tidak berkomunikasi karena kesibukan masing-masing.

“Okay, tapi yang sabar ya nunggunya “ balasku jujur, karena belakangan sudah ada beberapa cerita yang masuk ke to-write-list ku, tapi masih belum bisa kuselesaikan karena seribu macam alasan, dimana sembilan ratus sembilan puluh sekiannnya melibatkan kata : ketiduran

“Ya deh, yang sibuk, sekarang mau request cerita ke kakak aja pakai antrian dan sabar ya” balasnya kemudian. Aku cuma bisa tersenyum, dan kemudian pikiranku melayang ke beberapa tahun lalu : saat kami punya banyak waktu  berbagi  banyak kisah dan cerita.

**

“Jadi menurut kamu, apakah tuan putri mau menerima cinta yang sederhana dari orang biasa tadi?” ujarku menutup dongengku tentang pemuda biasa yang jatuh cinta kepada seorang tuan putri.

tuan putri didepanku ini  tersenyum, diam sejenak,

“Rasa itu udah ga ada kak,” jawabnya kemudian.

aku balas tersenyum.

kalau ini sebuah kisah romantis, dan ini adalah endingnya, maka penonton yang tau dan menikmati kisah ini dari awal akan mengatakan  kisah ini berakhir dengan sebuah twist, tak heran banyak diantara temanku yang tidak percaya ketika aku mengatakan yang sebenarnya. Tapi sayangnya ini bukan ending, ini adalah awal dari cerita.

“Okay, gapapa” jawabku menatapnya

“Maaf banget kak”” ujarnya sambil menunduk

“Its ok, ga ada yang perlu dimaafkan” ujarku masih menatapnya

Percaya atau tidak, aku tersenyum puas. Paling tidak aku udah punya jawaban kalo besok anggota gengnya mewawancariku lagi . Ah, tidak juga, wawancara itu tidak akan pernah ada, karena 5 menit dari sekarang , mungkin mereka sudah tau. atau mungkin mereka sudah tau duluan dibanding aku? 

apakah yang engkau cari…tak kau temukan di hatiku

apakah yang engkau inginkan, tak dapat lagi kupenuhi…

atau , lagu milik Samson yang mengalun di  televisi belakang kami, mungkin lebih tau.

 

**

Selain rasa, sama seperti status kami, setelah hari itu tidak ada yang berubah. Komunikasi masih lancar dan kami masih sering jalan berdua : cari buku di Gramedia  atau mensatroni rental-rental dvd original yang cukup menjamur sebagai pengganti ketidakhadiran bioskop di kota kami, karena kebetulan, kami berdua sama-sama penyuka film. Selain itu, kegiatan favorit kami adalah curhat dan berdiskusi hal hal aneh sambil  menghajar mie dan nasi goreng di sekitar kampus.

 “Burung hantu itu anti sosial “ ujarnya ketika suatu ketika dimana entah kenapa kami membahas tentang burung hantu sambil menunggu pesanan kami datang.

“Bukan anti sosial, dia itu bijak, buktinya dia keluar malam, karena malam adalah waktu yang tepat untuk belajar menjadi bijaksana” ujarku sok berfilosofi

“Dia keluar malam, karena dia anti sosial” ulangnya

“Masa kamu ga tau kalau burung hantu itu lambang kebijaksanaan, dia itu burung kesayangan athena, dewi kebijaksanaan” balasku masih tak mau kalah

“Tapi tetap saja anti sosial, kaya kakak” ulangnya, dengan penambahan, dan dengan senyum kemenangan di ujungnya.

Brozone? mungkin  pembaca akan berpendapat demikian, terserahlah, kalaupun benar, buatku juga tidak masalah, kebetulan aku memang tidak punya saudara perempuan, lagian apapun namanya buatku hubungan kami istimewa, seistimewa roti bakar dan milo panas hasil disuatu senja sore itu, atau mungkin lebih dari itu, seisitmewa fakta bahwa tanpa pemberitahuan ternyata kami menulis nama satu sama lain lain di halaman istimewa skripsi masing-masing, atau seisitimewa lukisan burung hantu yang datang ketika aku diwisuda. lebih istimewa lagi, kalau pembaca tau bahwa saat itu  mantan model ini sudah berstatus kekasih dari junior garis miring temanku. Jadi kalau ada yang bertanya apa hubunganku dengan gadis ini, maka gadis ini adalah : teman sekaligus junior,sekaligus kekasih dari teman sekaligus junior. kira-kira demikian.

**

“Antahlah bang” ujar junior garis miring temanku ini sambil menggeleng pada suatu malam di kontrakannya dua tahun lalu,  ketika kami membicarakan gadis cantik yang masih berada di kota dimana kami berkuliah dulu , di malam entah keberapa aku menumpang di kontrakannya ketika aku  mencoba ‘merantau’ ke kota dimana junior garis miring temanku ini  sudah duluan berlabuh.

Hubungan mereka yang sudah sekian tahun memang ternyata tak semulus yang kuharapkan. yah, terserah percaya atau tidak ketika aku tau gadis cantik hasil kombinasi Nia Ramadhani dan Agnes Monica ini menjatuhkan pilihan nya kepada junior garis miring temanku ini  aku tau: they deserve each others.

Makanya, ketika keduanya mulai bercerita tentang naik turun hubungan mereka karena beberapa hal, aku masih berharap hubungan kedua junior sekaligus temanku ini masih bisa diselamatkan. Tapi ternyata sang sutradara diatas sana punya cerita lain:  Setelah sekian lama memakai nama yang sama sebagai password komputernya, teman garis miring juniorku ini akhirnya menggantinya dengan kombinasi yang lain. Begitu pula dengan si gadis, kunci ke hatinya sudah dimiliki orang lain.

**

7 tahun berlalu setelah obrolan panjang pertama kami. Saat pertama kali gadis ini memberikan surat pink yang berisi karikatur ku hasil buatan tangannya sendiri. Waktu berlalu, dan kami masih sering berkomunikasi lewat telpon, walau frekuensinya tak sesring dulu karena kami sudah memasuki dunia sibuk masing-masing, tapi paling tidak kami masih sempat berkirim selamat dan semangat. Sore ini kami kembali berkomunikasi. Gadis ini baru saja bercerita kalau dia baru putus saja dengan romeonyanya yang sekarang. selain itu, kita juga bercerita panjang lebar tentang dunia kerja, tentang teman-teman yang sudah berkeluarga. semua, tentang cita, tentang cinta.

“Udah lama banget ya kita ga ngobrol  kaya gini” ujarku ketika entah berapa kami berbicara di telpon waktu itu

Dia tertawa, “Mungkin, karena sekarang kita kembali ke titik waktu kita pertama kali bertemu”  ujarnya kemudian.

“maksudnya?’

“Ya, titik dimana saat kakak kosong, dan aku juga kosong” jawabnya.

Kami berdua tertawa.

**

epilog : 

akhirnya, Kurang lebih seminggu sudah berlalu semenjak hari ulang tahunnya, dan aku masih belum berhasil menghadiahkannya bahkan untuk satu cerita saja. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s