SAM

Suatu malam di beberapa hari yang lalu, saya bermaksud nonton bioskop sendirian, saya sengaja  memilih yang malam  dengan harapan sudah sepi, kalau bisa sih saya sendirian saja di ruangan gelap tersebut. Tetapi ternyata antrian beberapa film masih panjang, yang sisa cuma bagian depan yang menurut kepercayaan saya akan membuat saya berevolusi menjadi jerapah atau paling tidak seekor angsa yang cantik. Akhirnya saya memutuskan membatalkan rencana nonton dan memilih jalan-jalan keliling kota sudut kota yang dikeliling beberapa tempat hiburan dan lumayan banyak turisnya ini.

Sekian pengantarnya, mari masuk ke bagian paling penting : Ketika perut ini mulai protes menuntut haknya maka saya pun mendatangi sebuah gerobak nasi goreng tepat di perempatan yang punya pemandangan malam kota yang cukup indah. Sambil menunggu nasi  goreng saya disiapkan ternyata seorang bule datang dan sepertinya mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan si penjual. Buat saya hal ini cukup aneh, karena harusnya penjual nasi goreng yang (sepertinya ) sudah biasa mangkal di daerah penuh bule ini paling tidak bisa menguasai beberapa percakapan dasar dengan mahluk-mahluk ini.  Maka, dengan kemampuan seadanya, saya pun membantu dua orang ini, untunglah , ternyata si bule ini berasal dari negara yang inggrisnya masih bisa saya mengerti : INDIA.

Akhirnya si bule duduk di sebelah saya dan kami mulai berbincang,ternyata mahluk yang sama sekali tidak terlihat seperti sahrul kan atau kritik rosan ini kesini dalam rangka pekerjaan menjadi consultant IT  buat sebuah perusahaan.tak lama, es pun mulai mencair,dan perbincangan kami mulai mengarah ke mana-mana, mulai dari percakapan standar berupa apa nasi goreng juga ada di India sampai giliran mahluk ini yang bertanya tentag  gorengan gorengan yang di jual dekat si mamang nasi goreng. Selanjutnya perbincangan bergulir ke  penjelasan sotoy ala kadarnya tentang teh tawar yang sudah suguhkan si mamang yang entah kenapa tidak diminum oleh saudara sekampung saya ini. Kemudian topic beralih ke hal yang lebih berat : politik, yang berujung  sampai  membahas peraturan jam  malam kota ini yang belakangan menjadi kontroversi.

Setelah sekian lama berbincang sambil menyantap nasi goreng, barulah kami berniat untuk mulai bertanya nama masing- masing,  namanya Sam,dan seperti yang saya katakan padanya, itu semacam nama yang tidak common buat india karena setau saya nama anak-muda itu cuma seputar : Raju, Raja, Shangkar, dan…. Bola. Sam tertawa, karena memang menurut penjelasannya dia masih berdarah campuran,  seperti Harry Potter mungkin.. walau saya sebenarnya rada curiga, Sam ini adalah kependekan dari Samsudin, atau Samir, yang lebih  India. walau wajahnya memang tidak berbohong dengan darah eropanya itu.Sam tertarik  setelah tau nama saya. yah, tidak heran karena nama saya memang  bukan nama yang common di negeri ini, tapi malah sudah menjadi nama umum di negeri Sam. ah, kalau dia lebih tua, tentunya saya bisa memanggilnya uncle: uncle Sam.. jadi, kalimat diatas bisa lebih keren, seperti,  di negeri uncle Sam.

oke lupakan..

“Rayes or Rajesh means king, but I don’t know what mahendra means” ujarnya sambil mengeleng-gelengkan kepala.nah, kalau sudah begini, barulah dia terlihat sangat India.

“I do some research, mahendra means… avatar of Vishnu”ucapku dengan bangga, dan kemudian dia tertawa. “What a great name“ tuturnya kemudian . Thanks Sam, terimakasih bunda. terimakasih papa. terimakasih film India.

Setelah  dia mengajak ( baca : mendoakan) saya untuk datang ke india dan promosi tentang negara nya ini  ( si Agry teman saya pasti bakal nanya banyak sambil teriak  kalau dia ada bersama saya malam itu ), giliran saya  mulai membahas kemungkinan tentang kota-kota mana yang akan dia kunjungi. Sam bilang ingin muter muter Jakarta, tapi saya reflek bilang daripada ke Jakarta mending ke Jogjakarta dan saya pun mulai promosi kota yang luar biasa magis itu.  Tapi Sam sepertinya tetap dengan pendiriannya, dan  berkata  dia akan mendatangi dua duanya, kalau ada kesempatan.  Ketika percakapan kami berlangsung beberapa kali tawaran datang melalui saya, mulai dari apakah si mister mau keliling kota, sampai apakah si mister butuh teman wanita. Sam cuma tertawa ketika saya bertanya kepadanya. terakhir saya mengingatkan untuk hati-hati karena ada beberapa oknum yang suka menipu turis yang datang kesini . Sam  tertawa lagi, katanya di setiap Negara pasti selalu ada yang demikian.

Tak lama, Sam pamit karena  mau bergabung kembali dengan temannya, dan kemudian dia langsung mendatangi mamang nasi goreng yang sedari tadi menyimak percakapan kami.Saya yakin dia Bisa mengikuti. karena kombinasi inggris india dengan kemampuan bahasa inggris yang cendrung bikin malu jurusan saya ini tidaklah sesulit nonton TV ekonomi atau bursa saham dalam Bahasa inggris.

Saya memperhatikan Sam membayar dengan uang 10.000 kepada si mamang, mamang menggeleng dan bilang FIFTIN. benar, pakai F.  Sam ikut menggelang,  tapi kemudian menarik pecahan 5000 dari dompetnya.si mamang mengacungkan jempol.  Saya tau, biasanya memang nasi goreng seperti ini standarnya cuma 10 ribuan,malah deket kostan saya cuma 8 ribu, tapi karena ini didaerah yang cukup elite maka saya pikir wajarlah dengan harga  segitu.  Setelah bersalaman, Sam pun berlalu dari sana, sementara  saya merokok dulu, menikmati perempatan yang makin malam makin ramai ini.

Akhirnya sampailah giliran saya untuk  membayar, dan saya langsung memberikan 15 ribuan kepada si mamang.Tapi ternyata,  si mamang malah mengembalikan 5000 kepada saya.” 15 ribu cuma buat si mister” katanya sambil tertawa. Saya senyum, tapi  sumpah, saya semacam ga enak. Di satu sisi saya salut si mamang jujur kepada saya, dan di kasus ini saya beruntung, tapi di satu sisi saya seperti berdosa , walau cuma 5000 dan mungkin buat Sam ga ada artinya,  tapi tetap saja,  saya merasa gagal jadi teman yang baik. Tiba-tiba saya merasa seperti oknum yang tadi saya ceritakan. Cacad.

nice to meet u Sam, dan sorry buat 5 ribu nya..

sampai ketemu di kuch kuch hota hai 2… 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s