SERUAK : BUKAN REVIEW

Image

KKN- kuliah kerja nyata,  atau apapun varian penyebutannya, pada dasarnya adalah sebuah masa dimana para mahasiswa di kirim ke daerah daerah yang katanya tertingsal, untuk hidup bersama dengan masyarakat dan katanya  mencoba merealisasaikan ilmu yang mereka dapatkan di bangku kuliah untuk membantu masyarakat disana.

tapi benarkah demikian?

entahlah, tapi dari yang saya alami sendiri, sepertinya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi tidak membuat mahasiswa bisa ‘bekerja’ banyak di  lokasi,tidak seperti generasi bapak ibu kita dulu dimana mahasiswa masuk desa adalah sesuatu yang wow. Ditambah lagi,  kenyataannya sekarang, tidak begitu banyak desa yang benar-benar ‘tertinggal’. sebaliknya, kalaupun ada yang benar-benar tertinggal ,giliran si kelompok mahasiswa juga mengalami kesusahan untuk menerapkan apa yang mereka dapatkan di kampus untuk di terapkan disesa, bisa jadi karena materi yang tidak cocok, atau kealfaan si mahasiswa sendiri yang tidak tau harus ngapain. Mungkin karena hal ini jugalah, tidak semua universitas,dan tidak semua jurusan memakai KKn sebagai sayarat kelulusan, biasanya diganti dengan program magang yang  mungkin lebih memberi manfaat untuk praktek keilmuan si mahasiswa .

tapi apakah KKN memang sudah  setidak bermanfaat itu?

kalau cuma menjadi panitia acara 17 an, mungkin manfaatnya tidak begitu terasa, tapi kalau kita melihat dari pengalaman yang diperoleh tentu para mahasiswa mengangap KKN adalah fase yang indah. (walau tidak ada yang mau mengulangi fase ini)  kenapa? tempat yang baru adalah jawaban yang menduduki  peringkat pertama, apalagi buat kawan-kawan yang belum terjamah keindahan desa, biasa hidup dikelilingi gedung dan udara beracun, ini adalah momen yang bisa langsung berfungsi sebagai liburan.  Bagi mereka yang biasanya dimanja dan hidup enak dan berkecukupan, KKn adalah proses belajar untuk beradaptasi dengan kehidupa biasa yang apa adanya . KKn juga menawarkan proses untuk menahan ego dan emosi , menjadi pemimpin, setia kawan, belajar mengambil keputusan, last but not least, teman-teman baru yang tak kalah indah, yang bisa menimbulkan ikatan dan luapan perasaan indah yang baru….

dan apakah SERUAK, novel yang bersetting KKN di sebuah desa fiktif Angsawengi mempunyai elemen elemen classic KKN  diatas?

lengkap, dan bahkan novel ini memberikan  lebih…

SERUAK menjanjikan sebuah terror ketakutan semenjak malam pertama para mahasiswa sampai di desa ini: pertunjukan wayang dan sinden yang mistis, terror seorang nenek kurus yang membawa golok ditengah hutan, dilanjutkan hari hari yang penuh penampakan anjing anjing raksasa dan seorang anak kecil botak, Kehadiran pria bertopeng misterius dan selubung misteri yang melingkupi desa pada akhirnya membuat  mereka:  ketua kelompok yg ambisius, pasangan kekasih yg mendekati sempurna, bintang film ingin mengasingkan diri, presenter cantik yang supel, cowo lucu yang jadi idola, cewe jagoan yang sexy tapi misterius, koki gendut kaya, gadis gadis manja yang menjadi musuh bersama, dan cewe pencinta antariksa dengan masa lalu tak bahagia,   harus mengamban misi yang lebih dari sekedar menjalankan peran dan program mereka : BERTAHAN HIDUP !!

SERUAK, novel yang membuat saya hampir saja terkunci di lantai dua taman bacaan, karena tenggelam dalam deskripsi yang diberikan si pengarang, tanpa sadar saya berpindah dari taman bacaan ke desa angsa wengi dan melihat masing mang karakter hidup dan berinteraksi,  SERUAK juga, yang akhirnya di detik detik terakhir taman bacaan ketika akan tutup, membuat saya  memutuskan untuk menjadi anggota taman bacaan ini demi  membawa buku ini pulang, padahal sebelumnya tidak pernah kepikiran :D. SERUAK, 430 halaman yang membuat rasa penasaran semakin besar,  walau di tengah-tengah clue yang diberikan membuat semuanya jelas, siapa yang harus dipercaya dan tidak, walau ada sedikit kerut kening ketika ternyata seorang peserta tidak mengenal nama lengkap peserta lainnya, tapi tetap saja,SERUAK  membuat saya harus bertahan dan membalik halaman demi halaman.  11 karakter yang muncul punya porsi yang cukup adil . each  dog has its day, masing karakter mendapat halaman masing masing untuk kita kenali, kita diajak menyelami dimensi psikologis masing masing karakter, terutama penggalian masala 4 karakter utama pataut saya acungi jempol.  Twist demi twist yang muncul pun  buat saya pribadi dapat diterima karena memang di tanam, dan disirami  dari awal untuk di panen di akhir.  dan hasilnya, manis, bahkan pemilihan nama karakter yang sempat saya keluhkan di awal berhasil membuat saya tertawa di bagian akhir, sekali lagi.manis ..

SERUAK, novel yang membuat saya sempat berpikir ulang, masih yakin mau jadi penulis? :D,  ketika tau ternyata penulisnya masih satu tahun dibawah saya, dan sudah menelurkan 5 buku, dan ini adalah buku pertama yang saya baca., yang artinya SERUAK membuat saya berjanji akan membaca buku lainnya dari Vinca Caliista ini. Buat saya peribadi, dan buat ukuran Indonesia, serta ukuran Vinca yang masih 24 tahun, seruak adalah pencapaian yang luar biasa.

Advertisements

2 thoughts on “SERUAK : BUKAN REVIEW

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s