Rayes Cerita Tentang Ibunda & Tentang Rangkaian Acara Nonton Sinetron TV

 

 

ku ingin membeli TV

72 inchi

untuk bisa menikmati

bersama sanak family

(NAIF-televisi)

 

Televisi, mungkin adalah magnet di rumah sederhana kami. Biasanya sehabis magrib, kami sudah berkumpul di depan televisi,walau ga semuanya menonton televisi..

karena mau diapakan. televisi cuma satu- satunya, dan kami punya jenis siaran yang berbeda:

Bunda, seperti juga kebanyakan ibu-ibu lainnya akan memilih …Sinetron

Fadli punya channel sendiri  yang mutar anime

Papa, selain cinta bunda, juga cinta agama, politik dan sepak bola

Reza, dia lebih memilih ngaji, papa pasti bangga, bunda bahagia.

Saya sendiri, jenis mahluk bebas,  artinya saya siap menjadi penonton jenis program apapun. Sungguh !! selagi dibayar  bisa di kritik ( baca : komentar ) saya akan ikut serta didalamnya , Saya …Indonesia  !!

jadi , kadang yang kami lakukan disana cuma berkumpul, dan bercerita sementara satu atau dua orang yang benar-benar menonton, tentunya yang mana yang acara favoritnya diputar malam itu, Biasanya sih karena bunda satu-satunya wanita di rumah..

maka dengan diiringi suara cymbal yang membahana dan tatapan penuh kemenangan dari bunda, acara yang terpilih adalah…..SINETRON….

Selagi bunda menonton TV, biasanya papa menjadi orang yang pertama melempar komentar,  tapi komentar dari papa ini biasanya cuma bertujuan lucu-lucuan, biasanya sih berupa  plesetan dari nama karakter atau judul sinetron, atau kadang iklan yang bermunculan bisa juga jadi korban. Heran juga sih, itu plesetan ga ada abis-abisnya. Skenario selanjutnya sih biasanya saya yang nyeletuk, trus dibales lagi ama si papa dengan celetukan yang lebih ga jelas. Bunda biasanya cuma tertawa dan kadang ikut serta melengkapi cerita tak berujung ini. Reza masih ngaji, biasanya sih dengan volume yang makin keras. Fadli sendiri  udah sibuk di laptop sambil sesekali muncul memberi komentar garing yang sebenarnya cuma bertujuan mengambil kerupuk di toples. Bocah game online itu ga tau, kalau dia bakal jadi kambing hitam papa ketika bunda udah protes kenapa kerupuk bisa ludes dalam waktu yang tak seberapa lama.. 

kembali ke scenario awal.

Biasanya,  ke absurdan  di depan ini berlangsung tidak begitu lama, karena papa akan segera ke mushalla diikuti Reza..

 Maka dimulailah giliran saya untuk memprotes protes  segala macam hal yang bisa diprotes dari sinetron sinetron tersebut dengan tone lebih serius : ekting  yang lebay, dialog cupu, baik yang diluar maupun di dalam hati, pilihan pakaian, setting, semua saya cereweti…. semampu saya… seikhlasnya..

Bunda cuma tertawa, terus menonton, kemudian, menutup dengan sebuah nasehat dan doa :

“yo, kalau lai sasantiang tu Rayes, buek lah ciek bisuak ko nan rancak, nan beda dari nan alah ado ko”

terjemahan versi mendayu-dayu :

“Ananda, Jikalau dirimu memang secemerlang itu wahai buah hatiku, maka, cobalah kamu tumpahkan segala resah gelisahmu dalam sebuah karya yang baru, sebuah karya yang tentunya berbeda dari karya-karya yang sudah ada dan mengisi mata kita semua”

yah, Bunda selalu punya jawaban

**

Tahun pun berlalu

 Berkat doa bunda, saya diterima menjadi seorang karyawan TV, yang saya pikir entah sudah berapa ratus kali saya ceritakan disini. ya, saya bangga, karena memang menjadi karyawan TV adalah bagian dari mimpi saya..

suatu ketika , di hari-hari pertama bekerja. saya menelpon bunda

“Bagaimana kerjaan, seru?”

“Yah, begitulah bunda, lumayan hectic, dari siang sampai pagi”

“ kalau batanggang  tentunya ga masalah kan, dari dulu kan emang sudah latihan,namanya juga orang dapur, ya emang musti agak sibuk lah, dibanding  yang menunggu makanan di luar”

saya tertawa

“Kalau itu ga masalah sih bunda.. tapi..”

“Trus, udah bikin naskah ?  sebentar lagi bisa donk bunda liat sinetron bikinan anak bunda”

“Hm..  Rayes di acara lain bunda, acara komedi-komedi gitu”

“O, gapapa lah, menghibur orang juga berpahala kan?”

saya tertawa lagi, bunda selalu punya cara …

**

Kemaren

Bunda sakit, ga parah sih, tapi tiba-tiba aja pinggangnya agak nyeri. Seberapa ringannya pun itu penyakit, sebagai momma boy, tetap aja ada perasaan ga nyaman di hati. alhasil dari semalaman mencoba  ngetik sesuatu, ga beres-beres !!  padahal, waktu di telpon si bunda memang oke oke aja , masih bisa becanda hahahehe. to make it wors,t  pas cerita ke Agy ( teman saya yang lagi s2 di Jogja, yang kalau pembaca ga sibuk sudah sering juga hadir disini, ada fotonya juga ), cewe chubby ini malah komentar begini :

“Emang kita yang muda-muda aja om yang bisa modus, orang tua juga punya modus, biar anaknya ga terlalu  khawatir”

Damn. makin khawatirlah anak rantau cengeng ini.

Untunglah, malam tadi, bunda nelpon, cerita kalau udah agak mendingan , mungkin besok ke sekolah lagi, saya sempat larang sih, takutnya masih belum kuat, takut kambuh atau gimana,  tapi si Bun bilang ada rapat penting, ya… kepaksa.

dan cerita kita pun berlanjut tanpa menghubungi dokter. Kita lagi-lagi menggosip, cerita kemana-mana. saya sempatkan juga curhat tentang tulisan-tulisan saya yang masih belum jadi apa-apa, sebagian berhenti di tengah jalan, sebagian menguap ke udara.

“Sabar aja, ada waktunya kok, karena kalau semuanya mudah, kita kadang jadi lupa bersyukur”

manis banget sih komentar bunda, tapi jadi ragu juga, kembali ke nasehat Agy tadi

“ Emang kita yang muda-muda aja om yang bisa modus, orang tua juga punya modus, biar anaknya ga terlalu khawatir”

kita bercerita lagi, bahkan beberapa kali yang disana sempat ganti pilot : Reza, cewenya reza yang kebetulan lagi di rumah, juga si papa, yang terakhir ini  berhasil bikin saya ngakak guling guling, karena sempat-sempatnya  menggunakan  kalimat “kembali ke studio utama” sebelum ngasih ke bunda.

“ Bunda,ribut banget, pada nonton apa sih?”  saya tiba-tiba penasaran  ( bercampur rindu pastinya ) dengan keriuhan di rumah.

Bunda pun menyebut sebuah cara talkshow yang  sekarang punya hostbaru . Hmm..kalau talkshow saya tau, ini favoritenya siapa : cewenya si Reza. Dugaan ini di perkuat lagi dengan fakta bahwa Reza tidak dalam keadaan mengaji, malah menemani mahluk manis ini diluaran, karena beberapa kali kesempatan cewenya ini sempat curhat sama saya, kalau Reza terlalu sibuk dengan ngaji ngaji dan ngaji. Walaupun saya tidak sealim saudara saya ini, malah mungkin tidak seujung kuku pun, tapi sebagai kakak, saya merasa berhak menasehati dia :

“tuhan tidak menyukai sesuatu yang berlebih-lebihan”

demikianlah nasehat saya pada suatu ketika, walau saya tau, nasehat ini cuma akan menjadi bahan debat kami berikutnya..

oke, kembali ke studio utama

 Talkshow ini sebenarnya sudah tergolong baik, apalagi jika dibandingkan dengan acara berdurasi seakan-akan tak terbatas dengan goyang yang sudah mengindonesia  dari tv yang sama. Oke, kalau itu bukan apple to apple , saya akan katakan kalau acara ini sudah bisa mendekati kerennya acara talkshow dengan host perempuan cantik di tv tempat saya bekerja dahulu!  saya jujur!!

Hostnya talk show yang diceritakan bunda ini cerdas, jelas ! memang terlihat sekali dia lebih sering menggunakan otaknya dibanding ototnya yang juga tak kalah inspiratif. Makanya saya sedikit bingung ketika seseorang yang biasanya tamu sensasional ini,didaulat untuk menjadi Host. walaupun sempat jadi team creative,  saya masih belum bisa memastikan alasan munculnya host fenomenal ini , atau mungkin karena saya cuma 4 bulan?  jadi memang masih naïve, belum mampu menerima kenyataan, kalau yang namanya alasan, sama seperti dunia: bukan hanya terdiri dari hitam dan putih…

bisa jadi bisa jadi bisa jadi..

 Bunda terus bercerita kalau malam ini si host lagi ribut dengan tamunya yang seorang penyanyi dangdut garis miring bintang film horror yang tak kalah HOT sensasionalnya dengan sang host.

saya menarik nafas dalam, kemudian komentar

“Ah, ngapain di tonton sih Bunda, acara nya udah ga jelas, pada mau aja di  tipu-tipu “

Entah bagaimana, tapi lagi-lagi saya bisa melihat senyum bunda dari seberang sana.

“Bunda tau kok  yes, dan terserah merekalah, itu acara tipu-tipu atau tidak. Buat bunda, selagi bisa bikin bunda ketawa dan terhibur, kenapa tidak? tapi bunda yakin, anak bunda lebih mengerti tentang hal-hal seperti  ini, soalnya sudah pernah merasakan di dapur kan? paluah dingin kan? ternyata bikin acara, walau mau tipu-tipu atau tidak, ga gampang kan nak?”

Saya cuma bisa tertawa di paksakan. Bunda, selalu punya jawaban. selalu punya cara.

Advertisements

5 thoughts on “Rayes Cerita Tentang Ibunda & Tentang Rangkaian Acara Nonton Sinetron TV

  1. Bunda cepat sembuh yaaaa..
    Nanti, suatu saat, kita semua bakal sampai dititik bunda berada sekarang : selama hal itu bisa bikin ketawa, kenapa enggak ?!
    Yang membedakan “tertawa” bunda adalah ga diikuti dengan kealayan dalam perilaku sehari-hari. Justru itu keren, apresiatif hanya disaat menonton. Setelahnya ?! Bunda kembali menjadi perempuan syahdu yang bikin kangen dengan nasehat-nasehatnya 🙂

    1. hahaha.. mungkin, tapi jangan nyalahin bokap gw doank kalo gw bisa sejenius ini, absurd mungkin dari beliau, tapi gw biasa belajar sarcasm dari bunda… 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s