SOS

Belakangan  saya punya hobi baru: bolak balik toilet.  Kadang dalam rentangan satu malam saja, saya sampai bolak balik 3 kali atau bahkan lebih.

FYI, saya jenis orang yang suka berlama-lama ditoilet, yah karena menurut saya, selain di bawah guyuran hujan, di samping kaca jendela bus atau kereta saat dalam perjalanan, atau di pinggir danau sambil melempar batu,  tidak ada tempat belajar filsafat kehidupan dan inspirasi seindah.. toilet. Silahkan, kantong muntah ada di bawah bangku anda masing-masing:  Beberapa tulisan di blog ini juga lahir di toilet kok. To make it worse, biasanya selain menemukan pencerahan buat tulisan, saya juga menghabiskan sekian puluh menit untuk mengasah kemampuan vokal saya.beberapa album berbagai genre : dari rock, pop, jazz , minang, biasanya saya campurkan, namun seperti halnya kepercayaan beberapa teman saya yang mau tidak mau saya harus akui, biasanya semua aliran tersebut akan bermuara pada satu genre: dangdut. yah, apapun yang saya nyanyikan akan memiliki cengkok yang membuat jempol anda bergoyang.

kembali ke masalah perut

saya tidak pasti apa penyebabnya, tapi saya mencurigai beberapa hal berikut:

1.Kumis

teori saya: kumis ini menghambat masuknya udara yang mengalir ke rongga perut sheingga meyebbakan konsentrasi pengaliran udara yang menyebabkan perut menjadi seperti demikian sehingga mengganggu pencernaan.

tapi faktanya, setelah saya mencukur kumis ( dan jenggot juga) , perut ini tetap bermasalah.

2. Kupu-kupu

pernah dengar ungkapan : butterfly in my stomach kala  kita merasa khawatir atau nervous saat  akan melakukan sesuatu. Jadi menurut logika saya, kepala saya yang belakangan dipenuhi rasa khawatir, takut, dan  menyesal berhasil menciptakan kupu-kupu raksasa yang mengobrak abrik perut saya.sehingga pencernaan saya bermasalah..  

 3.  Yang paling masuk akal : makanan dan minuman, tapi saya tidak tau apa. karena begitu banyak zat berbahaya, makanan (yang mungkin) kadaluara yang masuk ke perut saya. tapi satu hal yang saya yakin, apapun makanan dan minuman yang menyebabkan ini semua, pasti itu bukan kopi dan gorengan.

 

Sampai berita ini diturunkan pun, hal ini masih menjadi misteri. Berobat kedokter masih belum menjadi opsi buat saya. karena menurut saya belum ada yang perlu (amat )dikhawatirkan sampai toilet di warnet dekat kostan saya bermasalah. Kalau ada satu hal yang menjadi concern saya dan sangat saya sayangkan adalah fakta kalau frekuensi saya ke toilet yang harusnya memberi inspirasi tidak berbanding tulisan yang saya hasilkan. 

Terakhir, mungkin muncul pertanyaan di benak pemirsa. ada apa dengan otak saya sampai membahas hal –hal semacam ini dalam dua postingan terbaru saya? saya jadi ingat, sms Egi,seorang teman,   ( iya, S-M-S, saya memang masih pakai fitur ini , mata anda tidak salah baca)  beberapa hari lalu ..

kita masih muda kawan, terkadang kita menjijikkan..

 

Advertisements

2 thoughts on “SOS

  1. aish suatu yg menjijikan itu terkadang menggairahkan ya gak? Mmmm.. dari urusan toilet menjelma menjadi ide tulisan yg bergairah… HAHAHAHAHA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s