Tika Merid Indonesia Indah

“ TMII wak lah

ajakku kepada beberapa teman-temanku yang berdiam di Jakarta, ketika mereka menanyai aku mau di ajak jalan kemana. Yah, walau sudah pernah bekerja selama beberapa bulan di Jakarta, ibukota ini buatku masih asing,selain memang  provinsi yang berkedok kota ini terbilang luas, aku memang tipikal anak kamaran. jadi , tidaklah mengherankan kalau aku sama sekali belum pernah ke objek wisata manapun di Jakarta. yup, aku memang separah itu.

“TMII? jam segini udah tutup” ujar  Haris, padahal waktu itu masih sore..

“TMII? sekarang lagi rame banget, lain kali aja”  jawab temanku yang lain.

“TMII?   tunggu  lo udah nikah dan bawa anak dulu deh.”

lho?

sampai-sampai saat aku cerita ini ke Agy, temanku yang bermukim Jogja, dia juga bilang : udah ga secantik dulu om..

okelah…

aku pun pasrah, mereka mungkin sudah bosan ketempat tersebut..

kesana sendirian? aku juga belum kepikiran

**

Aku asik berkutat dengan laptop di kamarku di kota kembang ini, saat Haris menelponku,

“Tika tadi ngasih undangan”

yah, Tika memang bilang dia merid bulan ini, tapi aku belum tau tanggal pastinya

“Kapan? “ aku pun bertanya

“Sabtu ini, tebak dimana?”

“Dimana? “aku  bertanya lagi

“TMII” Haris memberi jeda sejenak, kemudian melanjutkan “Selamat, akhirnya ka TMII jo uda yo…

**

 

Image

 Hari H, selepas magrib  di rumah sepupu Haris yang kami  jadikan basecamp

Dari beberapa yang di tag di undnagan, dari sekian rekanan yang ada di Jakarta, akhirnya, terkumpullah beberapa orang ini : Haris, yang  memang menetap dan bekerja di  Pasar minggu ,Ferli, si bule yang kerja di BNI ancol dan ngekost di slipi,  Arif,  mahasiswa S2 UI, dan saya, Sang pengangguran yang didatangkan langsung dari Bandung.

“jadi, laki-laki semua nih? “ tanya ferli khawatir.

“Bawa siapa kek, yang penting ada cewe” lanjutnya

sebenarnya ada beberapa orang rekan wanita yang berencana pergi, tapi sepertinya lembur malam minggu itu lebih menarik untuk dilakukan :P.

“Kalem,Amy udah disana” jawabku singkat,menyebut nama seorang pramugari yang sudah entah berapa lama tak kutemui. Dengan kehadirannya, paling tidak, kami tidak akan dituduh f4. maksud kami : one direction..

**

Tanpa kemacetan yang berarti, kami sampai ke gerbang TMII yang entah sebelah mananya. saya tidak peduli, yang penting saya akhirnya tau kalau TMII tidak ditutup sore hari seperti yang ditanamkan di kepala saya selama ini. setelah muter-muter dan tanya sana sini akhirnya kami berhasil sampai ke lokasi pesta: Anjungan Sumatra Barat. Kami tidak langsung masuk, kami musti menunggu Amy yang ternyata masih beberapa tahun cahaya di belakang kami..

Amy, ternyata datang dengan cowonya yang kebetulan juga urang awak, maka sambil menunggu acara formal yang sedang berlangsung, kami pun mengakrabkan diri, apalagi cowonya juga seorang laki-laki, jadi  bisa nyambung dengan ota kami-kami ini. Setelah sekian lama, di fase ini jugalah saya bertemu kembali dengan hijabers imut lucu, sahabatnya Tika : Yulia yang datang beberapa puluh menit setelah kami.

Setelah acara formal berakhir, sebenarnya kami berencana langsung menyerbu beberapa makanan yang  terhidang seandainya Amy tidak menasehati kami ,

“Kita salaman dulu , makan-makannya ntar aja”

Image

Kami pun sepakat untuk menjadi lebih beradab, salaman dulu dengan yang punya hajatan, tentu saja, si anak daro, Atika, adalah teman kami di bangku kuliah, sementara sang marapulai adalah suami tika yang juga senior kami.Setelah cukup lama antri, akhirnya kami pun bisa bertemu dnegan dua insan yang berbahagia tersebut. sambil bersalaman , Tika berbisik pelan,

“habis ini jangan langsung pulang ya, kita foto bareng dulu”

Saya menjawab dalam hati :

“Tenang tik, kami ga bakal pulang sebelum mencicipi semua hidangan di luar”

saat itu saya sedang di zoom diiringi bebunyian cymbal.

**

Demi santapan pertama kami : SATE, kami pun rela menjadikan Haris sebagai tumbal ( kebetulan kostumnya mirip dengan yang menjaga stand sate, jadi dia bertugas mensupply sate buat kami semua), setelah sate di tangan, kami pun mencoba menemukan sebuah tempat untuk menghabisi makanan tersebut, akhirnya kami menemukan sebuah tempat strategis. sebuah pojokan dimana gelas dan piring tertata, di balik rak-rak gelas tersusun , sebuah tempat yang teduh, karena hujan mulai turun..

Disela-sela hujan kami pun mulai bernostalgia, terutama Amy, yang sudah menghilang dari peredaran beberapa taun belakangan. Amy pun mulai menceritakan masa-masa kuliah kepada kembaran Nicholas saputra yang menjadi kekasihnya tersebut. Sayangnya, sebagian besar isinya adalah hal-hal yang keren tentang saya: bagaimana saya dimarahi, tidak diperbolehkan masuk, diusir dan sebagainya ketika berada di bangku kuliah. Untunglah, Haris yang shiftnya sudah selesai datang dan memberi kode  untuk segera menghajar nasi dan teman-temannya. 

Singkat cerita kami pun bergerak cepat, nasi dan lauk pun kami hajar, kecuali amy yangkatanya lagi diet, dia Cuma memamah satu cup ice cream.

**

“KEPADA KELUARGA UNTUK SEGERA KE PELAMINAN UNTUK BERFOTO BERSAMA..”

MC pun mengambil alih suasana ketika hujan mulai mereda. Tak terasa, sudah hampir dua jam kami disini, saya sudah kembali dengan dua cup ice cream lagi..

 “Habis ini kita foto ama Tika ya guys?”

Amy mengingatkan  kami seakan kami lupa tujuan awal kami kesini, yaitu…. mmm..,mm..

Pokoknya, tak berapa lama kemudian undangan yang tadinya ramai kian berkurang, mungkin mereka memang menunggu sesi foto bersama kedua mempelai yang kebetulan adalah fotografer. Bang En adalah fotografer yang karyanya sudah diakui di kancah internasional, sementara Tika, walaupun bekerja sebagai reporter disalah satu tv swasta, fotografi adalah dunia nya juga. sungguh luar biasa, bisa menemukan teman hidup yang memang hidup di dunia yang sama..

ah, mudah-mudahan saya nanti bisa nonton tokusatsu bareng ama …

oke, kembali ke jalan yang benar

Akhirnya sampailah giliran kami untuk berfoto bersama kedua mempelai, dan sama seperti proses pengambilan foto tadi, tak terasa, kami sudah harus berpisah..

**

Setelah sepatah dua patah kata perpisahan dengan Amy an uda nya, serta setelah beberapa ratus kata perbincangan dengan Armen dan Willy , ( rekan sesama fotografernya tika dan yulia ) saya pun bergabung dengan one direction untuk kembali dan menghabiskan malam di basecamp.

Saat motor mulai membelah angin malam TMII, saya yang dibonceng Ferli pun mulai bertanya ini itu, mulai dari danau sampai bioskop keong mas, dan sebagainya dan sebagainya. Ferli pun mencoba menjawab sebisanya, sampai..

“Tapi entahlah ray, dulu juga kesini waktu masih kecil” jelas Ferli kemudian.

Akhirnya , saya berkesimpulan saja,  di umur segini, tidak semua orang  tertarik lagi ke TMII, dan entah kenapa saya percaya tidak smeua orang benar-benar pernah ke TMII. saya masih ingat kata-kata Amy ketika saya bercerita ini kali pertama saya ke sini.

“ Selamat menikmati TMII deh ray, Ami tadi udah naiak logonda ama uda “

hening sejenak.

“Mm..maksud ami.. gondola?”  tanyaku yang benar benar tidak tau apa itu logonda, kecuali nama sebuah merek biscuit..

**

Kami sudah duduk di teras basecamp sambil menyalakan rokok, menunggu Arif yang ceritanya di tengah jalan tadi, tepatnya entah dimana, sepertinya tengah mengamalkan salah satu puisi favoritenya : The Road Not Taken  nya  Robert Frost.

Tak lama kemudian , yang ditunggu pun muncul dari kegelapan malam.

“Emang tadi lewat mana rif?” tanya Haris.

“Muter ke ragunan “ jawab arif sambil membuka helmnya.

“Ragunan? kenapa ga sekalian ajak si Ray.. dia belum pernah ke ragunan juga. ya ga Ray? ”

tanya Ferli sambil melirikku. Kemudian tertawa puas.

Aku pun ikutan tertawa. ya,Ragunan sepertinya menarik, dan sepertinya untuk kesana. aku harus menunggu seorang teman untuk mengadakan pesta kawinan disana..

 ada yang tertarik?

 

NB : 1.karena banyak kawan-kawan yang entah kenapa ‘malas’ maen ke sini, makanya saya juga posting tulisan in di fb

        2. foto pas resepsi kemaren belum dirilis, makanya saya nyolong foto WA nya si tika..

 

Advertisements

3 thoughts on “Tika Merid Indonesia Indah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s