MAHA ROMANTIS

percayalah, tulisan ini tercipta bukan karena tetangga-tetangga kamar sedang rajin rajinnya membawa para kekasih mereka ke kostan, trus saling bercerita sampai larut malam, atau sekedar saling menyuapi  makanan  dengan romantis di sofa yang berada didepan mata ketika saya  membuka pintu kamar, sama sekali tidak..

sama sekali tidak..

juga bukan muncul karena seorang teman yang sedang romantic=romantisnya dengan sang kekasih di semua media sosial, saling kirim lagu lagu cinta yang mengharu biru, atau  sebuah pesan pendek yang berakhir ..I love u. berjanji akan keliling dunia, atau sekedar kelliling kota dengan vespa antik kesayangannnya…

sama sekali bukan  

tulisan ini (Cuma )lahir dari rahim kegelisahan  perbincangan dengan seorang  sahabat di salah satu sudut ibukota, ketika hampir sebagian temannya, (yang juga teman saya), telah mendahului kami untuk mengabdikan hidup mereka dalam bahtera pernikahan. maraknya undangan, atau sekedar pertanyan-pertanyaan ketika menghadiri nikahan, sementara dia ( dan juga saya ) masih sibuk menghabisi malam mingguan  dengan turnamen PES, atau sekedar bercerita sampai pagi ditemani secangkir kopi..

yeah belakangan memang teman-teman sepertinya lagi balapan menghabisi masa lajangnya, kalau tahun kemaren di dominasi kaum hawa, sekarang  beberapa kenalan kaum adam pun sudah siap untuk berada  di status ..game over. Image

bukankah pernikahan bukan sesuatu yang main-main? so..yes its game over!!  

sebenarnya sahabat saya ini bukan dalam kadar yang pas untuk khawatir, karena dari  ditinjau dari ranah visual saja, sudah pasti ada sekian meter antrian calon istri untuk pemilik wajah bintang-film-adaptasi-novel-komik-romantis ini . itu baru bicara visual, belum lagi fakta kalau  mahluk yang sudah mempunyai pekerjaan terbilang lumayan ini,  ini punya sekian life-skill baik aktiv maupun pasiv yang membuatnya menjadi kandidat calon suami mendekati sempurna untuk para kaum hawa. tapi, belakangan ini, ditengah kepulan asap rokok selalu mengudara kegelisahannya tentang siapa kaum hawa yang akan menjadi pendamping hidupnya nanti.tentang usahanya yang boleh dibilang belum berhasil mencapai suatu hubungan yang ..romantis…

saya pribadi, ditengah serbuan undangan yang tumbuh ibarat jamur di musim hujan ini, tidak ( baca : belum) terlalu  memikirkan akan hal  semoga-sakinah-mawadah-wa-rahmah ini .. saya masih menikmati duduk berjam-jam di taman bacaan , atau main game di warnet sampai  matahari pagi menyinari tubuh saya yang sayangnya tidak gemerlapan. yah, saya masih menikmati romantisnya kesendirian..

di akhir malam, ketika kopi kami sudah menyisakan ampas yang hitam pekat, saya Cuma bisa  tertawa dan  mengulang kembali sebuah nasehat klise tapi memang begitulah adanya: untuk percaya dan menyerahkan segalanya sesuatu yang lebih besar dari kita, sebuah  entitas   yang lebih  romantis dari pasangan –pasangan yang  sekarang hampir tiap hari muncul di depan kamar saya. lebih romantis dari kata kata manis penuh sesak cinta yang muncul dari timeline saya, lebih romantis dari kopi hitam tak terlalu manis di pagi hari. meminjam kalimat yang digunakan ‘editor’ saya yang mengaku seorang hopeless romantic : percaya saja, tuhan itu maha romantis.

Advertisements

3 thoughts on “MAHA ROMANTIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s