pagi ini saya jatuh cinta (lagi)

            

7:15 am, loket NPM, caringin, Bandung

 “Bang, Elis duluan ya “  ucapnya sopan diikuti sebuah senyuman yang amat manis.

saya membalas senyumannya sambil melambaikan tangan “Hati-hati” jawab saya  pendek.

Namanya Elis, atau mungkin Alice? Peduli malaikat,  paling tidak begitulah yang diucapkannya pada saya saat kami berkenalan di bus yang mengantar kami dari Jakarta ke kota ini.Kerudungnya yang sederhana dan wajahnya yang teduh dijamin akan membuat pria ingin mengenal lebih jauh siapa sebenarnya pemilik senyum manis ini..

Tapi bukan dia yang membuat saya jatuh cinta (lagi) pagi  ini..

Saya suka alice, saya akui, saya suka melihat senyumannya, saya suka bagaimana dia serius ketika membaca buku di tangannnya, saya suka mendengar suaranya. Yup. Saya suka, tapi percayalah,  tidak semudah itu membuat seorang Rrayes Mahendra jatuh cinta..

namun..

Pagi ini, saya jatuh cinta (lagi) pada gorenga-gorengan imut yang saya makan di sebuah warung kecil setelah perpisahan dengan elis. Saya jatuh ( lagi ) cinta pada percakapan kecil dengan si tukang gorengan yang melayani saya dengan nada bahasa irama yang sudah sangat saya rindukan. Saya jatuh cinta (lagi) pada udara kota ini yang langung saya kotori dengan kepulan asap rokok saya. saya jatuh cinta (lagi) dengan bangku angkot disebelah sopir dimana saya bisa bercerita banyak hal, mulai dari politik sampai gadis cantik dan menarik. Saya jatuh cinta (lagi) dengan pohon-pohon yang (masih) banyak saya temui di pinggir jalan. saya jatuh cinta (lagi)  pada rumah rumah sederhana di sepanjang jalan, yang  kadang berfungsi sebagai kantor,dimana para orang-orang keren bekerja. Saya jatuh cinta (lagi)  pada lingkungan kostan yang menyambut saya dengan senyum dan keramah tamahan.Terakhir, Saya jatuh cinta (lagi) pada kopi yang saya minum ketika membuat tulisan ini. padahal sebelum berangkat,(setelah bertahan dengan penyakit ‘langganan’ selama 3 minggu lebih), saya sengaja mendatangi seorang dokter yang akhirnya dengan iseng melarang saya untuk minum kopi, karena menurutnya kopi bisa membuat jantung saya berdebar-debar. Ah, si dokter Cuma tidak tahu saja, ada hal lain yang membuat jantung saya bisa berdebar-debar daripada sekedar kopi :

Saya jatuh cinta  ( lagi )..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s