Setelah satu bulan, setelah satu tahun

 

Lo tuh cowo tercengeng yang pernah gw kenal “

Kata bocil-peri kecil yang belakangan sudah jarang terlihat di dunia khayal saya-beberapa hari lalu,. mahluk ini terbang entah kemana. saya curiga, kalau dia sedang jatuh cinta J

Dan saya tidak bisa membantah tuduhan bocil tersebut, karena pada dasarnya, semenjak dahulu kala, saya memang terklasifikasi sebagai  drama king :  cowo yang suka mendramatisir suatu keadaaan.  Apalagi kalau sudah menyangkut perpisahan, kesedihan, penyesalan, dan ketakutan :  saya tiba-tiba menjadi Shakespeare yang akan merubahnya  menjadi scenario tragedy  luar biasa di kepala saya .

….lebay

***

Banyak yang percaya, setelah satu bulan, manusia akan mampu bergerak dari kesedihan, ketakutan dan penyesalannya . Setelah satu bulan, keadaan akan jadi biasa, dan dia bisa kembali bergerak, melakukan hal-hal baru dan bertemu dengan orang-orang baru, melanjutkan hidup..

Tapi ternyata mitos itu ga berlaku buat saya, buktinya hari ini, setelah tepat satu bulan setelah saya memutuskan ‘beristirahat’ dari kantor saya yang lama, ternyata bayangan mereka masih bersama saya, saya merasa  kalau saya masih menjadi bagian dari mereka, tapi di tempat yang tak sama, dan dengan kostum berbeda. ya , mungkin semacam … agen rahasia super special.

The man who cant be move..on..

Ah,lagi-lagi saya Cuma melebih-lebihkan

Setelah satu bulan, ternyata cukup ‘banyak’ hal yang sudah saya lakukan, saya kembali aktif dalam beberapa jaringan silaturrahmi dunia maya, menyibukkan diri dengan beberapa game, terutama beberapa judul game facebook yang berhasil membuat saya penasaran ( baca : ketagihan), beberapa judul buku juga berhasil saya taklukan, begitu juga beberapa film, serial tv dan beberapa contoh naskah nya, dan pada akhirnya menyibukkan diri membuat kerangka naskah serial tv yang  entahlah,akan jadi apa, tapi paling tidak  semuanya buat saya adalah bagian dari….

Ehm..

drum roll..

Menapak sebuah bagian mimpi saya yang lain..

Selama satu bulan ini, saya juga bertemu dengan beberapa orang baru yang menarik, yang saya belajar banyak hal, terutama  tentang mimpi dan realita. Diantaranya saya berkenalan dengan pak haji, teman sama to nongkrongers di warung kopi dan mie rebus dekat kantor, pria single di awal 50 an ini adalah teman ngobrol yang oke, dia cukup update tantang isu isu terbaru, dan becandanya oke banget. Pria tua juga suka banget mentraktir semua makanan dan minuman semua orang di warung kecil tersebut.yah benar, semua orang. Ketika sudah tak lagi ngantor, saya beberapa kali masih ikut nongkrong disana, bercerita dan tertawa sampai pagi bersama beliau dan bapak-bapak yang lain. Saya sudah berjanji dengan beliau, nanti ketika saya ke Jakarta lagi, saya pasti akan ‘menyempatkan’ diri untuk bertemu beliau disana. Selanjutnya, saya bertemu kang DJ : penulis novel sekaligus movie maker,  yang memperkenalkan saya pada ‘kantor’ SALMAN film yang  menurut saya simple, tapi keren abis : 3 komputer, beberapa rak buku yang dihiasi beberapa penghargaan ,  rak DVD film dan games, dan beberapa kasur berhasil membuat saya berdecak kagum. Disana, selain menghibahkan beberapa anovelnya, dari kang dj juga menghibahkan saya  sedikit ilmu tentang seluk beluk dunia penulis dan penerbitan. Selain itu. Saya juga sempat bercerita banyak dengan koko vivo, pemilik toko buku second yang lumayan besar di bandung, yang bercerita tentang bagaimana dia bisa menjadi sebesar ini sekarang, saya kagum bagaimana dia bercerita dia membuka taman bacaanyya dengan modal yang relative kecil, dan dia mampu bertahan dengan satu alasan : ini adalah dunia dan mimpinya.

See, ternyata satu bulan saya ga terlalu melankolis-melankolis amat, kecuali mungkin bagian dimana saya merasa kalau  waktu dipinjamkan kepada saya akan segera habis.. beberapa pertanda dan firasat muncul, mengarah pada satu hal : kematian.saking percayanya saya pada firasat ini,  bahkan saya sudah sempat bikin death note, semacam catatan seandainya saya tidak sempat lagi bercerita kepada kawan-kawan semua. Tapi ternyata, sukurlah,  sampai detik ini, saya masih diberikan kesempatan untuk berbagi cerita ini kepada pembaca setia blog saya. 

lo kebanyakan baca komik dan novel, jadi lo udah ga bisa ngebedain mana fakta dan mana realita, lo udah termakan waham komik, wake up boy, ini dunia nyata!! ”

Begitulah ujung nasehat  seorang teman, ketika teman saya yang lain membocorkan perihal death note ini,dan saya Cuma bisa tersenyum, kalaupun saya harus segera berangkat, saya beruntung, saya sudah dikelilingi kawan-kawan yang baik..

Tapi sebenarnya, buat saya yang lebih ‘mengerikan’ sekaligus melankolis dari pada sekedar death note  adalah kenyataan kalau saya masih suka sedih kalau nonton the comment, ngikutin perkembangan twitternya yang makin rame, kangen lagi dengan duo danang darto.. kangen lagi dengan mereka yang…

Tunggu.. kita sudah bahas ini sebelumnya, kenapa kita kembali ke titik ini lagi?

Saya jadi ingat ketika mas Ikhsan, kadep saya, suatu ketika berkata di depan seluruh team :

“siap-siap saja, nanti beberapa dari kalian juga akan pindah dari the comment ke program lain, gw harap,  jangan terlalu melankolis lah..”

Saya juga ingat  pak Agung, produser saya, ketika saya pamit sambil nangis “ tenang aja jesh, ga ada yang sejati kok di dunia ini”

“ ada pak, yang sejati itu ….rokok”  kak Bojes, senior PA menimpali

Waktu itu, saya masih bisa tersenyum, sekarang?

Ah,  saya jadi ingat mereka lagi..

***

 

“Bilo pulang? Bunda lah taragak, lamo bana rasonyo”

Beberapa kali SMS  dari bunda yang bernada sama, membuat saya tertegun.

“secepatnya bunda” jawab saya pendek.

Awalnya,saya  tidak berencana pulang dalam waktu dekat. saya memang sudah berencana dan berjanji kepada bunda untuk pulang lebaran ini, tapi dalam rencana awal, saya akan berangkat beberapa hari menjelang penghabisan bulan suci ini. tapi, beberapa sms dan telpon dari bunda mau tak mau membuat saya merubah rencana awal, saya harus pulang dengan cepat..

Dan jalur darat yang menjadi bagian rencana awal saya, akhirnya menjelma menjadi penerbangan perdana saya…

***

Setelah satu tahun ( lebih satu minggu),

Akhirnya Saya kembali menginjakkan diri di ranah minang,

Setelah 2 jam tergelat di bandara menunggu jemputan dari saudara teman saya, akhirnya perjalanan saya dilanjutkan 2 jam lagi dengan sebuah mini-bus yang membawa saya menuju kota kecil dimana saya dibesarkan : padang panjang.

Dan setelah satu tahun

Ternyata tak banyak yang berubah disepanjang perjalanan..

Pemandangan yang sama seperti satu tahun dulu.. padahal saya sudah sengaja menahan kantuk demi meliaht sesuatu hal yang berbeda sepanjang perjalanan..

Dan sampai turun di kota kecil ini pun, saya masih melihat pemandangan yang sama satu tahun lalu

Entahlah, saya harus sedih atau senang. Kota saya masih kota kecil yang  saya kenal dulu

Saya disambut papa yang rambut putihnya yang makin keren, sementara bunda sedang shalat ketika saya memasuki  pondok sederhana kecil yang masih sama berantakannya seperti dulu…

Reza, saudara saya yang pertama sedang berada di padang, karena teman sekamarnya baru saja dipanggil lewat sebuah kecelakaan..

Sementara fadli, Cuma  hadir lewat sebuah laptop bertema sword art online di kamar, dan ketika saya membuka folder anime yang menarik perhatian saya, ternyata, saya menemukan banyak judul anime Yang belum saya tonton.Setelah Satu tahun, ternyata adek bungsu saya sudah berubah menjadi anime freak. Sepertinya replica jaket midnight  milik kirito dari serial sword art online  memang menjadi hadiah ulang tahun yang pas buat dia..

Setelah satu tahun, saya pulang dan belum menjadi siapa-siapa,

Mudah-mudahan, ketika saya kembali ke sini tahun depan, saya sudah menjadi sesuatu, entah apalah itu… doakan saja ya pembaca dan kawan-kawan sekalian..

Ah, Benar kata bocil di awal, saya memang cengeng… dan kalau begini terus, blog ini harusnya berganti nama, bukan lagi jokeray….

NB: percaya ga percaya,  saya sudah kangen lagi dengan bandung,  parah, mungkin benar tulisan di kaos yang saya lihat  sebelum pulang : bandung, maybe the best city in the world..

Drama lagi…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

2 thoughts on “Setelah satu bulan, setelah satu tahun

    1. wak di padang reno uni/uda. lai tau padang reno? uda/uni dima?

      pasti sayang lah uni/uda.. tapi baa lai.. mungkin emang jalannyo pulo,, 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s