CERITA DI UJUNG BULAN, MENULIS DI UJUNG MALAM, NEGERI DI UJUNG TANDUK

Hari minggu beberapa hari yang lalu, (kalau kawan-kawan membaca cerita ini beberapa hari sesudah hari minggu tersebut,), saya yang siangnya menghabiskan  hari dengan tidur estafet, bermaksud menuju pusat perbelanjaaan terdekat yang saya tau dalam misi menyelamatkan Watson, (sahabat setia saya yang rinciannya mungkin akan saya ceritakan di cerita berikutnya, sementara buat yang belum tau Watson,coba baca-baca lagi file lama saya,  * cara promosi yang keren*) Namun, ternyata nasib baik tidak memihak saya, saya tidak menemukan ‘dokter’  yang bisa menyelamatkan Watson,dan takdir itu akhirnya membawa saya menuju  tempat berjudul..GRAMEDIA

Singkat cerita, didepan pintu saya langsung disambut oleh dua buku yang membuat saya dilema..

1.Bangun lagi dong Lupus,karya mas Hilman Hariwijaya, yang filmnya sampai saat ini ga belum jadi saya tonton, padahal saya ngaunya ngefans banget ama mahluk berjambul ini

2. Negeri diujung tanduk, karya Tere Liye

Dengan harga yang relative sama, saya menjadi bimbang, bukan karena apa-apa, karena memang menurut akuntan pribadi saya,yaitunya saya sendiri, saya sebaiknya Cuma membeli satu buku saja di akhir bulan ini…

dan setelah membaca beberapa halaman, maka saya memutuskan NEGERI DI UJUNG TANDUK  menjadi  pilihan saya. Sorry lupus my brotha, sorry mas Hilman..  bukannya saya tidak ngefans, tapi memilih acha sebagai poppy mungkin bukan pilihan bijak 😦

Image

NEGERI DI UJUNG TANDUK, (selanjutnya ditulis dengan huruf kecil ) merupakan sekuel dari NEGERI PARA BEDEBAH nya Tere Liye. kalau di negeri para bedebah, tokoh utama si cowo keren konsultan bisnis-mendekati sempurna bernama Thomas ini mencoba memecahkan masalah terkait bank century semesta yang bermotif ekonomi, sekarang Thomas, yang ‘ternyata’ juga punya gelar di bidang politik, mencoba terjun ke pentas politik nasional demi memperjuangkan JD, gubernur ibukota yang pantas diperjuangkan untuk lulus jadi calon presiden partai jingga dan maju di bursa capres berikutnya.

Buat yang ngefans dengan negeri para bedebah seperti saya, mungkin agak kecewa dengan novel ini,karena menurut hemat saya, tidak ada hal baru yang ditawarkan dalam novel ini selain perubahan tema dari ekonomi ke politik, fight club masih memegang peranan penting dalam penyelamatan disaat terdesak,  ada wartawan cewe baru dengan rambut berbeda namun dengan peran yang sama ( dan bahkan mungkin akan bernasib sama ) yang bahkan gagal untuk digambarkan menjadi pemanis cerita, dan tentunya tokoh utama masih saja muncul dengan segala kesempurnaannya.  Pola penyelamatan, waktu, strategi, tidak begitu jauh berbeda dengan negeri para bedebah . jadi akan tidak berlebihan rasanya kalau sebagian besar pembaca negeri para bedebah mampu menebak  bagaimana  sang tokoh utama setiap kali dia berada di uiung tanduk.

Tapi apapun yang syaa tulis diatas,kenyataannya semenjak saya buka plastik penutup novel ini, novel ini tidak lepas dari genggaman saya sampai saya menyelesaikannya, saya masih dimanja dengan cara  sang pengarang mendeskripsikan setiap eksyen di petualangan Thomas dalam menyelamatkan negeri ini. dan entah kenapa dikepala saya, ( sama ketika saya membaca negeri para bedebah), Rudi, si polisi jujur, selalu hadir dalam rupa ario bayu dan setiap adegan di novel ini, bertransformasi menjadi sebuah scene film action yang luar biasa.mudah-mudahan benar benar ada yang berminat bikin filmnya. 🙂

Sekian dulu review saya, soalnya saya musti tidur  paling tidak 1 jam, demi menghadapi shooting di pagi hari esok, hari ini.*pamer* ya, kalau mau berhiperbola, untuk hari ini, nasib saya, tokoh utama novel, dan negeri ini, sekarang berada di ujung tanduk. Bedanya, sang tokoh utama selalu bisa lolos, negeri ini masih punya harapan, sementara saya ?  quesera, sera.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s