DETAIL

Image

Seminggu yang lalu ,boleh dibilang menjadi  hari bersejarah dalam hidup saya, kalau saya jadi presiden nanti, mungkin hari tersebut akan saya canangkan sebagai hari libur nasional, karena sabtu lalu untuk pertama kalinya saya ikut dalam shooting sebuah program di tv dimana saya sedang belajar namun di bayar. Mungkin bagi sebagian pembaca hal tersebut adalah hal biasa,bagi-teman teman disini juga, karena kebanyakan dari mereka, banyak yang sudah pernah ikut shooting sebelumnya,baik yang berlatar belakang sekolah broadcast atau memang sudah pernah ‘sekolah’ di tv yang lainnya. Namun bagi saya ini adalah sebuah moment keren yang patut diabadikan dalam blog keren ini, sekeren penampilan saya ketika memakai HT untuk pertama kali di lokasi Shooting kemaren. Walau sekian menit kemudian hate itu pun ditarik oleh yang berwenang dengan alasan  bahwa saya tidak terlalu penting untuk memegang hate, yang saya terjemahkan sebagai : saya tidak pantas, tidak ada keren-kerennya mondar mandir bawa hate..

Walau di shooting ini saya Cuma bertanggung jawab mengurus property, saya belajar banyak banyak hal. Terutama tentang D-E-T-A-I-L  hal yang sampai saat ini mungkin menduduki  posisi sepuluh teratas dalam  daftar hal hal terburuk saya. Yah, saya jenis orang yang tidak terlalu memikirkan detail. Buat saya kalau sesuatu itu sudah cukup, maka cukupkan demikian.  Makanya setiap coretan saya yang muncul di kertas adalah goresan kasar yang belum ada apa-apanya, jangankan helaian rambut, bisa membuat bagaimana tangan mengepal  dengan benar saja itu sudah suatu kemajuan buat gambar saya. Selanjutnya, janangan hegeran megelihat typo dalm tlisan ini, karena buat saya, saya sudah menyelesaikan satu tulisan, trus dipost, sudah.cukup demikian. Saya tidak begitu ambil pusing dengan yang lainnya, seperti huruf besar ataupun titik komanya. Ga heran,ketika mau lebaran  saya jadi suka berselisih pendapat dengan papa yang  selalu mengingatkan darimana gerakan kuas melambai agar cat itu terkesan rapi, sementara saya memikirkan bagaimana seluruh ruangan bisa diselesaikan dalam satu hari.

Namun, Di shooting kemaren saya sedikit menyadari, kalau detail itu penting, saya menjadi saksi, bahwa ada take yang diulang karena hiasan di dinding itu kurang rame, warnanya terlalu ini, dan sebagainya yang dikehidupan saya sebelumnya, saya akan melewatkan hal –hal tersebut. lebih jauh lagi ketika  dengan iseng saya belajar sesuatu skill keren bernama rough cut (tolong yang sudah tau , jangan di ganggu, walau beda guru, kita satu ilmu) , saya harus berhadapan lagi dengan detail kemiringan muka, lirikan mata , dan saya harus berurusan dengan hitungan detik, bukan menit. apalagi jam

Begitulah pirsawan dimanapun anda berada, dimulai dari hari berbahagia itu, saya berjanji kepada diri saya untuk lebih memperhatikan detail, bukan Cuma buat pekerjaan yang memang butuh sesuatu yang detail, tapi juga buat kehidupan, karena… bukankah sebenarnya hidup kita ini adalah sebuah shooting, dan kita sudah dapat peranan masing-masing, dan diatas sana sang sutradara sekaligus penulis naskah maha cetar membahana siap untuk menentukan setiap detail kehidupan kita?

 Terakhir, mengutip petuah bos utama saya di kantor : ga ada yang sempurna diatas dunia ini, tapi berusaha menjadi sempurna..itu kewajiban..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s