ADAPTASI

 

Image

dulu,w aktu kecil, kakek saya sering bilang : survival for the fittest

dan salah satu cara bertahan adalah.. adaptasi

yah, itu yang saya sedang lakukan sekarang, 

1. peralihan dari dunia pengangguran nan santai bak di surga ke dunia kerja yang ..sudahlah.. butuh waktu pembiasaan yang lumayan menyiksa badan. dari dunia terbalik yang paginya dihitung jam 3 sore.. musti kembali ke dunia normal?  Musti ada yang di korbankan sob. Mulai dari film, anime dan main games, semua harus dipending dulu, sampai ada satu atau dua hari waktu menghela nafas… atau mungkin lebih bijaknya digunakan untuk istirahat lebih panjang..sleeping handsome

2. saya, anak kota kecil harus beradaptasi dengan kota besar, mulai dari hal hal kecil,semacam iklim dan harga kebutuhan . sampai jalanan dan gedung bertingkat yang tidak pernah saya temukan di kehidupan sebelumnya. Yah, saya memang sekampring itu..

3. lebih jauh, pilihan kerja di media televisi, ternyata ‘memaksa seorang rayes mahendra ‘berevolusi mengubah beberapa hal, mulai dari hal yang paling tidak dipikirkannya : penampilan. yah,sedikit demi sedikit berubah dari itik buruk rupa menuju srigala tampan mempesona. Rambut yang sudah sengaja di gondrongkan setelah peristiwa genocide rambut ketika kompre yang sudah saya paparkan di gondrong no more. Terulang lagi. Rambut saya musti di sesuaikan agar cocok dengan kantor bintang 4 dan bintang lima ini.

4. selanjutnya tentang teknologi. catatan buat cewe-cewe : jangan selalu menuduh seorang cowo berkacamata adalah seorang yang gaul..akan teknologi. siapa tau dia cuma ikut-ikutan, pengen gaya-gayaan ‘dan terlihat pintar, seperti tokoh kita nih. pengetahuannya akan gadget sama sekali minus. walau dulu pernah jadi operator warnet juga, pengetahuanya cuma ampe billing, handphone? buat ngisi pulsa dari voucher aja dia musti minta bantuan yang jaga counter.  Nah, selain mungkin ‘kewajiban’ mengganti telepon genggam tradisional ke telpon yang lebih pintar, tokoh kita ini musti belajar agar terbiasa dengan tombol ini dan itu.  sensor ini sensor itu yang ada di setiap ruangan kantor. Sehingga tidak lagi musti bolak balik ke kostan saat musti menunaikan kewajiban karena toilet kantor yang dia percaya  saking canggihnya bisa berubah jadi robot ala transformers!!

Begitulah,  jadi seandainya  dalam waktu dekat pembaca menjadi saksi saya gagal dalam dunia ini, maka berarti saya tidak lulus dalam seleksi alam ini. Itu saja, simple 

Advertisements

13 thoughts on “ADAPTASI

  1. hahaha.. Lucu..

    Hoooo.. Di mega kuningan ray.. Ayo ketemuaaaan.. Mumpung uci masih di kuningan.. Sebelum pindah k Sudirman bulan depan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s