ILMU SESAT

“Ray, gw nyampe di stasiun hall besok pagi”

SMS kedatangan Cici langsung membuat saya bingung, bukan bukan karena apa apa, tapi lebih karena walaupun sudah 3 bulan lebih di Bandung saya belum mengenal betul seluk beluk kota ini, walaupun sudah lumayan melancong kemana-mana, namun cuma beberapa titik lah yang sudah saya tempuh dengan benar dan tergolong fasih, lengkap dengan tajwid tajwidnya. jadi, bingung juga mau ngajak si Cici ini  kemana. Karena cici memang tipikal manusia yang hobi jalan-jalan, menyelam dan bernafas dengan insang.

Image

But show must go on..

“Gw di perum Damri, makan”

Walau sudah menerima sms demikian, otak saya masih menganggap mahluk gendut ini entah darimana nya, saya  juga tidak bertanya, datang ke bandung dengan kereta api, dan ternyata saya baru ngeh kalau ternyata Cici datang dengan damri dari lampung, konon sebagai utusan sekolah gajah disana. ternyata cici membawa bawaan yg cukup Minimalis untuk seorang cewe, (sebaliknya tubuhnya maximalis), keren malah, dengan sebuah tas besar bertuliskan national geographic. dengan gentlemannya saya menawarkan diri untuk membawa kembarannya tersebut, sementara tas kecil saya saya serahkan  kepada Cici, jadilah kemaren itu saya resmi mirip bule yang lagi bekpekeran, ciyus. Saya sempat ngaca di spion angkot, dan saya yakin bahwa saya mirip dengan salah seorang personil one direction.:)

Image

U don’t know how you beautiful, that’s what makes u beautiful

Dari stasiun saya pun ngacak cici jalan di braga , trus ke asia afrika, dan sempat dengan isengnya, masuk ke gedung merdeka.cuma buat foto-foto. TER-LA-LU

Bicara itu mudah, berbuat itu susah, mengerti itu lebih susah, sekali seseorang mengerti maka bertindak jadi lebih mudah

Petikan pidato bung Karno di konferensi terebut palingt tidak membuat kunjungan kami kesana menjadi tidak sia-sia.  Singa podium sih, ga heran. Dan dari sana kami beranjak ke alun alun untuk isoma dan lanjut ke kalapa  Setelah sempat nyasar satu kali putaran, disinilah saya, di tumpukan buku bekas, ditengah kekurang uangan saya, tetap memaksakan diri membeli 3 buku diskonan : 1 novel lepas sangat jadul dari idola saya, mas hilman, berjudul dancing on the valentine , dan dua buku tentang pembuatan  komik, yang saya dapatkan cukup murah sih sebenarnya : 25.000 rupiah untuk 3 buku tersebut, namun saya masih merasa kalah, karena harusnya dan biasanya saya akna mendapatkannya lebih murah. Salah saya juga sih, terlalu excited meliihat dua buku pembuatan komik tersebut, kalo kata cici sih, tampang saya yang mirip tokoh komik,:) ya ga mungkin kan, emang udah ada gitu komiknya 1D ?

Image

Sasaran selanjutnya adalah sebuah pusat perblanjaaan di daerah balubur, dengan misi  ke sebuah toko buku impor second dengan harga miring, sangat miring mungkin.  nah, disni kami tidak lagi berdua. Memang secara kebetulan kami bertemu Aldo, penyelamat  dan guru spiritual saya di kota ini.

Image

Jadilah party kami lengkap:  Aldo the warrior, Ray the magician dan cCci the orc.Setelah memilih milih buku dan tidak membeli apapun, kami pun beranjak ke sebuah tempat makan terdekat dan menghabiskan waktu lumayan panjang disana karena cici bermaksud mengimikan laporan perjalanan dan apalah tiu ke forum bekpekerannya, saya tertarik dengan cewe manis dimeja sebelah dan Aldo sedang berpikir bagaimana caranya menjadi manager atau marketing di tempat yang cukup potensial ini.

hujan pun turun..

Namun kami tetap berangkat demi mengantar mahluk bernama Cici  ini ke habitatnya di buah batu. Tempat sepupunya. Perbedaan warna angkot dari sms yang didapat cici, pengalaman aldo ke buah batu dan ketidak tauan saya, menghasilkan diskusi apik, membuat hujan tidak menjadi begitu menarik, dan cici menjadi panik. Bahkan sampai diangkot, Cici masih heboh-heboh dan Tanya ini ituu, mencoba meyakinkan diri, Aldo mencoba membuat cici tenang, sementara saya berencana mengulingkan cici kejalanan.dan tas ini jadi milik saya.HUAHAHAHAHAHAHA

Karena tidak satu jalan ke roma

Setelah naik turun angkot, terlibat pembicaraan politik berapi api dengan supir bahwa Bakri bukan orang terkaya dinegeri ini. terlibat emosi dengan tokoh bernama sari – sang sepupu cici yang padahal baru muncul di telepon, didoakan selamat sampai tujuan saat bertanya kepada  uda  pemilik rumah makan padang,  maka setelah beberapa jam  kami pun sampai di tempat tujuan, sebuah rumah kostan cewe, disebelah kampus manajemen Telkom. Ternyata angkot yg disms sampai didepan gang kostan si sari ini, sementara angkot yang saya dan Aldo percayai cuma sampai gerbang depan, jadi harus  berolahraga beberapa meter ke dalam, itu saja yang bisa saya simpulkan selain ternyata sepupu cici cukup manis, dan saya tidak bisa emosi lebih dari ini.

Lets call it a a day

Sudah terlalu maam, ajakan makan dari Cici kami ( baca : aldo) tolak, saya dan guru saya ini musti kembali ke padepokan sadang serang, lagian sepatu dan baju kami sudah lumayan basah. Dijalan kami mereview lagi perjalanan dan kesesatan kami hari ini. kami tertawa. karena bukankah, setiap kita tersesat, maka kita juga bertambah satu ilmu, saya menyebutnya  ilmu sesat..

NB: sebenarnya detail petulangan kemaren itu lebih cetar membahana dari cerita ini, namun saya tidak bisa menceritakannya lebih detail, karena selain satu dan lain hal dan kepentingan banyak pihak,cerita ini akan menghabiskan berpuluh puluh halaman, dan memuat beberapa kali kalimat  saya mirip personil one direction; didalamnya

Advertisements

4 thoughts on “ILMU SESAT

  1. wuooo…here I am, stalker perjalanan seorang jokeray
    preeettttt…
    “indak nes, ray di buah batu”..hohoho…okelah emang nes dpt sms itu 3 jm kemudian, tapi kan…tetep aja tadinya di baltos

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s