A common mistake

Tiba tiba saya merasa mirip nabi Ibrahim.jangan emosi dulu wahai kaum konservatif. Maksud saya bukan kenabian apalagi kecendrungan tampang mirip  beliau , tapi kebetulan saya sedang diberi  tugas yang ‘hampir mirip’ dengan tugas yang diberikan kepada nabi Ibrahim.kalau nabi Ibrahim ditugaskan menyemblih anaknya, setelah sekian tahun beliau pengen dapat anak. Orang orang disekeliling saya sedang ‘menugaskan’ saya  untuk MEMOTONG/MEMANGKAS/MERAPIKAN RAMBUT ketika rambut saya sudah mulai bersemi gondrong. Tugas , nasehat dan anjuran tersebut muncul dengan berbagai alasan, namun bisa dikerucutkan menjadi dua :

  1. Konon katanya  dengan memotong rambut, saya menjadi terlihat lebih tampan, dan aura pengeran saya lebih terpancar : versi cewek2 yang sedikit perhatian dan bisa melihat penyamaran saya
  2. Menurut mitos yang beredar, bahwa setelah saya  memotong rambut, maka saya akan mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan : versi orang tua terutama bunda saya yang sangat saya cintai

sebenarnya, dari beberapa mitos yang beredar ,ada benarnya juga, yaitu  saya akanterlihat tampan, ehm, lebih tampan, karena dengan rambut sesemrawut ini pun (sejujurnya )saya masih terlihat tampan. .. Lupakan,

maksud saya disini adalah  bahwa penampilan memang berpengaruh terhadap penilaian, dan nantinya , akan berujung pada pekerjaan.Ratusan orang sudah ribuan kali menasehati saya akan hal ini, namun saya selalu mengindahkannya,karena  saya masih percaya kalau ada ( banyak ) orang didunia yang tidak percaya pada  ‘horor’ pada pandangan pertama. Walau saya sudah sering mengalami kasus semacam ini : anak kecil yang tidak berhanti menangis ketika melihat saya,cewe yang mempercepat jalannya ketika saya dibelakangnya,  atau ibu-ibu yang memasang pandangan curiga dan mempererat dekapan pada tasnya, namun saya masih belum terlalu ambil pusing sampai beberapa hari yang lalu,

seorang kakak dari teman saya , dengan jeda waktu yang relative panjang  memasang pandangan heran dan  penuh selidik kepada saya ketika saya mengantar teman saya yang kebetulan juga adeknya menuju travel ke ibukota.,sebuah pandangan yang saya terjemahkan sebagai : yakin-ini-temen-adek-gw.kalo-iya-nemu-dimana–horor-total.

kalau mau selidik labih jauh, apa benar ini cuma masalah rambut? jangan ini sudah merambat ke hal lain, misalnya: ketakutan ini muncul karena buruknya  perpaduan rambut dan tubuh besar yang sedikit tidak manusiawi. Karena setahu saya Nicholas Saputra dan Adipati Dolken bahkan lebih gondrong, dan saya yakin cewe-cewe tidak pernah memasang tampang curiga.

Jadi, sepertinya PR saya bakaln numpuk,  karena beberapa teman sudah menyarankan untuk diet, demi sedikit memperbaiki postur badan, walau tidak sampai sesixpack Ariel noah,

namun sampai detik ini juga saya masih belum kepikiran untuk bergerak kearah tersebut, baik untuk menggunting rambut atau merapikan badan, karena saya masih sangat menikmati ketika nantinya, saya sudah berinteraksi dengan orang orang,akan keluar  statement,seperti ini :

ga nyangka ..ternyata kamu itu orangnya……”

Silahkan isi titik diatas dengan kata sifat, maka itu akan menjadi  sebuah kalimat pengakuan, dari teman dan kenalan baru saya, yang biasanya bisa saya balas dengan senyuman.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s