101112

Kalau saja tidak dingtakan oleh berbagai iklan dan celotehan sosial media,saya tidak lagi ingat kalau hari ini adalah hari ….pahlawan
Nothing personal, hari sabtu dan minggu saja kapan datangnya saya tidak begitu peduli. Karena beberapa bulan ini tiap hari adalah semacam liburan. Jadi maafkanlah kalau hari pahlawan datangnya bertepatan juga dengan akhir pekan. Ini semacam double excuse bagi saya untuk tidak perlu menghebohkan hari ini. apalagi ketika saya sudah posting tadi malam. maka lepaslah kewajiban saya hari ini. ini semacam ‘hadist’ yang saya riwayatkan baut diri sendiri.
Namun pada prakteknya, ternyata hari ini menjadi hari yang lumayan berkesan buat saya
Pertama, sosial media heboh kalau ini adalah hari cantik, dimana nomor tanggalnya adalah 10-11-12 semcam kepercayaan kalau nembak atau yang lebih masuk akal , nikah hari ini terdengar sanga keren dan prestisius, apalagi kalau 9 bulan setelah ini tepat kelahiran kita.pasti keren banget. Lho? Iya donk. Padahal kita lupa. Kita semakin mendekat kepada kekufuran, kepercayaan bahwa menurut ramalan dunia maya, bukan suku maya, kiamat akan datang tak lama lagi.
Kedua, ini adalah yang ektiga kalinya dalam satu minggu ini, saya kehilangan data di sebuah pen drive tik tak, semacam flashdisk yang kalau di collokkan bisa lompat sendiri, tanpa sempat untuk melakukan safely remove. Walau sebenarnya, Definisi ini Cuma untuk yang ketiga.sementara yang pertama dan kedua murni kelalaian dan ketidak sabaran saya. Akibatnya, ga banyak sih ya, beberapa tulisan penting dan serial-serial hasil downloadan saya hilang begitu saja. Maka bercarut bungkang dan bersumpah serapahlah saya.
Ketiga, saat saya masih dalam keadaan berduka ketika meratapi flashdisk di kostan, dengan tambahan saya belum tidur sama sekali malamnya, di lingkungan saya ternyata sedang digelar sebuah kerja bakti dalam rangka merapikan sebuah sudut kampung. Dan bapak kost saya meminta bantuan kami untuk ikut andil. Seandainya yang turun sudah banyak, maka mungkin saya akan izin, tapi karena pagi itu, ya ga heran juga sih, peserta Cuma ada saya dan satu orang teman lagi, mau tidak mau , ikhlas tidak ikhlas saya ikut ambil bagian, dan ternyata tak lama menjelang memang, badan saya sudah tidak bisa diajak kompromi. Hasil kerja tidak maksimal, namun tetap saja bapak bapak akhirnya ‘memaksa’ kami menyantap baso dan kopi susu.
So pagi ini, mumpung hari pahlawannya masih hangat, saya Cuma mau sok sok menyambungkan, kalu ternyata saya masih jauh dari sesuatu yang disebut pahlawan, walau pahlwan super menghiasi wallpaper, baju, poster dan pernak pernik lainnya yang ada disekeliling saya.
saya masih jauh dari sabar ketika saya kehilangan sesuatu yang sebenarnya belum apa apa jika dibandingkan dengan apa yang hilang dari para pahlawan saat mereka berjuang dahulu, dan begonya, sebagian besar itu terjadi karena kelalalaian saya. Selanjutnya, saat dibutuhkan, saya masih belum bisa memberikan yang terbaik buat mereka yang membutuhkan saya, belum maksimal, baik dari keikhlasan dan tenaga yang diberikan. sungguh tidak heroic, apalagi ditutup dengan ‘bayaran’ semangkuk baso.
Jadi, sudahkah kita jadi pahlawan hari ini ?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s