100 HARI

Seandainya saya jadi presiden, saya mungkin  sudah di demo oleh rekan rekan mahasiswa pada hari ini, bukan, bukan karena lagu ciptaan saya yang kurang oke, tapi karena program 100 hari saya tidak mengubah apa apa kecuali Cuma sangat sedikit sekali

Ya, kemarin adalah 100 hari keberadaan saya di bandung

Seratus bukan angka yang sedikit, yang artinya saya harusnya sudah berbuat banyak, memberi banyak atau paling tidak berubah banyak.Tapi ternyata di seratus hari pemerintahan keberadaan saya di bandung, tidak ada yang saya anggap istimewa

Saya belum terpanggil untuk bekerja,  belum ada penerbit, TV, studio game, agensi iklan yang khilaf mempekerjakan saya. Saya bertanya Tanya kepada diri saya sendiri, apa sudah saatnya saya mengalah dengan ego, dan mencoba hal lain. BANK mungkin? Maksudnya merampok bank, karena tampang saya tidak cocok untuk jadi teller, dan bodi saya terlalu sangat tidak oke untuk menjadi sekuriti. Sama seperti yang saya tulis di postingan tentang bandung sebelumnya, saya masih belum terlalu akrab dengan kota ini, kecuali mungkin dengan bapak warung kopi depan kost yang sudah mulai dengan ikhlas memberikan kesempatan saya untuk ngutang, trus aa tukang gorengan dekat angkot ngetem yang suka ngajakin saya ngopi, tukang warnet , dan juga si mbak warteg yang sudah memanggil saya dengan panggilan uda..

Lebih dari itu, 100 hari ini saya sama sekali bukan siapa siapa, belum kemana – mana, dan belum melakukan apa-apa

Kecuali mungkin yang saya (paksakan) anggap sebagai sebuah kemajuan kecil, adalah proses perampungan calon novel komedi romantis pertama saya, yang sudah mendekati garis akhir. Maksudnya disini, sudah hampir selesai saya rapikan, dan mungkin sudah saatnya saya ( dengan model nekad dan tidak tau diri) mencoba menembus penerbit. Yang sama sekali tidak semudah membalik telapak tangan.

Saya mohon doanya saja, agar saya menemukan apa yang saya cari,agar novel saya bisa masuk, diproses dan segera terbit. dan agar kesederhanaan tetap bersama pak jokowi

Jadi, sudah 100 hari atau baru 100 hari? 

Advertisements

9 thoughts on “100 HARI

      1. idih… usaha sendiri …
        btw, email gw dulu aja ya.. di febbie[dot]c[at]gmail[dot]com
        nanti kita ngobrol disana aja, itu kalau situ serius. oche ^_^b

    1. hahaha..makasih ci, berarti ray penganut setengah kosong yang beranggapan SUDAH 100 HARI..

      mudah mudahan alam setuju dengan uci..baru seratus hari..
      btw, maaf ttg telpon tadi, lagi ditengah permainan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s