ANOMALI

Saya mungkin adalah sebuah ANOMALI

Sesuatu yang tidak wajar yang ada dalam suatu aturan atau keharusan, beda tipis dengan keanehan, dan masih sudara dengan pengecualian.

Saya pertama kali belajar kata anomali ini adalah tentang air, dimana air mempunyai sifat khas yang disebut anomali, yang lebih jelasnya akan diterangkan oleh rekan saya sudara google…

Kenapa anomali? Karena saya ‘tumbuh’ dengan cara yang ‘tidak wajar’  kalah diselaraskan dengan lingkungan saya.  Masih bingung? Mari kita telaah lebih lanjut.  Saya adalah anak yang dibesarkan di keluarga yang sebuah keluarga yang mungkin berada di garis tengah, keluarga yang  tidak mampu hidup mewah dan berlebih, tapi sebaliknya, juga bukan keluarga yang harus menahan lapar berhari hari karena lemari makanan atau periuk  beras kosong.alhamdulillah, jadi buat para pembaca putri yang sudah terlanjur naksir saya, bisa dipikirkan kembali lah.jangankan gedung, gubuk pun aku tak punya, jangankan permata, uang pun aku tiada, begitulah kata Caca Handika.

Nah. Dalam keadaan demikian, anehnya saya tumbuh menjadi anak yang mencintai sebuah budaya yang menurut saya’ kurang pas ‘ dengan keadaan ekonomi keluarga’ : Dimasa kecil saya dahulu ( kecil untuk ukuran umur, bukan ukuran badan ), saat anak anak lain bermain layangan, manjat pohon atau salto ke sungai sambil bilang wow, saya malah lebih akrab dengan buku, komik, novel, games dan antek anteknya.

Mungkin  semua anak seumuran saya waktu itu, juga pernah bermain games atau baca komik, tapi itu memang sebatas permainan, semacam yang dilakukan Summer kepada Tom di 500 days of summer,  bukan sampai ‘jatuh cinta’  seperti yang saya lakukan kepada seorang  disana yang lagi sibuk dengan skripsi dan jualan mainan edukasinya  🙂 . Ketika musimnya super nintendo, saya sibuk kerumah teman sampai nginep cuma buat main Mario, islander  atau kura kura ninja, sampai akhirnya ketika musim nintendo berkurang, sebuah super Nintendo mampir ke rumah saya, dan semakin menggilah saya dengan permainan video tersebut!  tapi tenang, ranking saya ga turun kok, saya tetap langganan juara ( jadi buat cewe yg tadi masih ragu ragu mau naksir apa ga, bisa dipertimbangkan kembali lah.LOL ) , begitu juga ketika sega hasil hibah seorang sepupu  muncul dengan sonic dan bare knucklenya, saya pun semakin menjadi-jadi  tenggelam kedalamnya, sampai kepada generasi Playstation, Saya punya PS juga? Oh, jangan asal menuduh, saya main di rental yang menjamur ( bukan berjamur) yang menjadi tempat dimana saya menghabiskan separo umur saya. Seperti yang sudah saya ceritakan diatas, beberapa teman saya juga mengenal PS, tapi mungkin Cuma sebatas winning dan harvest moon, sementara saya tenggelam dalam sekian judul petualangan yang  sampai sampai tidak membuat saya tidur nyenyak !!

Begitulah seterusnya, seiring berjalannya waktu, saya pun semakin tenggelam, saya yg dulunya Cuma tau ksatria baja hitam RX, mulai kenal dengan puluhan serial kamen rider lainnya, atau yang dulu bilang Power Ranger sekarang fasih menyebut super sentai, serial jagoan warna warni jepang yang diadaptasi  saban menjadi Power Ranger.itu masih yang dari negri Sakura, bagaimana kalau saya cerita saya juga jatuh cinta terhadap produk Amerika semacam Superman Batman dan kawan kawannya kelahiran DC comic, atau avengers dan X-men serta ratusan nama lainnya kelahiran Marvel comics.dan last but not least..STAR WARS… in a a galaxy far far away..

Okeh, kita break sejenak, tarik nafas, minum kopi……trus salahnya dimana?

Sebenarnya ga ada yang salah , Cuma kebetulan saja, hobi hobi seperti yang saya ceritakan diatas membutuhkan dana yang  terbilang lumayan, kalau memang mau mencintai mahluk2 diatas secara khaffah, sepenuhnya. Ini semacam lomba lari tanpa garis finish, game dan console akan terus maju dan berkembang, belum lagi  puluhan judul anime dan tokusatsu, dan komik Amerika  akan menghasilkan ratusan bahkan ribuan action figure  dan merchandise dengan label harga yang kurang bersahabat bagi orang orang sekaliber saya,  yang tentunya untuk menguji cinta saya  kepada dunia sejenis ini.

Jadi apakah saya harus berhenti mencintai ?

***

                Curhatan diatas adalah hasil pikiran yang muncul saat beberapa hari yang lalu saya secara random muncul di pameran games dan toys di sebuah mall di kota Bandung, surga, mungkin menjadi kata  yang pas untuk menggambarkan kebahagiaan saya. Ratusan action figure, kaos , games dan pernak pernik ada disekeliling saya, tapi..saya Cuma bisa membiarkannya berdiri bahagia di stand stand sana tanpa bisa membawanya pulang.apa mau dikata, saya yang notabene seorang pengangguran tidak mungkin memaksakan diri membeli action figure kamen rider joker extreme yang harnya lebih dari 600 k  ? atau light saber yang memanggil saya, entahd engan tawran berapa.jadi, saya cuma bisa muter muter, nanya sana sini, kemudian duduk menikmati Star Wars : empire strikes back yang sengaja diputar  panitia untuk pengunjung.  Satu hal menarik, dibangku inilah saya melihat beberapa wajah cewe yang terlihat kesal menunggu pasangannya memilih mainan mainan kesukaannya .  Star wars yang diputar sama sekali tak menarik bagi mereka, mungkin karena yang jadi Anakin bukanlah Robert Pattinson, mereka malah sibuk dengan smartphone mereka masing masing. Saya tertawa, begitulah cinta.  Kadang kita musti bersabar untuk menunggu.

Seperti saya,yang tidak akan berhenti mencintai , karena sekarang, saya akan mencintai dengan apa yang saya punya, sejauh yang saya bisa, karena saya yakin, suatu saat nanti, saat waktunya tiba, saya akan mampu mencintai dengan sepenuh hati.s uatu saat nanti, saya akan datang lagi untuk menjemput kepingan kepingan cinta saya tersebut, dan menatanya hati hati dalam sebuah ruang, dan menjaganya.. sampai nanti… 

Ya, saya akan kembali 

Karena cinta, kadang memang sebuah anomali..

Advertisements

3 thoughts on “ANOMALI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s