old friend, new story

Beberapa minggu yang lalu saya dihubungi sebuah nomor asing,  yang boleh dibilang sangat beruntung sekali,  karena sangat jarang sekali nomor2 yang saya tidak ketahui berhasil mendengar suara keren dan imut saya.  Jauh di lubuk hati saya berharap penelpon ini adalah cewe yang biasanya akan langsung mengalami kemerahan di wajah ketika mendengar suara saya. Dan saya senang mengetahui hal tersebut. tapi sayangnya yang beruntung sore itu adalah seorang pemuda  ..seorang teman lama , kita beri saja namanya ..WING , karena dia  sedang menuntut ilmu yang berhubungan dengan pesawat dan angkasa. Jadi cocoklah. Karena nama adalah doa.

Wing ini teman saya ketika saya pertama kali memasuki dunia kost kostan, sebagai peringatan, saya bukan anak kemaren sore di dunia kost mengekost, boleh dikatakan kost saya sekarang adalah priode ke 3, priode pertama adalah dimasa SMA, disini saya ikut nginap ( menyusahkan ) anak anak Seangkatan yang ngekost di sekita sekolahan , salah satunya adalah wing ini, dan kostannya adalah tempat berlabuhnya poster poster Sheila on seven yang sudah saya koleksi ribuan tahun sebelumnya. Priode kostan saya selanjutnya adalah sewaktu kuliah,  yang ga usah kita bahas disini, karena terlalu panjang dan indah, ada sekian ratus sub bab juga. Terkahir ya priode sekarang ini, masa berburu dan mengumpulkan pekerjaan.

Oke, kembali ke Wing, dulu waktu sma dia anak yang polos dan lugu, benar benar belum tersentuh bejatnya dunia deh pokoknya. Dia itu juga berbakti untuk nusa bangsa dan Negara, buktinya pernah ikut paskibra juga kalo saya ga salah orang . Wajah? Standar anak baik2 lah, putih dan polos. Merah kalo dipuji, dan ijo kalo disuruh jalan. Pokoknya jangan dibanding bandingin ama saya , beda dunia.  Saya dan dia Cuma satu tahun berada dikelas yang sama, sisa dua tahun berikutnya, dia milih IPA, dan saya DIPILIH IPS. Jadi kebersamaan kita itu Cuma satu taun, itu udah termasuk mengunci dia dalam kelas dengan ancaman harus nembak cewek. Dan perbuatan perbuatan iseng kecil lainnya yang saya sesali sekarang ini. kenapa? Kita temukan di paragraf paragraf berikutnya.

Jadi mahluk bernama Wing inilah yang menghubungi saya karena kebetulan sedang menuntut ilmu (lagi) di kota yang sama dengan dimana saya bermaksud mencari kehidupan. Namun baru beberapa hari yang lalulah, kita dipertemukan kembali, setelah hampir terpisah satu dasawarsa. Karena setelah SMA, dia terbang ke jogja, dan saya Cuma pindah 2 jam ke padang. Inilah awal ‘kekalahan’ saya

Seperti kata pepatah lama setiap ada perpisahan, pasti ada pertemuan, dan setiap ada pertemuan pasti ada makan-makan

Nah, singkat cerita, dijamulah saya oleh si wing ini di sebuah tempat makan nasi Padang di sebuah sudut kota bandung ini, dan cerita mengalirlah. Mulai dari perkenalan kalo keberadaan dia  di kota ini adalah dalam rangka ditugaskan oleh kantornya untuk kuliah S2 dengan seluruh biaya ditanggung kantor ,dan gaji tetap jalan seperti biasa. Okeh, pantesan ketika saya mengomentari perubahan bentuk tubuhnya dia menjawab : “beginilah, kalo menikmati uang Negara”. Sial. Saya yang sekian kali lebih subur dari dia masih luntang lantung , tanpa dikasihani Negara.

Wing selanjutnya mulai cerita tentang kawan kawan lain  yang sudah mulai menata kehidupannya juga, ada Syofwan, teman satu kostan Wing dulu yang sekarang  lagi sibuk pindah pindah kantor, saya lupa, tapi dari namanya, saya yakin itu perusahaan keren. Trus  kita juga Ingat Adika, temen kost saya di priode 2, dan tetangga di priode satu, yang sekarang sudah jadi semacam bapak buah di Mayora, gosip2 kalau dia memproduksi langsung adonan beng beng dari tangannya saya rasa sudah bisa di balasnya dengan senyum kemenangan kepada mahluk mahluk sejenis saya, yang banyak bicara tapi sedikit..ehm, maksud saya belum bekerja. Trus juga sampai kepada Obor, teman kami yang lain yang sekarang sudah  di pertamina, kata Wing dia itu di grade 7, dan gaji pokoknya 9 jeti gitulah. Gila. Saya biosa beli action figure keren tiap bulan kalo digaji segitu, tapi ya..saya  cuma bisa  minum air putih sebanyak banyaknya, nervous bin kagum? Dikit, ini  lebih karena Wing tidak menawarkan saya segelas es teh manis. Pokoknya kita cerita banyak tentang kawan kawan yang sudah lama tidak terjangkau oleh jarak komunikasi saya, dan ternyata sekarang mereka sudah semakin jauh, mereka sudah tak terjangkau lagi oleh dunia saya.  Walau tubuh saya tetap besar, saya merasa sangat kecil saat itu. Apalagi saat sudah mulai menyinggung rencana pernikahannya dengan seorang bidadari yang dulu jadi rebutan di angkatan saya. Perut saya merasa mengecil, seukuran vokalis noah, Ariel. Lengkap dengan sixpacknya.

Tapi tak apalah, paling tidak saya tau, kalau teman teman saya sudah sukses di luar sana, masalah komunikasi yang sudah jarang, saya pikir, itu tuntutan zaman dan pekerjaan. Dunia maya ? ah, grup yang sudah tersedia pun berdebu, Cuma dihadiri muka yang itu itu saja, yang di dominasi oleh saya. Tak salah, karena semua bergerak di dunia nyata, saya terpasung didunia maya.

Saya tidak tau, mana yang lebih membuat kita bahagia ketika bertemu teman lama : melihat dia jadi orang yang baru, atau tetap menjadi orang yang kita kenal?

Tapi, yang pasti, separah apapun kita, kita pasti bahagia melihat teman kita berhasil, karena paling ga, pas ketemu, mereka lah yang bakal menanggung semua dosa dan kejahatan kita di meja makan. Seperti yang wing lakukan siang itu.

Nb : tulisan ini bukan karena traktiran makan yg ga ada es the manisnya itu, ini semacam ucapan selamat datang buat teman lama yang muncul jadi fans.HAHAAHAHAHA

Advertisements

14 thoughts on “old friend, new story

  1. baru pertama nyasar ke blog ini dan suka sama gaya tulisannya, jadi betah berlama2 ngubek2 tulisannya 😀 maaf ngubek2 tanpa permisi,, ehehehehehh 😀

  2. om raj, terus lah menulis,…karena tulisan anda hari2 saya agak tidak membosan kn di kantor yang menjemukan dan sedingin kutub utara ini,..wkwkwkwkwkwk(jan lgsg bangga n terbang ke langit ke tujuh ndak)
    piiizzzzz^^v

    1. makasih tante, saya akan coba terus menulis, sampai nasib membawa saya menjadi bintang film sebagai saudara kembar nicholas saputra.. sekian terimakasih

      nb : tidak usah takut, karena kejadian diatas tidak akan mungkin ada didalam didunia nyata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s