Bukan cerita perang

Salah satu genre film yang saya paling tidak suka adalah film perang !

Apapun judulnya, menerima penghargaan apapun film tersebut, selagi masih bisa dihindari, saya akan mencoba untuk menghindari film-film sejenis. Sebut saja :  Band of Brothers, Hurt Lockers,Lion for the Lambs, bahkan film yang jadi tontonan wajib pencinta film : Saving Private Ryan pun belum saya  tonton sampai saat ini. ya, anda semua pasti bisa menangkap film perang macam apa yang ada di kepala saya…

Kenapa? Karena buat saya perang itu mengerikan. Di film saja nyawa tokoh-tokohnya ( kecuali tokoh utamanya  mungkin)  benar- benar bisa hilang kapan saja. Apalagi di medan perang sebenarnya?  saya jadi suka mikir, sebanyak apa hal hal keren yang dilakukan oleh orang orang tersebut semasa hidupnya, pelatihan yang dilaluinya, biaya yang dikeluarkan sampai di titik umurnya tersebut, semuanya habis dalam hitungan detik. Kadang mayatnya tidak dikenali, kadang tubuhnya benar-benar hancur tak bersisa.

Ngeri awak, I really mean it..

terdengar cemen memang, tapi saya memang tidak suka yang namanya perang.kurang cowo memang, but that’s who I am. Alasan yang sama juga yang membuat saya tidak begitu tertarik bermian game game perang berlatar belakang perang dunia, perang teluk  dan  perang perang sejenisnya, kecuali Medal of Honor di PSX mungkin, karena  buat saya game yang satu ini ke lucu-lucuan. karakter-karakter  menarik dari manusia kaleng sampai patung liberty, dan ada misi  melawan sekumpulan anjing pake tank  dan berbazoka. gila aja !!

dan hebatnya..

belakangan saya membaca isu menarik tentang akan diberlakukannya wajib militer di Indonesia, dan singkat saja, jujur dan terus terang hati saya ketar ketir.  kenapa? Entahlah, seperti yang sudah saya sampaikan di atas bahwa saya tidak begitu menyukai sesuatu yang berhubungan dengan hal militer dan perperangan? Kalau usut punya usut , jawaban yang jujur adalah:   KARENA SAYA AKAN MENJADI TOTAL LOOSER DALAM EVENT INI. oke,tubuh saya memang tinggi besar, cocok untuk karir ini, tapi  sayangnya saya juga dianugrahi ukuran perut yang tak kalah besar karena kemalasan saya bergerak. Jadi bisa dibayangkan kalau saya terlibat dalam latihan semacam ini :siput raksasa mungkin adalah gambaran terbaik yang saya punya selain kuda nil. Kalaupun kita kembali ke masa lalu pun, saat perut saya tidak begitu besar, saya juga terbilang mahluk gagal dalam hal hal fisik dan olahraga, padahal casingnya saya waktu itu oke banget.. ga percaya ? tanya bunda saya..

dan tambah lagi, saya sangat bermasalah dengan kooordinasi kiri kanan dan baris berbaris, kalau seandainya bukan karena ini, saya pikir tidak ada yang bisa menghalangi saya untuk jadi salah satu paskibra ketika SMA. terdengar sombong memang..

Tapi, buat penutup tulisan ini,  walaupun saya ga jadi paskibra atau paksibraka, saya tetap mengucapkan dirgahayu pada Negara yang (jujur) belum saya cintai dengan sepenuh hati ini, dengan segala kekurangan, saya kan tetap terus mencobanya ,

Selamat hari kemerdekaan yang ke 67 negaraku sayang

Tidak terbayang

Seandainya  masih zaman belanda jepang

Apakah aku sanggup turun langsung berjuang

Atau siap dikucilkan setelah sidang

 Karena pun  sampai sekarang

Aku masih takut mendengar kata ..perang

Pengecut? Memang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s